Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah tipis di awal sesi I.

Kenapa di Kantor Kerap Terjadi Kasus Kejahatan?

Kenapa di Kantor Kerap Terjadi Kasus Kejahatan? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Hari ini, 25 November, sekitar 46 tahun lalu, Albert DeSalvo meninggal dunia. Siapakah dia? Pria kelahiran Massachusetts, Amerika Serikat, tersebut merupakan seorang pembunuh berantai yang dikenal dengan nama Boston Strangler (Pencekik dari Boston) yang telah membunuh 13 wanita di Boston antara tahun 1962 hingga 1964.

Pada April 1962 pria yang memiliki nama lengkap Albert Henry DeSalvo ini justru sempat dibebaskan. Hingga kini banyak pihak yang masih memperdebatkan kejahatannya.

Kasus Boston Strangler juga kasus yang melibatkan Dr. James A Brussel, seorang psikiater forensik yang sangat terkenal karena berhasil mengungkap kasus Mad Bomber di New York. Nah, yang unik dari kasus Boston Strangler ini adalah

1. Semua korban adalah seorang perempuan;

2. Pencekik tidak mencuri kunci, tidak memecahkan jendela, dan dipersilakan masuk oleh korban;

3. Peristiwa kejatahan terjadi di siang bolong; 

4. Tidak ada tanda-tanda perlawanan dari korban;

5. Tubuh wanita yang ditemukan: kakinya membuka dengan sudut lebar, bagian-bagian pakaiannya sobek, ada ikatan di leher korban.

Akhirnya, kasus ini terpecahkan setelah Dr. James menggunakan argumen induktif dengan teknik crime scene analysis. Apa itu argumen atau hipotesis induktif?

Argumen/hipotesis yang dimungkinkan karena alasan/premis pendukungnya kuat. Lantas, apa relevansinya pembunuhan berantai ini dengan kasus korporasi? Kasus serial murder biasanya mengikuti pola pikir repeat victimization.

Repeat victim yang dimaksud adalah kategori orang tertentu (wanita, status single, dan terbuka pada fantasi seks) yang tinggal di radius geografis tertentu (geographical pattern). Nah, di kantor seringkali berbagai kasus yang sama berulang-ulang terjadi di dalam perusahaan atau mungkin divisi yang sama. Kasus-kasus ini bisa dilakukan sendirian tetapi juga bisa dilakukan secara berkelompok.

Selain itu, peristiwa bisa dilakukan atas inisiatif sendiri ataupun dipaksa kelompok karena berbagai alasan termasuk kehormatan, junioritas dalam ormas, dan seterusnya. Kasus berulang ini menjadi unik karena tidak terungkap-ungkap secara tuntas.

Jika sudah demikian, lantas apa yang harus dilakukan? Nah, di sinilah peran criminal profiling perlu dioptimalkan. Begitu juga, teknik behavioral evidence analysis serta teknik interview yang lebih advanced.

Jenis pertanyaan standar seperti 5W1H perlu dimodifikasi. Teknik interogatif juga perlu diselingi teknik investigatif. Bahkan, teknik forensic hypnotis interview. Kasus sulit tentu tidak bisa dipecahkan dengan cara yang biasa, bukan?

Get Trained

Warta Ekonomi memiliki komitmen untuk menciptakan dunia bisnis yang lebih baik. Daftarkan diri Anda di kegiatan Teknik Interview dan Analisis Perilaku untuk Kasus Sulit (Full Praktik) melalui link berikut ini.

Baca Juga

Tag: WE Academy

Penulis: Handoko Gani, Instruktur Ahli Deteksi Emosi dan Kredibilitas (Microexpression; Gesture; Voice; and Verbal Analysis Expert; Lie Detector)

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52