Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Gak Sehat, Greenpeace Kritik Proyek Pembangunan PLTU Korsel

Gak Sehat, Greenpeace Kritik Proyek Pembangunan PLTU Korsel - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Greenpeace mengkritik pendanaan Korea Selatan (Korsel) untuk pembangunan 10 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, yang polusi udaranya diproyeksikan mampu memicu kematian dini hingga 151.000 jiwa dalam 30 tahun ke depan.

Baca Juga: Sambangi Korsel, Ini Rencana Kunker Mendag di Negeri Ginseng

Campaigner Greenpeace East Asia Seoul Office Minwoo Son mengatakan saat pertemuan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) di Incheon pada 2018, Pemerintah Korsel memang mengatakan akan berbuat lebih banyak untuk memitigasi dan melakukan aksi mengatasi dampak perubahan iklim.

Namun demikian, menurut Minwoo, apa yang mereka lakukan sebenarnya berlawanan, seperti contohnya masih melakukan investasi besar di luar negeri untuk proyek batubara, termasuk di Indonesia.

Pemerintah Korsel memang menyatakan akan meningkatkan hingga 35 persen penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di 2040. Bersamaan dengan itu mereka akan mengurangi jumlah PLTU batubara yang beroperasi di sana dari 45 persen total keseluruhan ke sekitar 20 persen saja.

Namun demikian mereka tidak pernah menyebutkan bagaimana kebijakan pengurangan emisi GRK itu untuk diterapkan di luar negeri.

Laporan baru yang dirilis oleh Greenpeace Asia Timur dari kantor Seoul menyebutkan pendanaan Korsel untuk pembangkit batubara di luar negeri yang sangat berpolusi diproyeksikan dapat menyebabkan 47.000 hingga 151.000 total kematian dini selama 30 tahun di negara-negara seperti Vietnam, Indonesia dan Bangladesh.

Baca Juga

Tag: Greenpeace, Korea Selatan (Korsel)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52