Portal Berita Ekonomi Senin, 24 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:20 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Ride-Hailing - Indonesia 49%, Singapura 45%, Brazil 40%, Meksiko 40%, Malaysia 31%, China 30%, India 29%, Vietnam 24%
  • 10:16 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Keuangan - Thailand 65%, Malaysia 49%, Singapura 46%, Filipina 37%, Vietnalm 36%, Indonesia 33%, China 29%, India 29%
  • 10:13 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Melakukan Belanja Online - Indonesia 80%, Thailand 69%, Filipiina 66%, China 64%, Malaysia 64%, Vietnam 59%, India 55%, Singapura 51%

Waduh! #BoikotSampoerna Jadi Trending Twitter, Ternyata Gara-Gara Hal Ini!

Waduh! #BoikotSampoerna Jadi Trending Twitter, Ternyata Gara-Gara Hal Ini! - Warta Ekonomi
WE Online, Surakarta -

Tetiba saja, #BoikotSampoerna berhasil masuk ke daftar tren Twitter, Selasa (26/11/2019) siang ini. Warganet menuangkan amarah ke dalam cuitan kepada perusahaan raksasa kretek itu, kira-kira apa sebabnya?

Setelah menilik ribuan cuitan, Warta Ekonomi menemukan sejumlah utas yang membahas perihal sistem pengalihdayaan (outsource) dalam urusan tenaga kerja perusahaan tersebut. Salah satunya datang dari warganet bernama pengguna @TujuWidodo.

"Sampoerna selalu membanggakan tenaga kerja besar(nya). Dengan segala macam kebanggaan memiliki hampir 50 ribu tenaga kerja. Padahal pada praktiknya, Samporna menggunakan sistem Mitra Produksi Sampoerna (MPS) untuk urusan ketenagakerjaan," tulisnya. 

Baca Juga: Sudah Berjumlah 120 Ribu Toko SRC, Begini Cara Sampoerna Kembangkan Jaringannya

Ia melanjutkan, sistem MPS menguntungkan bagi Sampoerna karena adanya efisiensi tenaga kerja dan penghematan biaya produksi. Hal itu membuat Sampoerna bisa meningkatkan kapasitas produksi dengan signifikan tanpa membangun pabrik baru atau memperluas yang telah ada.

"Samporena juga bisa terbebas dari masalah tenaga kerja, seperti pesangon, pensiun atau hak tenaga kerja lainnya karena sudah menjadi tanggung jawab dari pihak ketiga sebagai mitra usaha," lanjut Tuju Widodo.

Nah, berdasarkan utas tersebut, Sampoerna dinilai menyalahi UU Ketenagakerjaan. Dalam Pasal 66 UU Ketenagakerjaan disebutkan, pekerja/buruh dari perusahaan penyedia jasa tak boleh digunakan oleh pemberi kerja untuk melaksanakan kegiatan pokok atau yang berhubungan dengan proses produksi.

Baca Juga: Ekonomi Melambat, Tenaga Kerja Makin Seret

Dalam utas itu, Tuju Widodo pun menuliskan, "dalam industri rokok, aktivitas melinting rokok merupakan core bisnis yang tak bisa dilimpahkan oleh pihak lain, selain hubungan antara pemberi kerja dan pekerja."

Ia juga membahas soal penelitian terhadap sistem MPS yang pernah dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan AKATIGA (2010). Berikut ini utas lengkap dari Tuju Widodo:

Tidak hanya Tuju Widodo, akun Laskar Kretek yang mengklaim sebagai keluarga petani tembakau Indonesia juga membuat utas serupa. Akun itu membahas soal produksi sigaret kretek tangan (SKT) yang dilakukan oleh buruh dari 38 MPS di Pulau Jawa.

Hingga pukul 11.48 WIB, ada sekitar 1.868 cuitan yang menggunakan tagar #BoikotSampoerna. Andakah salah satunya?

Baca Juga

Tag: PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HM Sampoerna), Warganet, Twitter, Rokok, industri rokok

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93