Apa Itu Cashflow Quadrant?

Apa Itu Cashflow Quadrant? Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel

Cashflow quadrant merupakan konsep yang diperkenalkan oleh penulis sekaligus investor Robert T Kiyosaki untuk mengetahui sumber pendapatan seseorang. Cashflow quadrant membagi sumber pendapatan seseorang menjadi empat kuadran yakni E, S, B, dan I.

Tujuan Robert Kiyosaki memperkenalkan cashflow quadrant yakni untuk membantu seseorang buat mencapai kebebasan finansial. Dengan mencapai kebebasan finansial, seseorang akan memiliki kebebasan pribadi dan waktu luang sekaligus memiliki usaha yang mampu menghasilkan banyak uang.

Baca Juga: 8 Modus Kejahatan Kartu Kredit, Apa Saja?

Lantas, apa saja keempat kuadran tersebut? Berikut ini penjelasannya

1. E untuk Employee

Kuadran E merupakan kuadran dari kelompok orang yang bekerja sebagai seorang karyawan. Orang-orang di kuadran ini memiliki pendapatan tetap berupa gaji bulanan yang diberikan oleh perusahaan atau bisnis yang bukan milik orang tersebut. Orang yang terdapat di dalam kuadran ini bisa saja memiliki jabatan sekuriti hingga direktur utama suatu perusahaan.

Biasanya, orang-orang yang terdapat di dalam kuadran ini lebih memperhatikan aspek kepastian dan jaminan dalam mencari sebuah pekerjaan. Tidak jarang mereka memiliki cara pandang berikut ini: saya mencari pekerjaan yang aman dan terjamin dengan berbagai macam tunjangan.

2. S untuk Self-Employed

Kuadran S merupakan kuadran dari kelompok orang yang memiliki usaha kecil dan kegiatan operasi perusahaan dijalankan oleh mereka sendiri. Jadi, orang-orang di kuadran ini mendapatkan pendapatan sebesar usaha atau kerja keras yang mereka lakukan.

Semakin banyak waktu dan usaha yang dilakukan maka akan semakin besar pula pendapatan yang mereka terima. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit waktu dan usaha yang dikerjakan maka akan semakin kecil pendapatan yang diterima.

Sebagian besar orang di kuadran ini merupakan pengusaha kecil seperti pemilik rumah makan, bisnis keluarga, perusahaan konsultan ataupun mereka yang menjual jasa seperti pembersih halaman dan rumah.

Selain itu, para pekerja atau karyawan yang mendapatkan penghasilan berdasarkan komisi juga masuk ke dalam kuadran ini. Misal, para agen real estate ataupun dokter dan pengacara. Mereka kerap menyampaikan hal berikut ini: tarif saya sekian rupiah per jam atau honor saya sekian rupiah untuk pekerjaan tersebut.

Biasanya, orang-orang yang terdapat di dalam kuadran ini merupakan orang yang ulet dan senang mengerjakan segala sesuatu sendiri. Tidak jarang mereka memiliki cara pandang berikut ini: jangan pernah bekerja untuk orang lain, tetapi harus bekerja untuk diri sendiri. Atau cara pandang yang lain adalah: kalau mau hasil pekerjaan yang benar, kerjakanlah sendiri.

3. B untuk Business Owner

Kuadran B merupakan kuadran dari kelompok orang yang mendapatkan penghasilan tanpa harus terlibat langsung dalam kegiatan operasi perusahaan yang mereka miliki. Poin dari tanpa harus terlibat langsung merupakan pembeda antara orang-orang di kuadran B dengan mereka yang terdapat di kuadran S.

Jadi, orang-orang di kuadran B biasanya seorang pengusaha besar yang memiliki kemewahan dapat meninggalkan perusahaan mereka selama periode waktu tertentu karena sudah dijalankan secara profesional oleh orang-orang dari kuadran E. Bahkan, bukan tidak mungkin ketika kembali maka perusahaan mereka akan semakin lancar dan profit.

Adapun, orang-orang di kuadran S seringkali tidak bisa meninggalkan pekerjaan atau usaha mereka. Dalam banyak kasus, apabila kelompok dari kuadran S berhenti bekerja maka otomatis penghasilan mereka juga terhenti.

4. I untuk Investor

Kuadran I merupakan kuadran dari kelompok orang yang mendapatkan penghasilan dari hasil investasi di suatu perusahaan. Mirip dengan kuadran B, orang-orang di kuadran I tak perlu terlibat langsung dalam kegiatan operasi suatu perusahaan yang mereka investasikan.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini