Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah tipis di awal sesi I.

PTDI Telah Terima 2 dari 9 Helikopter Asal Amerika

PTDI Telah Terima 2 dari 9 Helikopter Asal Amerika - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bell Textron Inc (TXT), perusahaan produsen helikopter asal Amerika Utara, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) merayakan pencapaian pengiriman pesawat ke-70 dari Bell untuk PTDI. Pesawat ini adalah seri Bell 412EPI yang merupakan salah satu dari sembilan pesanan pesawat dari Angkatan Darat Indonesia awal tahun ini.

Dalam kontrak itu, Bell akan mengirimkan sembilan helikopter ke PTDI yang kemudian akan melakukan penyesuaian sebelum dikirimkan kepada Angkatan Darat Indonesia. Sampai saat ini, PTDI telah menerima dua dari sembilan helikopter di kantor operasionalnya yang ada di Bandung.

Baca Juga: PTDI Serahkan Enam Pesawat Pesanan Kemenhan

Pengiriman pesawat seri Bell 412EPI bagi kedua perusahaan merupakan tonggak penting dan membuktikan hubungan yang erat antara kedua perusahaan. Helikopter ke-70 dengan seri Bell 412EPI itu sudah dioperasikan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam berbagai misi selama lebih dari 20 tahun.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan PTDI dalam memenuhi kebutuhan Tentara Nasional Indonesia," ujar David Sale, Direktur Pelaksana Bell Asia Pasifik.

Sebelumnya, pada tahun 2016, Bell dan PTDI menandatangani Pembaruan Perjanjian Industri dan Komersial  yang memungkinkan kedua perusahaan untuk memperluas dukungan dan layanan mereka di Indonesia untuk operator helikopter Bell. Selain itu, PTDI memproduksi tail boom, perakitan pintu, tiang pintu, pylon, dan duct untuk helikopter Bell 412 dan Huey II.

Sejak Bell hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun, telah diroduksi sekitar seratus sepuluh pesawat yang saat ini beroperasi. Bell di Indonesia memiliki kantor layanan resmi Bell, fasilitas pemeliharaan tersertifikat, dan engineer khusus untuk layanan pelanggan yang berlokasi di Jakarta.

Gatot Mulia Pribadi, Vice President Business Development and Marketing PTDI mengatakan, untuk mendatangkan 9 helikopter tersebut pemerintah telah menganggarkan US$180 juta. Keunggulan helicopter Bell, antara lain biaya operasi dan perawatan yang rendah. "Produk ini dapat digunakan di berbagai medan dan dirancang tahan korosi dari air laut," jelas Gatot.

Ibnu Bintaro, Vice President Aircraft Sales PTDI, menambahkan bahwa permintaan holikopter di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2012 hingga saat ini diperkirakan sudah ada sekitar 36 helikopter yang didatangkan untuk kebutuhan angkatan darat dan angkatan laut.

Untuk helikopter Bell tersebut, kandungan lokal yang sudah disertifikasi, part, dan bahan baku yang dibuat di Indonesia saat ini sekitar 16,8%. Tingkat kandungan lokal tentunya akan terus ditingkatkan ketika permintaan terus meningkat.

"Setidaknya 50 unit per lima tahun. Nanti ada negosiasi karena menunjukkan pasar yang sudah sangat potensial," tutup Ibnu. 

Baca Juga

Tag: PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Helikopter, Bell Textron Inc

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52