Hanya dalam Semalam, Predikat 'Miliarder' Berhasil Mereka Bawa Pulang

Hanya dalam Semalam, Predikat 'Miliarder' Berhasil Mereka Bawa Pulang Kredit Foto: Unsplash/Jonathan

Lama waktu yang dibutuhkan setiap konglomerat untuk mengemban predikat sebagai miliarder berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu lama dan bahkan, ada yang cuma menghabiskan waktu semalam untuk menjadi kaya raya.

Melansir dari The Richest (12/2/2019), ada beberapa orang yang beruntung bisa menjadi seorang miliarder dalam waktu satu malam. Apa saja ya yang mereka perbuat? Berikut deretannya:

Philip Ozersky

Pertama, nasib mujur datang ke kehidupan Philip Ozersky, seorang pria yang tak sengaja menangkap bola milik pemain tim bisbol hebat tahun 1998-an, Mark Mcgwire.

Baca Juga: Berkat 'Hadiah', Remaja Ini Jadi Konglomerat dalam Semalam dan Kalahkan Harta Donald Trump

Saat itu, bola yang Mcgwire pukul melewati tribun kerumunan. Kemudian, Ozersky menangkapnya. Manajer tim Mark Mcgwire, yakni Cardinals meminta Ozersky untuk mengembalikan bola tersebut. Namun, ia memberikan syarat.

Ozersky meminta untuk bertemu dengan McGwire sebelum ia menyerahkan bola tersebut. Akan tetapi, pihak tim menolaknya. Dan tanpa pikir panjang, akhirnya Ozersky menjual bola tersebut dan meraup uang US$3,5 juta.

Hui "Leo" Gao

Selanjutnya, kisah pengusaha pemilik stasiun layanan Rotorua, Hui Gao ini tidak pantas untuk ditiru. Pasalnya, ia membawa lari uang dari pihak bank yang melakukan kesalahan.

Pada tahun 2009, saat Gao membutuhkan kucuran dana untuk perusahaannya, ia mengajukan pinjaman kepada Westpack Bank. Ia meminjam sebesar US$100 ribu, namun pihak bank salah menginput nominal dan alhasil memberikan dana sebesar US$10 juta.

Baca Juga: Dalam Semalam, Harta CEO Amazon Lenyap Rp96 Triliun

Mengetahui hal tersebut, Gao justru membawa lari uang tersebut dan hidup mewah selama lebih dari dua tahun hingga penangkapannya pada tahun 2011. Dia menjalani hukuman kurang dari dua tahun penjara, dan bank berhasil memulihkan hanya US$3 juta dari uang tersebut.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini