Portal Berita Ekonomi Sabtu, 14 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:37 WIB. Yuan Recap - 7,0393 CNY/USD (9/12), 7,0342 CNY/USD (10/12), 7,0388 CNY/USD (11/12), 6,9849 CNY/USD (12/12), 6,9895 CNY/USD (13/12).
  • 11:28 WIB. Yen Recap - 108,56 JPY/USD (9/12), 108,71 JPY/USD (10/12), 108,56 JPY/USD (11/12), 109,31 JPY/USD (12/12), 109,33 JPY/USD (13/12).
  • 11:20 WIB. Poundsterling Recap - 1,3145 USD/GBP (9/12), 1,3156 USD/GBP (10/12), 1,3195 USD/GBP (11/12), 1,3164 USD/GBP (12/12), 1,3326 USD/GBP (13/12).
  • 11:14 WIB. Euro Recap - 1,1064 USD/EUR (9/12), 1,1093 USD/EUR (10/12), 1,1130 USD/EUR (11/12), 1,1130 USD/EUR (12/12), 1,1122 USD/EUR (13/12).
  • 10:01 WIB. Straits Times Recap - 3.179 (9/12), 3.162 (10/12), 3.172 (11/12), 3.194 (12/12), 3.214 (13/12).
  • 09:59 WIB. IHSG Recap - 6.193 (9/12), 6.183 (10/12), 6.180 (11/12), 6.139 (12/12), 6.197 (13/12).
  • 09:53 WIB. KOSPI Recap - 2.088 (9/12), 2.098 (10/12), 2.105 (11/12), 2.137 (12/12), 2.170 (13/12).
  • 09:48 WIB. Hang Seng Recap - 26.494 (9/12), 26.436 (10/12), 26.645 (11/12), 26.994 (12/12), 27.687 (13/12).
  • 09:42 WIB. Shanghai Composite Recap - 2.914 (9/12), 2.917 (10/12), 2.924 (11/12), 2.915 (12/12), 2.967 (13/12).
  • 09:39 WIB. Nikkei 225 Recap - 23.430 (9/12), 23.410 (10/12), 23.391 (11/12), 23.424 (12/12), 24.023 (13/12).
  • 09:36 WIB. FTSE 100 Recap - 7.233 (9/12), 7.213 (10/12), 7.216 (11/12), 7.273 (12/12), 7.353 (13/12).
  • 09:20 WIB. S&P 500 Recap - 3.135 (9/12), 3.132 (10/12), 3.141 (11/12), 3.168 (12/12), 3.168 (13/12).
  • 09:08 WIB. Dow Jones Recap - 27.909 (9/12), 27.881 (10/12), 27.911 (11/12), 28.132 (12/12), 28.135 (13/12).
  • 09:06 WIB. Nasdaq 100 Recap - 8.362 (9/12), 8.354 (10/12), 8.402 (11/12), 8.466 (12/12), 8.487 (13/12).
  • 09:00 WIB. Gold Spot Recap - 1.461 USD/troy ounce (9/12), 1.463 USD/troy ounce (10/12), 1.474 USD/troy ounce (11/12), 1.465 USD/troy ounce (12/12), 1.475 USD/troy ounce (13/12).

Ancaman Serangan Siber Makin Gencar, Ini yang Harus Dilakukan

Ancaman Serangan Siber Makin Gencar, Ini yang Harus Dilakukan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Baru-baru ini dunia perbankan dihebohkan dengan aksi pembobolan ATM dengan modus tarik uang hingga miliaran rupiah tapi saldo tidak berkurang. Ada lagi nasabah ramai-ramai mengaku saldo di rekening tiba-tiba berkurang hingga puluhan juta, bahkan habis sampai 0 rupiah.

Laksana Budiwiyono, Country Manager Trend Micro Indonesia, mengatakan, kejadian tersebut terjadi akibat adanya celah pada batch atau integrasi ke data center (core banking). Selain rawan dimanfaatkan oleh seseorang untuk berbuat jahat, kelasahan integrasi juga membuat informasi menjadi tidak benar karena saldo tidak ter-update.

Baca Juga: PwC Jadi Penyedia Jasa Konsultasi Keamanan Siber Terbaik Asia-Pasifik

Kejadian seperti itu, menurutnya, akan makin sering terjadi di tahun yang akan datang (2020). Mengingat banyaknya financial technology (fintech) baik yang dikembangkan oleh para startup maupun pihak bank sendiri, yang membuka API untuk platform fintech agar bisa terhubung. Pembuatan aplikasi fintech juga rawan disusupi sistem untuk masuk ke core banking.

"Ke depan akan makin tinggi kalau tidak standardisasi. Sekarang sedang digodok oleh OJK," ungkap Laksana, Selasa (3/12/2019).

Selain ancaman tersebut, ancaman lain yang akan sering terjadi adalah malware dan ransomware yang berujung pada pemerasan. Ancaman juga akan makin komplek lagi, ada juga aksi penipuan menggunakan Deep Fake untuk meminta seseorang melakukan sesuatu, misalkan mentransfer sejumlah uang.

Hal itu terjadi, menurut Laksana, karena makin tingginya ekspos teknologi digital terhadap segala sesuatu, seperti penggunaan cloud dan manajemen supply chain. Seperti mesin produksi sudah mengandung teknologi IT, sementara kebutuhan sekuriti kadang dilupakan. Sementara kejahatan siber mulai memanfaatkan Internet of Things (IoT). Tidak hanya perusahaan perbankan, semua perusahaan yang menggunakan IT juga akan menjadi sasaran serangan siber.

"Makin berkembangnya cloud dan DevOps akan terus mendorong perubahan bisnis dengan membuka seluruh lapisan perusahaan, mulai dari perusahaan ke manufaktur hingga risiko pihak ketiga," ungkap Laksana.

Karena itu, lanjut Laksana, sebuah perusahaan harus bisa bertahan. Karena semua sudah bertransformasi ke digital, kebutuhan ahli sekuriti makin tinggi. Namun, yang terjadi saat ini ada skill gab yang membuat perusahaan harus meng-hire tenaga ahli atau menyerahkan kepada ahlinya.

Sementara, Trend Micro Incorporated sebagai pemimpin global dalam solusi keamanan siber merekomendasikan perusahaan dan organisasi untuk meningkatkan uji kelayakan atas penyedia cloud dan MSPs, melakukan penilaian kerentanan dan risiko secara berkala atas pihak ketiga, dan berinvestasi pada perangkat keamanan untuk mendeteksi kerentanan dan malware di komponen pihak ketiga.

"Pertimbangkan Cloud Security Posture Management (CSPM) untuk membantu meminimalkan risiko kesalahan konfigurasi. Tinjau kembali kebijakan keamanan terkait pekerja rumahan dan pekerja mobile," jelas Laksana. 

Baca Juga

Tag: Trend Micro Incorporated, Keamanan Siber, Digital Economy, Industri Fintech

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52