Portal Berita Ekonomi Selasa, 10 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:12 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,25 USD/barel
  • 08:11 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,87 USD/barel
  • 08:11 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.460 USD/troy ounce
  • 08:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,62 JPY/USD
  • 08:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,3146 USD/GBP
  • 08:06 WIB. Valas - Dollar AS diperdagangkan pada 1,1064 USD/EUR
  • 07:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,14% pada level 23.385
  • 07:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,22% pada level 2.084
  • 07:31 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,32% pada level 3.135
  • 07:30 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,38% pada level 27.909 
  • 07:29 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,40% pada level 8.621

Gandeng IPB, Kementan Akan Bangun Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi

Gandeng IPB, Kementan Akan Bangun Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa dirinya merupakan bagian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini dikatakan Syahrul saat menghadiri Forum Silaturahmi Alumni (FSA) V IPB 2019 di Auditorium Gedung A Kementan, Selasa (3/12).

"Kementan harus membuka sekat dengan pihak lain termasuk pihak kampus karena pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang memosisikan stakeholder-nya sebagai partner. Akan menjadi luar biasa seandainya mereka mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat dan mengakselerasinya sehingga secara bersama mampu keluar dari tantangan yang ada," kata Syahrul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca Juga: Tingkatkan Infrastruktur Pertanian, Kementan dan Kementerian PUPR Tanda Tangani Kesepatakan Bersama

Lebih lanjut, Mentan Syahrul menyatakan bahwa selama ini Indonesia dihadapkan oleh berbagai tantangan, ditambah pertambahan penduduk Indonesia yang tinggi.

"Oleh karena itu, teknologi menjadi penting. Termasuk konsepsi dan manajemen pertanian dari hulu hingga hilir. Dalam gambaran idealisasi saya, ekosistem industri pertanian itu seperti piramida terbalik. Pelaku usaha, BUMN berada di atas. Sementara ,pemerintah selaku fasilitator berada di bawah," ujar Syahrul.

Senada dengan Syahrul, Rektor IPB, Arif Satria mengungkapkan bahwa sekarang saatnya menghadapi era ketidakpastian dan volatilitas yang tinggi. Oleh karena itu, Indonesia harus menata masa depan termasuk pertanian.

"Kolaborasi adalah kunci dan kolaborasi menuntut trust, kepercayaan, sehingga akan terjadi sinergi. Namun, semuanya itu masih butuh satu hal lagi, yaitu integrity," kata Arif.

Menteri Syahrul secara terbuka mengharapkan dukungan dari IPB guna mengatasi losses cara kerja, manajemen waktu dan pascapanen yang mencapai 10-15 persen. "Kami butuh dukungan riset untuk menuntaskan persoalan itu. Bagaimana losses itu bisa kita tekan menjadi 3 persen, paling tinggi 5 persen sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan memberikan margin besar bagi petani," ujar Syahrul.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni IPB, Fathan Kamil melaporkan bahwa peserta yang hadir sebanyak 600 berasal dari beberapa kluster. 

"Jaringan alumni IPB tersebar di berbagai jalur dan sektor. Ada di birokrasi, profesional, BUMN, dan jalur politk. Hadirnya kami (alumni) adalah bukti bahwa IPB komitmen bersama dan mendukung Bapak Menteri dan jajaran mewujudkan visi 2045 menjadi lumbung pangan dunia," kata Fathan.

Baca Juga

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Syahrul Yasin Limpo, Institut Pertanian Bogor (IPB), Pertanian

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kementan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,757.83 3,720.04
British Pound GBP 1.00 18,524.17 18,338.46
China Yuan CNY 1.00 2,004.08 1,983.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,091.11 13,950.90
Dolar Australia AUD 1.00 9,631.27 9,528.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.88 1,781.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,358.83 10,255.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.54 15,421.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.85 3,349.56
Yen Jepang JPY 100.00 12,976.43 12,843.77

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6193.791 6.923 667
2 Agriculture 1443.038 8.692 20
3 Mining 1476.026 1.626 50
4 Basic Industry and Chemicals 977.472 -2.356 76
5 Miscellanous Industry 1189.164 -11.910 50
6 Consumer Goods 2061.454 6.260 56
7 Cons., Property & Real Estate 518.354 8.147 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1126.422 -11.329 76
9 Finance 1301.830 3.637 90
10 Trade & Service 768.878 2.683 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 170 228 58 34.12
2 MSKY 1,250 1,560 310 24.80
3 PICO 3,500 4,310 810 23.14
4 PDES 615 735 120 19.51
5 ARKA 1,785 2,060 275 15.41
6 PCAR 1,995 2,290 295 14.79
7 POLY 60 68 8 13.33
8 BKSW 135 151 16 11.85
9 BKSL 68 76 8 11.76
10 TALF 262 292 30 11.45
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 160 120 -40 -25.00
2 MAMI 246 185 -61 -24.80
3 DEAL 210 158 -52 -24.76
4 BIPP 65 50 -15 -23.08
5 PAMG 62 50 -12 -19.35
6 KARW 79 64 -15 -18.99
7 FORZ 59 50 -9 -15.25
8 SHID 2,950 2,500 -450 -15.25
9 NIKL 428 364 -64 -14.95
10 ESIP 370 318 -52 -14.05
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,395 1,505 110 7.89
2 IPTV 525 525 0 0.00
3 TOWR 745 735 -10 -1.34
4 TCPI 5,700 5,500 -200 -3.51
5 BKSL 68 76 8 11.76
6 WSKT 1,420 1,470 50 3.52
7 TLKM 4,100 4,070 -30 -0.73
8 PSAB 240 220 -20 -8.33
9 PPRO 67 74 7 10.45
10 ESIP 370 318 -52 -14.05