Portal Berita Ekonomi Senin, 09 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:05 WIB. Tingkat Inflasi - India 4,62%, China 3,80%, Vietnam 3,52%, Brazil 3,27%, Indonesia 3,00%, Filipina 1,30%, Malaysia 1,10%, Thailand 0,21%
  • 09:55 WIB. Tingkat Pengangguran - (Brazil 11,60%), (India 8,50%), (Indonesia 5,28%), (Filipina 4,50%), (Tiongkok 3,61%), (Vietnam 2,71%), (Thailand 0,91%)
  • 09:47 WIB. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja - (Indonesia 67,49%), (Vietnam 76,60%), (Malaysia 68,70%),  (Singapura 67,70%), (Filipina 61,47%), 

Perluas Pangsa Pasar Ekspor di Jerman, Indonesia Gelar Lokakarya Kopi

Perluas Pangsa Pasar Ekspor di Jerman, Indonesia Gelar Lokakarya Kopi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Guna meningkatkan kinerja ekspor kopi Indonesia ke Jerman, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Atase Perdagangan Berlin bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) menyelenggarakan kegiatan lokakarya kopi di Jerman.

Acara lokakarya tersebut telah berlangsung pada 26—28 November 2019 di Potsdam dan Berlin, Jerman. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pelaku usaha kopi Indonesia dalam menentukan strategi memasuki pasar kopi di Jerman.

Baca Juga: Harumnya Kopi Indonesia Sampai Rusia, Tanamera Coffee Ekspor Kopi Senilai Rp2 Miliar

"Mengekspor kopi ke Eropa, khususnya ke Jerman, memiliki kompleksitas yang lebih besar dibandingkan ke negara lain. Hal tersebut mengingat konsumen di Jerman sangat mengutamakan kesehatan. Mereka mengutamakan produk kopi yang rendah kontaminan, ramah lingkungan dalam pengolahannya, dan mendistribusikan penghasilan yang wajar kepada petani," ujar Duta Besar RI sekaligus Ketua Dekopi, Anton Apriantono, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dalam lokakarya ini disebutkan bahwa kopi Indonesia menempati urutan ke-11 dan hanya memiliki pangsa pasar sebesar 1,28 persen di Jerman. Hal tersebut disebabkan sebagian besar masyarakat Jerman lebih memilih mengonsumsi kopi robusta yang harganya murah. Pilihannya jatuh pada kopi Brasil dan Vietnam. Harga yang murah menjadikan kopi dari kedua negara tersebut mendapat pangsa terbesar di Jerman.

Vietnam merupakan negara dengan produktivitas kopi terbesar yang mencapai lebih dari 3,5 ton/ha. Yang menjadi kunci tingginya produktivitas kopi dari Vietnam adalah penerapan sistem penanaman monokultur. Indonesia sendiri rata-rata hanya memiliki 400 kg/ha. Rendahnya produktivitas tersebut dikarenakan sebagian besar petani kita tidak melakukan penanaman monokultur.

"Untuk dapat bersaing, kopi arabika Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi kebersihannya pada saat pengeringan dan pengepakan. Selain itu, konsistensi tingkat kematangan dan kualitas biji harus terjaga," jelas Atase Perdagangan Berlin, Nurlisa Afrani.

Cara lain untuk meningkatkan konsumsi kopi Indonesia di Jerman adalah dengan melakukan kegiatan promosi dan edukasi konsumen.

"Salah satunya dengan menghadirkan kafe bernuansa Indonesia yang menyajikan beragam kopi Indonesia, serta memberikan insentif kepada kafe yang menyajikan kopi Indonesia. Dengan begitu, masyarakat Jerman akan lebih mengenal kopi Indonesia dan berminat mengonsumsinya," pungkas Nurlisa.

Dalam lokakarya ini, hadir sejumlah narasumber yang berasal dari berbagai asosiasi kopi di Jerman. Di antaranya perwakilan dari Asosiasi Kopi Jerman di Hamburg, Eurofins Hamburg, Fairtrade Germany Köln, Control Union Certification Germany GmbH Berlin, Elemenza Coffee Roasters Berlin, dan juga konsultan niaga-el Jerman yang memberikan paparan mengenai industri kopi global.

Baca Juga

Tag: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Dewan Kopi Indonesia (Dekopi), Ekspor, Kopi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kementan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01