Startup Banyak vs Startup Layak, Lebih Baik Mana?

Startup Banyak vs Startup Layak, Lebih Baik Mana? Kredit Foto: TechCrunch

Bertransisi ke industri 4.0, Indonesia mulai dibanjiri oleh startup. Indonesia sendiri sudah masuk lima besar di dunia dengan jumlah startup sebanyak 2.168.

Persaingan pun semakin ketat seiring dengan bertambahnya jumlah startup. Hal ini menjadi dilema antara kebutuhan akan startup di segala sektor, dengan kecemasan, apakah seluruh startup tersebut akan menjadi startup yang 

CEO Cyberwhale Solutions, startup yang bergerak di bidang jasa digitalisasi produk, Aldi Ardilo Alijoyo, menyebut bahwa pertumbuhan jumlah startup di Indonesia yang semakin meningkat adalah hal baik.

Baca Juga: Startup Ini Sebut Indonesia Bisa Buat Tech Hub Lebih Besar dari Silicon Valley

"Jadi banyaknya kuantitas startup Indonesia terbantu. Karena startup kan kalau kita develop-kan nggak gratis, jadi ada kontribusi buat Indonesia," ujarnya ketika ditemui di acara ERM Academy Risk Beyond 2019, Bali, Kamis (5/12/2019).

Menurutnya, startup tidak lepas dengan hukum alam yang ada. Dari sekian banyaknya startup, nantinya akan terseleksi dengan sendirinya.

"Dengan banyaknya startup itu, seperti hukum alam. Ibaratnya kalau kita dilempar ke dalam air, antara tenggelam atau berenang kan, jadi survive," tambahnya.

Baca Juga: Duh, Program 1000 Startup Pemerintah Dikritik Pedas. Kenapa Ya?

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Katolik Parahyangan, Tri Basuki Joewono, mengungkapkan hal senada.

"Logika saja saya sih, semakin banyak yang mau, semakin baik, karena yang mau belum tentu berhasil semua," ujarnya di acara ERM Academy Risk Beyond 2019, Bali, Kamis (5/12/2019).

Aldi juga menyebut pertumbuhan startup yang besar dengan tidak diiringi pertumbuhan jumlah pasar juga berbahaya. Namun, ia menyebut saat ini Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan yang aman, bahkan sangat bagus.

"Misal penduduk Indonesia ada 1 miliar, semuanya bikin startup, itu bahaya juga. Tapi sampai tahap ini masih sangat bagus," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini