Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

5 Fakta Kebiasaan Ngemil Orang Indonesia

5 Fakta Kebiasaan Ngemil Orang Indonesia - Warta Ekonomi

Baik orang dewasa dan anak-anak suka sekali dengan camilan. Mereka bisa memakan kudapan sebagai selingan di antara waktu makan besar.

Salah satu perusahaan makanan ringan, Mondelez International meluncurkan sebuah survei bertajuk The State of Snacking. Survei ini untuk menganalisis kebiasaan, wawasan, dan tren mencamil pada konsumen di berbagai negara.

The State of Snacking dilakukan secara daring oleh The Harris Poll untuk Mondelez International dari 16-27 September 2019. Ada 6.068 partisipas berusia 18 tahun ke atas.

Studi ini menjangkau 12 pasar, yakni Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brasil, Jerman, Britania Raya, Rusia, Cina, India, Indonesia, dan Australia. Kelompok yang dianalisis mencakup generasi centennials berusia 18-22 tahun, generasi milennial berusia 23-38 tahun, gen X berusia 39-54 tahun, boomers berusia 55-73, tahun dan generasi silent berusia 75 tahun ke atas.

President Director Mondelez Indonesia, Sachin Prasad, mengatakan pihaknya menyadari bahwa terjadi perubahan kebiasaan ngemil dengan meningkatnya urbanisasi, padatnya kesibukan, serta berubahnya keinginan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa survei tersebut bertujuan mempelajari kebiasaan konsumen dan menemukan berbagai pemahaman baru tentang peran camilan, baik fungsional maupun emosional dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

The State of Snacking menemukan potensi yang sangat besar untuk industri makanan ringan, baik secara global juga di Indonesia. Terlebih, frekuensi orang ngemil sehari-hari semakin meningkat. Berikut ini merupakan kebiassan dan tren ngemil masyarakat Indonesia.

1. Lebih banyak mengonsumsi camilan daripada makanan berat
Orang Indonesia mengonsumsi camilan lebih sering daripada makanan berat, yakni hampir tiga kali sehari, sedangkan makanan berat dikonsumsi 2,5 kali sehari. Angka mencamil orang Indonesia lebih tinggi rata-rata global.

Sebanyak 75 persen responden mengatakan makanan ringan yang gampang dikonsumsi di sela-sela aktivitas mereka lebih cocok dengan gaya hidup saat ini. Lantas, 77 persen (18 persen lebih tinggi dari rata-rata global) lebih memilih mengonsumsi makanan ringan sering di sepanjang hari daripada sesekali mengonsumsi makanan berat, bahkan 53 persen mengatakan mereka tidak memiliki waktu lagi untuk mengonsumsi makanan berat.

2. Cenderung mengonsumsi camilan di pagi hari

Orang Indonesia mengudap di waktu yang lebih pagi di antara negara-negara lainnya, yakni di antara makan pagi dan makan siang, tepatnya pukul 11.28 WIB. Hal ini terkait dengan kebiasaan bangun pagi masyarakat Indonesia.

"Di pagi hari masyarakat sudah beraktivitas, seperti beribadah dan menempuh perjalanan panjang menuju tempat kerja masing-masing," kata Sachin dalam acara pemaparan survei The State of Snacking di Jakarta, beberapa waktu lalu.

3. Camilan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan emosional dan mental

Ternyata, masyarakat Indonesia memerlukan kudapan untuk kebutuhan emosional dan mental dibandingkan sekedar mengenyangkan perut. Sebanyak 93 persen responden mengatakan, ngemil dilakukan untuk meningkatkan suasana hati.

Sebanyak 91 persen menyatakan ngemil untuk menemukan momen tenang dengan diri sendiri atau me-time dan memberikan rasa nyaman. Sementara 84 persen responden mengatakan kudapan diperlukan untuk memberikan asupan untuk tubuh.

4. Manjakan diri

Orang Indonesia juga mencamil untuk memanjakan atau menghadiahi diri sendiri (90 persen), untuk beristirahat/menenangkan diri/menghilangkan kegelisahan (90 persen), untuk merasa terhubung dengan orang lain (86 persen) dan untuk tetap merasa berenergi (86 persen).

5. Ngemil untuk meningkatkan kebersamaan

Sebanyak 86 persen responden ngemil untuk menciptakan kebersamaan dengan orang lain. Tak hanya itu, masyarakat Indonesia melihat camilan sebagai sebuah medium untuk terhubung dengan dirinya sendiri dan budayanya. Angka mencamil untuk alasan ini 23 persen lebih tinggi dari rata-rata global.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Makanan Ringan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Peter Feghali

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00