Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:18 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.760 IDR/USD.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,50% pada level 3.182.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,31% pada level 3.039.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,09% pada level 27.308.
  • 15:45 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,50% pada level 7.399.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 23.386.
  • 15:43 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,49% pada level 2.162.

Tahukah Kamu? AS Negara yang Paling Rajin Penjarakan Anak-Anak

Tahukah Kamu? AS Negara yang Paling Rajin Penjarakan Anak-Anak - Warta Ekonomi

Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling banyak memenjarakan anak-anak, termasuk lebih dari 100 ribu anak dalam tahanan terkait imigrasi, yang melanggar hukum internasional. Hal itu terungkap dalam laporan PBB.

Manfred Nowak, salah satu peneliti independen yang turut terlibat dalam penulisan laporan itu mengatakan, di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330 ribu di pusat-pusat penahanan imigrasi.

Baca Juga: HRW: Bangladesh Blokir Akses Pendidikan Anak-Anak Rohingya

Menurut Studi Global PBB tentang Anak-anak yang Tidak Mendapat Kebebasan, anak-anak hanya boleh ditahan sebagai langkah terakhir dan untuk waktu sesingkat mungkin. "AS adalah salah satu negara dengan jumlah tertinggi. Kita masih memiliki lebih dari 100 ribu anak dalam penahanan terkait migrasi di (AS)," kata Nowak dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya.

"Tentu saja memisahkan anak-anak, seperti yang dilakukan oleh administrasi Donald Trump, dari orang tua mereka dan bahkan anak-anak kecil di perbatasan Meksiko-AS, benar-benar dilarang oleh Konvensi Hak-Hak Anak. Saya akan menyebutnya perlakuan tidak manusiawi untuk orang tua dan anak-anak," sambungnya.

Dia mengatakan, AS telah meratifikasi perjanjian internasional besar, seperti yang menjamin hak-hak sipil dan politik dan melarang penyiksaan, tetapi merupakan satu-satunya negara yang tidak meratifikasi pakta tentang hak-hak anak.

"Cara mereka memisahkan bayi dari keluarga hanya untuk mencegah migrasi tidak teratur dari Amerika Tengah ke AS merupakan perlakuan tidak manusiawi, dan itu benar-benar dilarang oleh dua perjanjian," ucapnya.

Nowak menuturkan, AS menahan rata-rata 60 dari setiap 100 ribu anak dalam sistem peradilan atau tahanan terkait imigrasi. Jumlah ini merupakan yang paling tinggi di dunia, diikuti oleh negara-negara seperti Bolivia, Botswana, dan Sri Lanka.

"Meksiko, di mana banyak migran Amerika Tengah telah dikembalikan ke perbatasan AS, juga memiliki jumlah yang tinggi, dengan 18 ribu anak dalam tahanan terkait imigrasi dan 7.000 di penjara biasa," katanya.

Dia menambahkan, setidaknya 29 ribu anak-anak, terutama yang terkait dengan ISIS, ditahan di Suriah utara dan di Irak, dengan jumlah paling besar beraasl dari Prancis. Menurutnya, bahkan jika beberapa dari anak-anak ini adalah tentara anak-anak, mereka harus diperlakukan sebagai korban, bukan pelaku, sehingga mereka dapat direhabilitasi dan diintegrasikan kembali ke masyarakat.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Donald Trump, Amerika Serikat (AS), Anak-Anak

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Shelma Rachmahyanti

Foto: (Foto/Okezone)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93