Susi Pudjiastuti vs Ignasius Jonan, Keduanya Bantu Saham Garuda Mengudara!

Susi Pudjiastuti vs Ignasius Jonan, Keduanya Bantu Saham Garuda Mengudara! Kredit Foto: Antara/M Agung Rajasa

Dua tokoh Tanah Air digadang-gadang masuk ke dalam bursa pencalonan sebagai direktur utama baru bagi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pengganti Ari Askhara, yakni Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan.

Teka-teki siapakah yang pada akhirnya akan menjadi pimpinan maskapai pelat merah itu membuat mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, ikut menilai. Melalui laman pribadinya, disway.id, Dahlan mengatakan bahwa baik Susi maupun Jonan, keduanya diklaim mempunyai etos kerja yang mampu membenahi Garuda.

Baca Juga: Terdepan! Jadi Bank BUMN Pertama Pemilik Aplikasi Pinjaman Online, Saham BRI Bikin Terbelalak!

Berdasarkan kacamata Dahlan, keduanya mempunyai pengalaman yang mumpuni, di mana Jonan pernah menjadi mantan menhub dan Susi pernah berkiprah membangun Susi Air.

"Dua-duanya orang hebat. Dua-duanya juga jago dalam mengelola perusahaan. Jonan terbukti di kereta api. Susi di penerbangan. Dua-duanya juga hebat dalam menghemat biaya. Sama-sama keras dalam bersikap," tulis Dahlan dikutip pada Senin (16/12/2019).

Baca Juga: Trump Tangguhkan Bea Masuk, AS Dapat Ganjaran dari China!

Baca Juga: Cocok Mana, Jonan atau Susi yang Jadi Bos Garuda?

Di tengah proses bongkar pasang dirut yang hingga kini masih berjalan, munculnya dua nama tersebut ke dalam bursa pemilihan telah mampu membuat saham Garuda bersandi GIAA itu mengudara di pasar saham.

Melansir dari RTI, pada perdagangan awal pekan ini, Senin (16/12/2019), saham Garuda bergerak ekpansif di zona hijau. Terhitung hingga pukul 11.46 WIB, saham Garuda terbang hingga +1,41% dari level Rp500 per saham menjadi Rp505 per saham. Level tersebut sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang perdagangan sesi I.

Bursa mencatat, aktivitas perdagangan saham Garuda didominasi oleh aksi jual bersih dengan capaianĀ net sellĀ asing sebesar Rp197,62 juta. Data perdagangan saham Garuda jelang akhir sesi I meliputi 6,37 juta saham dengan frekuensi 854 kali transaksi dan nilai transaksi harian sebesar Rp3,20 miliar.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini