Portal Berita Ekonomi Kamis, 27 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:13 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,16% terhadap Poundsterling pada level 1,2926 USD/GBP.
  • 13:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,23% terhadap Euro pada level 1,0906 USD/EUR.
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,35% terhadap Yen pada level 110,04 JPY/USD.
  • 13:07 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.651 USD/troy ounce.
  • 13:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 52,76 USD/barel.
  • 13:05 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 48,07 USD/barel.
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 2,63% di akhir sesi I.

NU: Bukan Kamp Konsentrasi, Tapi Vokasi

NU: Bukan Kamp Konsentrasi, Tapi Vokasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Masduki Baidlowi, membantah dia dan rombongan mendapat suap dari pemerintah China saat mengunjungi masyarakat Muslim Uighur di Xinjiang awal tahun ini.

"Tidak ada. Tidak ada dana yang mengalir ke PB NU terkait dengan kunjungan ke Uighur," kata Masduki di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Baca Juga: Media AS Tuding Ormas Islam RI Disogok China, NU Berang

Dia mengakui rombongan ormas Islam saat kunjungan sempat dijamu pemerintah China. Namun, ia menegaskan sikap rombongan tetap objektif melihat kondisi muslim Uighur.

"Apakah kami terkesan, ya kami terkesan. Tetapi tetap ada catatan-catatan yang mendasar, yang itu mesti kami kemukakan. Kami sudah bertemu dengan Kemlu untuk menyampaikan perasaan ini pada Pemerintah China, jadi kami tidak diam," jelas Masduki.

Menurutnya, tuduhan tersebut karena dua catatan dari rombongan. Catatan tersebut adalah catatan positif dan negatif. Catatannya, karena di kawasan Uighur masih ada kelompok separatis sehingga pemerintah China melakukan indoktrinasi dan memberikan pelatihan pada masyarakat muslim Uighur.

"Tidak ada kamp konsentrasi itu. Yang dilihat adalah vokasi. Memang ada indoktrinasi. Kaya kita di sini doktrinasi Pancasila," ungkap Masduki.

"Jadi, dia diajari tentang undang-undang kenegaraan dan seterusnya. Jadi ada juga pengajaran life skill, kecakapan untuk hidup dan kalau mereka sudah lulus dari situ mereka dapat pekerjaan. Itu catatan positifnya," papar Masduki.

Catatan negatifnya, muslim Uighur memang tidak diperbolehkan melakukan ibadah di tempat pelatihan. Itu karena pemerintah China beralasan undang-undang telah menentukan untuk beribadah di tempat peribadatan yang sudah disediakan.

"Sebenarnya itu yang harus dikompromikan, sebenarnya bisa melakukan peribadatan tidak di tempat ibadah. Misalnya, kalau salat kan bisa salat jamak, bisa dilakukan. Dan di waktu istirahat kan itu bisa dilaksanakan. Itulah yang tidak diperoleh dan itu yang diperlukan oleh teman-teman kita muslim Uighur di sana," papar Masduki.

Menurutnya, dua catatan yang melihat kondisi dari dua sisi itulah menjadi masalah. Karena, dengan tidak sejalan dengan pandangan Amerika Serikat, dianggap corong China. Namun, bila sejalan, dianggap corong Amerika.

"Jadi kita mesti berimbang melihat persoalan. Di sinilah ya tidak dilihat Amerika dan ketika kami memandang secara berimbang seperti itu, karena berbeda degan pandangan pandangan darat sekan akan kami disogok," ujarnya.

Masduki menegaskan, rombongan Indonesia objektif menilai semua tanpa intervensi dan berpihak pada Amerika maupun China.

"Prinsip itu yang harus kami tegakkan. Saya kira Muhammadiyah, NU, MUI seluruh umat Islam Indonesia saya kira sama perasaannya, satu kata buat kita, bagaimana agar muslim Uighur hak dasarnya dipenuhi. Saya kira itu. Karena itu prinsip," tutup Masduki.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Nahdlatul Ulama (NU), ormas, Muslim Uighur, China (Tiongkok), Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Wahyu Putro A

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,754.92 3,716.77
British Pound GBP 1.00 18,203.22 18,019.30
China Yuan CNY 1.00 2,007.16 1,986.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,088.09 13,947.91
Dolar Australia AUD 1.00 9,231.93 9,138.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,083.81 9,981.33
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,368.70 15,212.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,340.78 3,303.63
Yen Jepang JPY 100.00 12,779.47 12,648.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5688.921 -98.217 682
2 Agriculture 1230.779 -23.913 22
3 Mining 1402.777 -23.300 49
4 Basic Industry and Chemicals 791.444 -35.759 77
5 Miscellanous Industry 1067.889 -25.555 51
6 Consumer Goods 1843.503 -29.859 57
7 Cons., Property & Real Estate 438.943 -4.407 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 985.939 -17.899 78
9 Finance 1305.191 -16.460 92
10 Trade & Service 682.239 -6.511 168
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 143 190 47 32.87
2 NELY 110 139 29 26.36
3 PDES 725 850 125 17.24
4 SOSS 382 444 62 16.23
5 INPP 810 940 130 16.05
6 IBST 6,000 6,900 900 15.00
7 GHON 1,355 1,550 195 14.39
8 EPMT 2,000 2,270 270 13.50
9 HDIT 515 580 65 12.62
10 MYTX 50 56 6 12.00
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 100 75 -25 -25.00
2 ALDO 470 362 -108 -22.98
3 SINI 960 750 -210 -21.88
4 PURE 184 144 -40 -21.74
5 JSKY 154 127 -27 -17.53
6 ITIC 1,910 1,605 -305 -15.97
7 PORT 595 505 -90 -15.13
8 ECII 1,000 850 -150 -15.00
9 DIGI 1,990 1,700 -290 -14.57
10 TAMA 484 414 -70 -14.46
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 870 855 -15 -1.72
2 TLKM 3,590 3,510 -80 -2.23
3 MNCN 1,350 1,270 -80 -5.93
4 BBRI 4,500 4,480 -20 -0.44
5 BBCA 32,650 32,100 -550 -1.68
6 JSKY 154 127 -27 -17.53
7 AYLS 69 70 1 1.45
8 BMRI 7,800 7,650 -150 -1.92
9 HMSP 1,860 1,785 -75 -4.03
10 ANTM 660 630 -30 -4.55