Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:12 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 16.495 IDR/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,84% pada level 23.280.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,69% pada level 2.780.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,42% pada level 2.450.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,64% pada level 5.489.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,37% pada level 17.818.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,34% pada level 1.724.

Proyeksi BI: Pertumbuhan Ekonomi 2019 Tembus Angka. . .

Proyeksi BI: Pertumbuhan Ekonomi 2019 Tembus Angka. . . - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan pada 2019 sekitar 5,1% karena didorong oleh konsumsi rumah tangga, ekspansi fiskal, dan perbaikan kinerja ekspor.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2019 didorong oleh faktor musiman. Pada triwulan IV biasanya konsumsi rumah tangga dan ekspansi fiskal akan meningkat. Begitu juga dengan investasi bangunan hingga berlanjut di beberapa investasi nonbangunan yang juga membaik.

"Perkembangan terkini menunjukkan keyakinan konsumen meningkat bersamaan dengan pola musiman jelang akhir tahun sehingga dapat menopang konsumsi rumah tangga tetap baik," ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Baca Juga: Ekonomi China Diprediksi Nyungsep di Bawah 6%, Gerindra: Indonesia Piye?

Ia mengatakan perbaikan ekspor antara lain dipengaruhi naiknya ekspor pulp, waste paper, dan serat tekstil ke Tiongkok, masih kuatnya ekspor besi baja ke Tiongkok dan Asean, serta berlanjutnya ekspor kendaraan bermotor ke Asean dan Arab Saudi.

Di sisi lain, lanjut dia, investasi mulai tercatat meningkat di beberapa daerah, seperti di Sulawesi terkait hilirisasi nikel, dan diperkirakan akan terus meningkat dengan sejumlah kebijakan transformasi ekonomi yang ditempuh pemerintah, dan mulai meningkatnya keyakinan dunia usaha. Investasi bangunan juga terus membaik didorong peningkatan kegiatan konstruksi.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2019 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan 2019 dapat mencapai sekitar 5,1%, dan meningkat dalam kisaran 5,1-5,5% pada 2020," tambahnya.

Baca Juga: Ekonomi China Merosot, Gawat! Gerindra Bilang Rupiah Bisa Anjlok ke...

Sebelumnya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2019 hanya tumbuh 5,07%. Proyeksi tersebut didasarkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2019 yang diprediksi hanya mencapai 5,15%.

"Kalau di triwulan terakhir mungkin kita akan optimis sehingga estimasi kita masih tumbuh 5,15%. Tapi kalau secara umum, proyeksi 2019 tidak lebih dari 5,07%," kata Kepala Pusat Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho.

Dari sisi inflasi akan berada pada kisaran 2,9% pada 2019 dan akan mengalami kenaikan di 2020 pada level 3,15%.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4531.685 65.648 687
2 Agriculture 924.089 9.599 22
3 Mining 1194.094 19.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 601.298 24.602 78
5 Miscellanous Industry 736.578 21.582 51
6 Consumer Goods 1704.035 64.759 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.391 -2.538 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 802.387 12.629 79
9 Finance 971.863 -0.770 92
10 Trade & Service 594.509 3.064 170
No Code Prev Close Change %
1 SOCI 85 114 29 34.12
2 HKMU 73 94 21 28.77
3 ELSA 141 181 40 28.37
4 SAMF 218 272 54 24.77
5 ARTO 915 1,140 225 24.59
6 DUCK 442 550 108 24.43
7 MPRO 925 1,135 210 22.70
8 RAJA 86 104 18 20.93
9 CARS 50 60 10 20.00
10 GWSA 82 98 16 19.51
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 400 372 -28 -7.00
2 AGII 505 470 -35 -6.93
3 POLL 10,150 9,450 -700 -6.90
4 ENVY 131 122 -9 -6.87
5 GEMA 350 326 -24 -6.86
6 NASA 234 218 -16 -6.84
7 AMAN 234 218 -16 -6.84
8 MAPA 1,830 1,705 -125 -6.83
9 SSIA 410 382 -28 -6.83
10 LAND 498 464 -34 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,930 2,870 -60 -2.05
2 REAL 57 61 4 7.02
3 MNCN 900 1,000 100 11.11
4 PAMG 114 107 -7 -6.14
5 BBCA 27,400 27,050 -350 -1.28
6 TELE 118 140 22 18.64
7 PURA 77 75 -2 -2.60
8 ISSP 148 146 -2 -1.35
9 TLKM 3,100 3,130 30 0.97
10 BBNI 3,680 3,850 170 4.62