Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. IDR/USD - 16.337 (30/3), 16.310 (31/3), 16.450 (1/4), 16.475 (2/4), 16.425 (3/4).
  • 11:37 WIB. CNY/USD - 7,1003 (30/3), 7,0825 (31/3), 7,1001 (1/4), 7,0841 (2/4), 7,0928 (3/4).
  • 11:35 WIB. JPY/USD - 107,82 (30/3), 107,54 (31/3), 107,17 (1/4), 107,92 (2/4), 108,46 (3/4).
  • 11:33 WIB. USD/GBP - 1,2418 (30/3), 1,2420 (31/3), 1,2378 (1/4), 1,2394 (2/4), 1,2262 (3/4).
  • 11:31 WIB. USD/EUR - 1,1048 (30/3), 1,1031 (31/3), 1,0964 (1/4), 1,0858 (2/4), 1,0809 (3/4).

Japek Elevated Macet, Menhub Malah Ngomomin Martabak

Japek Elevated Macet, Menhub Malah Ngomomin Martabak - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek banyak diprotes masyarakat karena macet yang tejadi saat puncak arus mudik natal beberapa hari lalu. Tak sedikit masyarakat yang menyalahkan pemerintah.

 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kemacetan yang tejadi di jalan tol layang Jakarta - Cikampek murni karena euforia masyarakat yang ingin merasakan lewat jalan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut. Bahkan jumlah pengguna yang melewati jalan tol tersebut diatas ekspektasi.

 

"Japek saya pikir sejauh ini baik. Kalaupun kemaren terjadi suatu lonjakan karena memang euforia atau ekspektasi orang untuk menggunakan itu tinggi sekali," ujarnya saat ditemui di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019).

 

Baca Juga: Tol Japek Elevated II Bergelombang, Makannya Jangan Ngebut Ya?

 

Budi pun lantas meminta masyarakat tidak bisa menyalahkan pemerintah. Dirinya pun mengibaratkan adanya jalan tol layang Jakarta-Cikampek ini seperti menjual martabak.

 

"Euforia orang bareng bareng ke sana. Kaya contohnya tadi saya jual martabak, martabaknya enak, saya promosikan terus pada datang, martabaknya habis masa dibilang gagal kan enggak," kata Budi.

 

Lagi pula lanjut Budi, secara keseluruhan evaluasi dari jalan tol layang Jakarta-Cikampek memiliki banyak keberhasilan yang patut di apresiasi. Karena saat ini waktu tempuh dari Jakarta menuju Bandung ataupun sebaliknya hanya 3 jam saja. 

 

Baca Juga: Ngebut di Japek, Polisi Bakal Kasih Tilang

 

"Mengapa saya katakan bagus? Karena sekarang ini rata-rata Jakarta Bandung sekarang sudah 3 jam 3,5 jam sebelumnya 4 jam. Lebih banyak yang mengatakan oke. Bahwasanya masih ada banyak kekurangan ya kita memperbaiki sama sama," kata Budi.

 

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu pun berjanji akan melakukan evaluasi yang terkait dengan kekurangan yang menjadi masukan masyarakat. Misalnya dari sisi kepadatan, dirinya akan membatasi jumlah kendaraan yang naik.

"Jadi kita evakuasi kita improve kekurangan-kekurangan insya Allah dalam waktu tiga bulan ini akan selesai sehingga menjadi baik," jelasnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Budi Karya Sumadi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80