Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.734 USD/barel.
  • 22:39 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,00 USD/barel.
  • 22:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,71 USD/barel.

OPM Klaim Bunuh 13 Prajurit, TNI: Tidak Benar!

OPM Klaim Bunuh 13 Prajurit, TNI: Tidak Benar!
WE Online, Jakarta -

TNI membantah pernyataan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Gusby Waker yang mengklaim pihaknya berhasil membunuh 13 prajurit TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di Utigapa. Pernyataan tersebut tak benar dan dianggap propaganda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.

Kapuspen TNI, Mayjend TNI Sisriadi, mengatakan bahwa di era digital institusi TNI tak mungkin menutup-nutupi informasi. Ia menegaskan TNI bukan organisasi liar seperti KKB. Kata dia, TNI adalah organisasi besar yang dikelola dengan sistem manajemen modern yang terpadu.

Baca Juga: TNI-Polri Teguhkan Jaga Stabilitas dan Kekayaan Negara 

"Data individu personel TNI dicatat secara tertib. Perubahan data dilakukan secara periodik sehingga pimpinan TNI dapat mengetahui kondisi setiap prajurit yang termutakhir (up to date)," kata Sisriadi dalam keterangannya, Minggu (22/12/2019).

Dia menambahkan, data yang terus diperbarui tersebut meliputi data pribadi dan data keluarga. Lalu, pangkat, Nomor Registrasi Prajurit (NRP), pendidikan, jabatan, data penugasan, serta data lainnya.  Begitupun data riwayat kesehatan yang juga tercatat dengan rapi.

"Apabila seorang prajurit meninggal dunia, datanya dicatat untuk proses pengurusan pembayaran hak-hak ahli waris serta untuk keperluan penyusunan sejarah dan doktrin," katanya.

Menurut Sisriadi, setiap pimpinan TNI di semua tingkatan tak mungkin menyembunyikan data prajuritnya yang meninggal dunia. Hal ini baik di asrama, di rumah sakit, apalagi prajurit yang gugur di medan tugas pertempuran. Berbeda dengan KKB di Papua yang sangat mungkin menyembunyikan data.

"Kalau KKB, sangat mungkin menyembunyikan data tentang anggota mereka. Sebagaimana kita ketahui bersama, mereka adalah organisasi liar yang tidak punya data keanggotaan, asal-usul, dan keluarganya tidak jelas," ujarnya.

Sisriadi juga mengatakan, OPM bisa saja menyembunyikan identitas anggota yang tewas dalam kontak dengan Satgas Penegakan Hukum. Namun, manuver KKB selalu menuduh Satgas Penegakan Hukum membantai rakyat jika ada anggota mereka yang terbunuh dalam kontak senjata. Opini itulah yang selalu mereka ulang-ulang.

"Dapat dipastikan bahwa pernyataan Gusby Waker tentang korban TNI oleh KKB adalah berita bohong dan merupakan bentuk propaganda. Kalau ada media yang memublikasikan kebohongan itu tanpa konfirmasi ke institusi TNI, profesionalitas jurnalistiknya patut dipertanyakan," ujarnya.

Fakta yang sebenarnya, lanjut Sisriadi, adalah puluhan anggota OPM yang tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Penegakan Hukum tidak bisa terlaporkan karena tidak bisa diidentifikasi.

"Negara masih membuka pintu lebar-lebar bagi anggota KKB yang mau menyerahkan diri secara damai seperti rekan-rekannya yang sudah turun dan ikut membangun keluarga, bangsa, dan negara," tutupnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Tentara Nasional Indonesia (TNI), organisasi papua merdeka - opm

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Asep Fathulrahman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43