Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:58 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Yuan pada level 6,9874 CNY/USD
  • 08:57 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,05% pada level 13.667 IDR/USD
  • 08:56 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,14% pada level 2.979
  • 08:56 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,93% pada level 27.699 
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,18% di awal sesi I.
  • 08:17 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,31% pada level 3.203
  • 07:58 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 109,82 JPY/USD
  • 07:57 WIB. Valas - DollarAS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2999 USD/GBP
  • 07:57 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,0827 USD/EUR
  • 07:56 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 57,67 USD/barel
  • 07:55 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 51,90 USD/barel
  • 07:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.585 USD/troy ounce
  • 07:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,52% pada level 23.354
  • 07:31 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,56% pada level 2.229

Dari Ojek, Antar Makanan, Kini Perbankan. Grab Rencana Jadi Bank Digital

Dari Ojek, Antar Makanan, Kini Perbankan. Grab Rencana Jadi Bank Digital - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Decacorn asal Singapura, Grab, akan mengajukan permohonan untuk lisensi perbankan digital di Singapura. Perusahaan telah mengonfirmasi kabar tersebut karena melihat bisnis keuangan sebagai pendorong pertumbuhan di masa depan dilansir dari Nikkei Asian Review, Senin (23/12/2019).

Jika Grab berhasil mendapatkan lisensi, konsumen serta usaha kecil dan menengah akan memiliki akses ke deposito, pinjaman, dan layanan keuangan lainnya yang merupakan langkah besar menjadi perusahaan teknologi terkemuka di Asia Tenggara.

Baca Juga: Waduh!! Grab Disuruh Bayar Denda Sama Regulator Filipina, Ternyata Langgar Aturan Ini . . . .

Dalam sebuah wawancara dengan Nikkei Asian Review, Sabtu, Reuben Lai, Kepala Grab Financial Group, unit keuangan milik Grab berkata, "Kami akan mengajukan permohonan lisensi perbankan digital di Singapura." Hal itu akan dilakukan sebelum batas waktu pengiriman 31 Desember.

"Lisensi perbankan membuka lebih banyak peluang bagi kami untuk meluncurkan lebih banyak layanan untuk melayani pelanggan kami," ujar Lai. "Grab Financial Group adalah pilar utama pertumbuhan bagi Grab dan bagi kami untuk mendapatkan lisensi perbankan akan memperkuat posisi kami sebagai ekosistem fintech terbesar di Asia Tenggara," tambahnya.

Bank sentral Singapura akan menerbitkan hingga lima lisensi perbankan digital yakni dua lisensi bank penuh dan tiga lisensi bank induk untuk memajukan liberalisasi sektor perbankan. Grab akan mengajukan lisensi bank penuh yang akan memungkinkan pemegang lisensi untuk menawarkan layanan kepada pelanggan ritel dan non-ritel, kata Lai.

"Apa yang ingin kami lakukan dengan lisensi perbankan adalah untuk membawa lebih banyak transparansi, aksesibilitas lebih kepada para pengguna," kata Lai.

"Ini tentang bagaimana kami memungkinkan pengguna di Singapura untuk mengalami perbankan dengan cara yang sangat mulus, sangat mudah digunakan, dan mereka tidak perlu khawatir tentang biaya tersembunyi," tambahnya.

Dia tidak memberikan rincian rencana seperti tingkat bunga deposito.

Dengan lusinan pihak yang tertarik pada lisensi baru, Grab akan bersaing dengan startup fintech lainnya dan perusahaan yang sudah mapan, di mana model bisnis yang berkelanjutan dan proposisi nilai berada di antara kriteria seleksi.

"Saya pikir kita diyakini sebagai pelari terdepan dalam hal ini," ucap Lai

Didirikan pada 2012, Grab telah mendiversifikasi bisnisnya dari ride hailing ke pengiriman makanan ke layanan keuangan. Saat ini menawarkan layanan keuangan di Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Menjadi ekonomi paling maju di kawasan ini, pasar perbankan Singapura terlihat sudah dipenuhi oleh para pemain yang ada. Namun, Lai menekankan masih ada "kantong-kantong kebutuhan yang tidak terpenuhi," mengutip usaha kecil dan menengah dan "pekerja gig ekonomi", seperti driver ojek online dan staf pengiriman makanan.

Lai mengatakan Grab akan mencari peluang perbankan di negara-negara Asia Tenggara lainnya yang berencana mengikuti Singapura untuk memungkinkan non-bank menjadi bank virtual.

"Tidak mengherankan bahwa ada minat pada regulator di seluruh wilayah ... Jika ada kesempatan, kami akan senang untuk berpartisipasi," katanya kepada Nikkei Asian Review, Senin (23/12/2019).

Otoritas Moneter Singapura dijadwalkan mengumumkan para pemegang lisensi pada pertengahan 2020. Terlepas dari hasil aplikasi lisensi perbankan, Grab akan meluncurkan layanan manajemen aset finansial yang akan memungkinkan pengguna dan pedagang mitra melakukan investasi kecil dengan menggunakan saldo pada akun Grab mereka. Ini akan diluncurkan pada paruh pertama tahun depan, dimulai di Singapura, menurut Lai.

Grab saat ini didukung oleh SoftBank, Toyota Motor, Uber Technologies, dan Microsoft sebagai pemegang saham utama. Ini membuat Grab menjadi startup bernilai US$14,3 miliar, menurut CB Insights.

Baca Juga

Tag: Grab, Digital Economy, Startup, Financial Technology (Fintech)

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: KR Asia

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,669.24 3,632.53
British Pound GBP 1.00 17,955.97 17,775.94
China Yuan CNY 1.00 1,972.52 1,952.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,761.47 13,624.54
Dolar Australia AUD 1.00 9,255.96 9,162.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,771.76 1,754.11
Dolar Singapura SGD 1.00 9,899.63 9,800.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,917.43 14,767.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,328.85 3,292.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,530.93 12,403.99
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5867.523 0.578 682
2 Agriculture 1295.344 1.210 22
3 Mining 1412.579 2.722 49
4 Basic Industry and Chemicals 859.155 2.813 77
5 Miscellanous Industry 1075.455 -0.736 51
6 Consumer Goods 1905.760 -1.806 57
7 Cons., Property & Real Estate 452.187 5.208 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.798 -5.088 78
9 Finance 1339.874 0.637 92
10 Trade & Service 700.446 -3.960 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 105 178 73 69.52
2 ERTX 111 140 29 26.13
3 AYLS 284 354 70 24.65
4 SSTM 382 476 94 24.61
5 MREI 4,200 5,225 1,025 24.40
6 GLOB 274 340 66 24.09
7 KOIN 115 135 20 17.39
8 SHID 3,400 3,930 530 15.59
9 STTP 5,800 6,600 800 13.79
10 TFAS 117 131 14 11.97
No Code Prev Close Change %
1 MINA 164 108 -56 -34.15
2 OCAP 191 126 -65 -34.03
3 YPAS 498 374 -124 -24.90
4 AKSI 480 362 -118 -24.58
5 NZIA 488 380 -108 -22.13
6 TOPS 86 67 -19 -22.09
7 LUCK 570 456 -114 -20.00
8 ITIC 2,750 2,300 -450 -16.36
9 BRAM 4,960 4,260 -700 -14.11
10 INRU 720 625 -95 -13.19
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 885 880 -5 -0.56
2 LUCK 570 456 -114 -20.00
3 BHIT 63 62 -1 -1.59
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 KPIG 126 127 1 0.79
6 TLKM 3,640 3,610 -30 -0.82
7 DADA 173 151 -22 -12.72
8 TCPI 6,450 6,675 225 3.49
9 MNCN 1,505 1,505 0 0.00
10 BBRI 4,550 4,470 -80 -1.76