Gak Patah Arang! Alasan Shin Tae-Yong untuk Terima Tawaran PSSI Menggugah Hati!

Gak Patah Arang! Alasan Shin Tae-Yong untuk Terima Tawaran PSSI Menggugah Hati! Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Pelatih baru tim nasional Shin Tae-Yong mengaku bersedia melatih Indonesia karena percaya masih ada harapan.

"Saya terima tawaran dari PSSI karena meski dalam lima pertandingan terakhir timnasnya selalu kalah, walaupun banyak kekurangan juga, tapi masih ada harapan-harapan untuk ke depan," kata mantan pelatih timnas Korea Selatan itu saat diperkenalkan oleh PSSI di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12/2019).

Baca Juga: Hal Ini yang Harus Dibenahi Shin Tae-yong pada Timnas Indonesia, Kalau Berhasil Top!

Shin juga meyakini Indonesia memiliki pemain-pemain berkualitas bagus yang dia lihat sendiri sewaktu timnas Korsel U-22 yang saat itu dilatihnya, menghadapi Indonesia pada 2015.

Shin mengaku kagum kepada keramahan orang Indonesia yang dia rasakan langsung saat masih bermain untuk Seongnam Ilhwa Chunma melawan Persib Bandung pada Liga Champions Asia 1995.

Mengenai target terdekat, Shin dibebani misi memenangkan semua sisa laga Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia Grup G. Shin yang juga akan membantu timnas U-22, U-19, dan U-16 akan mengalihkan fokus pada persiapan timnas untuk Piala Dunia U-20 pada 2022.

Baca Juga: Akan Pimpin Timnas 4 Tahun ke Depan, Shin Tae-yong Minta Masyarakat Beri Semangat

Shin berjanji untuk berusaha semaksimal mungkin meloloskan Indonesia dari fase grup.Dalam menjalankan tugasnya, Shin akan dibantu sejumlah asisten asal Indonesia.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan hal itu ditempuh karena para pelatih lokal memiliki lebih banyak pengetahuan tentang budaya pemain Indonesia.

Namun, Mochamad yang akrab disapa Iwan Bule itu menolak mengumumkan para pelatih lokal yang akan membantu Shin. Dia juga menolak menyebutkan nilai kontrak Shin dan hanya menyatakan PSSI mampu membayar kontrak pelatih yang pernah membawa Korsel menaklukkan Jerman pada fase grup Piala Dunia 2018 itu.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini