Jelang Akhir Tahun, Manajemen SKK Migas Pantau Lifting di KKKS Chevron Pacific Indonesia

Jelang Akhir Tahun, Manajemen SKK Migas Pantau Lifting di KKKS Chevron Pacific Indonesia Kredit Foto: SKK Migas

Jelang tahun baru, SKK Migas mengunjungi Dumai, Provinsi Riau guna mengawasi proses produksi minyak siap jual (lifting) ke PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Dalam kunjungan itu, manajemen SKK Migas direpresentasikan oleh Wakil Kepala Fatar Yani Abdurrahman dan Kepala SKK Migas Sumbagut, Avicenia Darwis.

Menurut Fatar, kunjungan di akhir tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena pimpinan SKK Migas turun langsung untuk memastikan lifting berjalan secara optimal dan sesuai target yang sudah ditetapkan.

Baca Juga: SKK Migas Ajak Industri Penunjang Hulu Migas Terlibat Proyek Masela, Potensinya Rp73 T

"Saya bangga, pencapaian lifting tahun ini lebih bagus dan tahun depan pencapaian diharapkan lebih bagus lagi, dan target APBN dapat terpenuhi bahkan dapat dilampaui," kata Fatar dalam keterangan resminya.

Berdasarkan pernyataannya, Chevron Pacific Indonesia saat ini mengelola lapangan cukup besar dengan rata-rata produksi 12 miliar barel per tahun. Lebih lanjut, CPI merupakan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) terbesar nomor dua untuk sektor perminyakan. Bahkan, potensi cekungan migasnya dinilai masih signifikan untuk menjadi penopang produksi migas nasional dalam jangka panjang. Karena itulah, Fatar menyampaikan, "Untuk itu, SKK Migas memberi perhatian khusus supaya operasional CPI, termasuk pelaksanaan lifting, berjalan dengan baik."

Per Jumat (20/12/2019), Terminal Dumai sudah melakukan lifting hingga 203 kali, dengan 181 pengapalan domestik dan 22 pengapalan ekspor. Proses tersebut menggunakan pipa hingga 571 kali. Sekadar informasi, CPI bakal melakukan lifting lagi pada 26-31 Desember 2019, menggunakan 5 kapal yang memiliki kapasitas hingga 1.128 MB, melalui pipa mencapai 634 MB.

Berdasarkan estimasi SKK Migas, total lifting yang bisa dilaksanakan oleh CPI tahun ini akan mencapai sekitar 190 ribu BOPD, sekitar 99,9% dari produksi yang mencapai angka 190.1 ribu BOPD. Sementara, sampai 30 November lalu, CPI sudah melaksanakan manajemen tangki untuk reduksi deadstock.

Hasilnya, terjadi penurunan deadstock sebesar 57,9 MB pada 2019, berkurang daripada tahun lalu yang mencapai 790,6 MB. Hal itu tentu dapat menambah volume lifting CPI pada tahun ini sesuai dengan pernyataan dari Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher.

Lantas, bagaimana kira-kira proyeksi pelaksanaan lifting di Terminal Dumai pada 2020? Jawabannya, akan makin baik. Apalagi, dengan adanya integrasi proses operasi menggunakan IOC (integrated operation center) yang dikembangkan oleh SKK Migas. Prosesnya kini mencakup empat module, terdiri dari: produksi/lifting, PIMS, Vessel Tracking System, Real Time Drilling & Maintenance.

CPI Dukung Target Lifting Nasional

VP Operation PT CPI, Nurhasan menyampaikan dukungan perusahaan untuk meraih target lifting nasional dengan aman, selamat, dan andal melalui CPM (program comprehensive pipeline maintenance). Program itu bertujuan memitigasi risiko kebocoran pipa air serta menghindari potensi penghentian produksi yang disebabkan oleh peristiwa tidak wajar, seperti congeal (mengental), asap, dan banjir melalui pemantauan dan pencegahan.

"Selain itu, PT CPI bekerja sama dengan aparat keamanan RI dengan giat menjalankan program bersama demi mengurangi potensi kehilangan produksi karena pencurian minyak mentah (illegal tapping) serta kerja sama terkait fasilitas lainnya," lanjut Nurhasan.

Pada kunjungan kali ini, manajemen SKK Migas memeriksa langsung fasilitas Pelabuhan Minyak Dumai, Tank Farm, Central Pump Station, dan Dumai Oil Terminal Control System (DOTCS). Perlu diketahui, seluruh fasilitas itu menggunakan sistem otomatisasi komputer yang mengontrol aliran minyak mentah ke tangki penyimpanan, lalu memompanya ke kilang Pertamina/tanker di dermaga.

Tangki penyimpan yang dikelola PT CPI berjumlah 16 unit dan memiliki kapasitas total 5,1 juta barel. Selain minyak PT CPI, tangki ini juga menyimpan minyak dari KKKS Riau lainnya yaitu BOB PT BSP-Pertamina  Hulu, SPR Langgak & Pertamina Hulu Energi Siak.

Kedatangan Manajemen SKK Migas di Dumai disambut oleh Manajemen Chevron Indonesia, yang terdiri atas VP Operation, Nurhasan dan General Manager Sumatera Maintenance, Bramantyo Prakoso. Sebelumnya, di hari yang sama manajemen SKK Migas juga melakukan pertemuan dengan dengan Direktur Eksekutif Chevron Pacific Indonesia, Donald R Stelling, di Rumbai, Pekanbaru Riau.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini