Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:36 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka negatif 0,94% pada level 2.417.
  • 10:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,31% pada level 2.743.
  • 10:34 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,85% pada level 17.911.
  • 10:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,03% pada level 1.702.
  • 10:18 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,34% pada level 23.006.
  • 09:14 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 4,41% pada level 2.470.
  • 09:13 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 4,44% pada level 20.943.
  • 09:11 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 4,41% pada level 7.360.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG trekoreksi 1,30% di awal sesi I.

Wajah Baru Perbankan Lewat Sistem Keamanan Berbasis Wajah

Wajah Baru Perbankan Lewat Sistem Keamanan Berbasis Wajah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Industri perbankan selama ini selalu identik dengan proses transaksi yang sangat detil, rigid, kompleks dan dilengkapi dengan sistem keamanan yang berlapis. Tapi kini masyarakat telah demikian akrab dengan berbagai layanan yang serba praktis, simpel, mudah dan mengedepankan kenyamanan. Lalu, bagaimana respons perbankan dalam menyikapinya?

 ***

Reyhan masih bermalas-malasan. Hari mulai beranjak siang. Namun, dia masih enggan beranjak dari ruko tempatnya membuka usaha, di Kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur. Sembari rebahan, jemari Reyhan mulai sibuk menari-nari di atas layar ponsel yang digenggamnya. Bukan. Dia bukan sedang bermain mobile legend (ML) atau memesan makan siang lewat layanan antar ojek online (ojol). Yang sedang dilakukan Reyhan adalah membuka rekening baru Digibank, produk digital banking milik Bank DBS Indonesia.

Tak sampai satu jam, ada seorang petugas berkemeja rapi datang menghampiri. "Silakan masuk," ujar Reyhan. Lelaki itu adalah petugas lapangan DBS yang sengaja mendatangi calon nasabah secara langsung untuk melakukan berbagai prosedur pembukaan rekening baru sebagaimana diatur dalam prinsip Know Your Customer (KYC) yang telah dtentukan oleh otoritas/regulator.

Baca Juga: Perbankan dalam Pembiayaan Iklim: Antara Prestasi dan Rapor Merah

Proses janjian antara Reyhan dengan petugas itu sama persis dengan cara yang digunakan ojek online dalam berinteraksi dengan pelanggannya. Berikutnya, beragam berkas identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) cukup difoto menggunakan ponsel si petugas. Tanda tangan calon nasabah pun dibubuhkan lewat ponsel menggunakan stylus pen. Hanya dalam waktu kurang dari 10 menit saja, semua proses telah usai dan Reyhan pun sudah memiliki rekening barunya.

Pembukaan rekening baru dengan sistem "jemput bola" seperti yang dilakukan DBS merupakan salah satu pioneer produk rekening digital di pasar perbankan Indonesia. Bersama Jenius yang juga dikeluarkan oleh PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), kedua produk itu bahkan bisa dianggap menjadi salah satu alasan awal bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga pada Agustus 2018 lalu merasa perlu menerbitkan Peraturan Nomor 12/POJK.03/2018 tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum.

"Kalau soal electronic channel saat ini sudah ada 80 bank, dan itu bentuknya digital banking. Tapi yang sudah benar-benar menerapkan secara menyeluruh memang baru dua, yaitu dari BTPN dan DBS. Beberapa masih proses. Ini yang akan terus kami dorong," ujar Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Antonius Hari, beberapa saat usai penerbitan.

Dan benar saja. Sejak saat itu, satu per satu perbankan besar mulai mengikuti jejak DBS dan BTPN dengan meluncurkan rekening digitalnya masing-masing. Sebut saja PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank CIMB NIaga Tbk, kini tengah getol memperkenalkan produk rekening digitalnya di masyarakat. Sasarannya tentu saja kalangan masyarakat kekinian yang lebih akrab disebut sebagai generasi milenial.

"Sebagian besar nasabah yang membuka rekening digital, itu sekitar 80 persen dari total pembukaan rekening digital, adalah datang dari kalangan milenial," ujar Kepala Divisi Product Management BNI, Donny Bima, awal bulan ini.

Prudensialitas

Dengan telah dilengkapi oleh peraturan OJK terbaru, penggunaan produk rekening digital di masyarakat menjadi kian familiar. Kini, seperti halnya yang dilakukan oleh Reyhan, proses pembukaan rekening bank bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah dan nyaman. Nasabah tidak perlu lagi secara fisik datang ke bank dan lalu mengisi belasan lembar form secara manual dengan deretan pertanyaan rumit dan menyelidik. Semua proses kini dibuat semudah dan sesimpel mungkin, dengan waktu proses yang relatif sangat singkat.

Namun, dengan sekian lompatan kemudahan yang telah terjadi, pertanyaan mendasar kembali muncul terkait permasalahan keamanan alias prudensialitas yang selama ini telah menjadi "jargon" sekaligus kekuatan utama perbankan dibanding lembaga-lembaga jasa keuangan lain.

"Karena sebenarnya form bertumpuk yang harus kita isi saat membuka rekening itu gunanya untuk apa sih? Saya yakin customer service yang melayani kita juga kalau boleh memilih juga nggak mau berlama-lama melayani satu calon nasabah. Lalu apa pentingnya? Jawabannya ya hanya satu: faktor keamanan," ujar Co-Founder sekaligus Chief Technology Officer (CTO) Nodeflux, Faris Rahman, saat ditemui di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Artificial Intelligence, Digital Economy, Perbankan, Nodeflux, PT Bank DBS Indonesia

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Taufan Sukma

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,382.32 4,336.42
British Pound GBP 1.00 20,417.60 20,206.27
China Yuan CNY 1.00 2,329.85 2,305.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,495.07 16,330.94
Dolar Australia AUD 1.00 10,106.53 10,001.07
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.41 2,106.16
Dolar Singapura SGD 1.00 11,590.13 11,470.77
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,164.37 17,982.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,838.74 3,786.45
Yen Jepang JPY 100.00 15,300.13 15,145.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4466.037 -72.893 687
2 Agriculture 914.490 -13.968 22
3 Mining 1175.076 -9.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 576.696 -3.566 78
5 Miscellanous Industry 714.996 -18.031 51
6 Consumer Goods 1639.276 -19.862 57
7 Cons., Property & Real Estate 328.929 -9.482 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.758 -15.676 79
9 Finance 972.633 -17.041 92
10 Trade & Service 591.445 -10.829 170
No Code Prev Close Change %
1 YULE 160 216 56 35.00
2 SAMF 162 218 56 34.57
3 ISSP 110 148 38 34.55
4 ACST 232 290 58 25.00
5 DUCK 354 442 88 24.86
6 ARTO 735 915 180 24.49
7 DAYA 392 466 74 18.88
8 TALF 242 278 36 14.88
9 GDST 51 58 7 13.73
10 KREN 266 300 34 12.78
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 100 93 -7 -7.00
2 SMRA 400 372 -28 -7.00
3 CASA 430 400 -30 -6.98
4 MIKA 2,150 2,000 -150 -6.98
5 PSGO 115 107 -8 -6.96
6 ASJT 101 94 -7 -6.93
7 IDPR 260 242 -18 -6.92
8 JAST 580 540 -40 -6.90
9 ULTJ 1,595 1,485 -110 -6.90
10 AGRS 145 135 -10 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 2,930 -90 -2.98
2 BBCA 27,625 27,400 -225 -0.81
3 BRPT 725 745 20 2.76
4 BBNI 3,820 3,680 -140 -3.66
5 TLKM 3,160 3,100 -60 -1.90
6 BMRI 4,680 4,610 -70 -1.50
7 KLBF 1,200 1,165 -35 -2.92
8 ASII 3,900 3,770 -130 -3.33
9 KAEF 1,310 1,285 -25 -1.91
10 REAL 55 57 2 3.64