Malaysia Resmi Izinkan Ojek Online, Gojek Kesalip Sama Pemain Lokal

Malaysia Resmi Izinkan Ojek Online, Gojek Kesalip Sama Pemain Lokal Kredit Foto: Dego Ride

Akhirnya, Malaysia mengizinkan layanan roda dua alias ojek berbasis permintaan (ojol) beroperasi di tanahnya. Sayangnya, bukan Gojek yang pertama kali mendapat izin mengaspal di Negeri Jiran, melainkan pemain lokal bernama Dego Ride.

Tiga tahun setelah Dego Ride dilarang oleh Pemerintah Malaysia pada 2017, aplikasi daring itu akhirnya berhasil mengaspal kembali dengan 700 pengendara yang sudah disetujui.

"Saat ini, layanan Dego Ride sudah tersedia di area Putrajaya, Shah Alam, dan Lembah Klang," kata Kepala Eksekutif Dego Ride, Nabil Feisal Bamadhaj, dikutip dari Business Insider, Jumat (3/1/2020).

Baca Juga: Fiks!! Bank Ini Dibeli Presdir BTPN dan Investor Gojek! Gopay Bakal Jadi Perusahaan Baru?

Menurut laporan outlet media Star, calon saingan Gojek di Malaysia itu ingin memperluas cakupan layanannya ke wilayah dan negara bagian lain pada Maret mendatang.

Perusahaan juga mengatakan, "sedang memproses lebih dari 4 ribu permohonan pendaftaran pengendara."

Yang unik, pengendara Dego Ride hanya melayani penumpang dengan jenis kelamin yang sama. Karena itulah, perusahaan lebih banyak membidik calon pengemudi wanita.

Untuk saat ini, hanya sekitar 100 pengendara wanita yang terdaftar di platform, serta 50 yang telah disetujui.

Tarif dan Jarak

Saat ini, layanan Dego Ride hanya tersedia untuk perjalanan dalam radius 10 km dari lokasi penumpang. Sementara tarif yang berlaku ialah RM3 untuk 3 km perjalanan dan RM1 untuk tiap km berikutnya. Dego Ride baru menerima jenis pembayaran tunai. 

Lebih lanjut, seluruh penumpang dilindungi oleh asuransi yang disediakan oleh platform sebagai jaminan keselamatan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq mengatakan, "Dego Ride berencana menciptakan 5.000 peluang kerja bagi kaum muda, yang bisa menghasilkan antara RM1.500 dan RM3.500 per bulan".

Sebelumnya, Dego Ride sudah mengaspal pada 2016 dengan lebih dari 5 ribu pengendara. Namun, karena adanya larangan dari pemerintah, perusahaan itu harus menghentikan operasionalnya.

Pada 2019, Menteri Perhubungan Anthony Loke mengumumkan, Pemerintah akan mengizinkan perusahaan ride-hailing beroperasi dalam skala terbatas selama enam bulan, mulai tahun ini. Gojek juga akan mencoba mengaspal di negeri itu.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini