Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,13% di akhir sesi I.
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,07% di akhir sesi I.
  • 08:22 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1075 USD/EUR.
  • 08:21 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yen pada level 107,44 JPY/USD.
  • 08:19 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,21% pada level 3.029.
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,58% pada level 25.400.
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,46% pada level 9.368.
  • 08:17 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.713 USD/troy ounce.
  • 08:16 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 34,93 USD/barel.
  • 08:15 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,25 USD/barel.

BI Beberkan 4 Faktor yang Bikin Inflasi Rendah di 2019

BI Beberkan 4 Faktor yang Bikin Inflasi Rendah di 2019
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa inflasi sepanjang 2019 merupakan inflasi terendah selama 20 tahun terakhir. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2019 tercatat 2,72% (yoy) sehingga kembali berada dalam sasarannya selama lima tahun terakhir dimana pada 2019 sebesar 3,5%±1%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa ada empat faktor yang menyebabkan inflasi tahun 2019 rendah, bahkan lebih rendah dari perkiraan bank sentral. Pertama, kapasitas produksi atau pasokan jauh memadai dari permintaan.

Baca Juga: BI Klaim Inflasi Sesuai Target Selama Lima Tahun Terakhir

"Permintaan naik, tapi kapasitas produksi kita masih memenuhi sehingga produsen masih bisa memenuhi kenaikan permintaan. Dengan begitu, tekanan harga dari sisi permintaan sangat rendah. Ini terlihat dari inflasi inti cerminkan seberapa jauh pasokan bisa memenuhi pemrintaan. Kalau istilahnya teknisnya kesenjangan output atau output gap masih negatif. Itu faktor yang pertama," kata Perry.

Faktor Kedua, lanjut Perry, koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BI mampu memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan dan keterjangkauan harganya. "Itu tunjukan inflasi volatile food juga rendah bahkan sejumlah barang komoditas deflasi, bawang merah, cabai naik sedikit tapi nggak besar. Komponen bahan mkanan inflasi rendah," paparnya.

Tercatat, inflasi volatile food pada 2019 terkendali pada level 4,30% (yoy), didukung oleh sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah sehingga ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga, di tengah gangguan cuaca yang sempat terjadi di pertengahan 2019. Sementara itu, inflasi administered prices tercatat rendah sebesar 0,51% (yoy), sejalan minimalnya kebijakan terkait tarif dan harga barang dan jasa yang diatur Pemerintah.

Kemudian faktor ketiga, tegas Perry, rendahnya inflasi didorong oleh nilai tukar Rupiah yang stabil bahkan apresiasi sehingga tekanan harga global sangat rendah, bahkan tidak signifikan karena stabilitas nilai tukar Rupiah terkendali. Hal ini membuat harga dalam negeri atas barang yang diimpor rendah.

"Keempat terjaganya ekspektasi harga ke depan. Survei ekspektasi Konsumen atau perkiraan inflasi terjaga rendah," tambahnya.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Inflasi, Ekonomi Indonesia

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 1.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13