Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.559 USD/troy ounce.
  • 16:07 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,30 USD/barel.
  • 16:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,87 USD/barel.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,38% terhadap Poundsterling pada level 1,2967 USD/GBP.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1087 USD/EUR.
  • 16:05 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,04% terhadap Dollar AS pada level 6,86 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,04% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yen pada level 110,16 JPY/USD.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,15% pada level 3.276.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,66% pada level 3.095.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,90% pada level 28.795.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,14% pada level 7.664.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,74% di akhir sesi II.
  • 14:43 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,18% pada level 24.083.
  • 14:42 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,54% pada level 2.262.

Tak Bantah Ada 1.000 Kapal Asing Lalu Lalang di Natuna, Edhy: Lihat Dulu Kapal Apa, Kita Harus Cool

Tak Bantah Ada 1.000 Kapal Asing Lalu Lalang di Natuna, Edhy: Lihat Dulu Kapal Apa, Kita Harus Cool - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengakui bahwa perairan Natuna, Kepulauan Riau, memang menjadi tempat lalu lalang kapal asing. Dia pun tak menampik data Sistem Monitoring Skylight yang menyatakan adanya 1.000 kapal asing lalu lalang di kawasan laut Natuna setiap hari.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa 1.000 kapal tersebut harus dipahami juga apakah sebatas hanya kapal dagang yang berlalu lalang atau memang kapal penangkap ikan asing yang beroperasi di laut tersebut. Jika kapal penangkap ikan, ditegaskannya pemerintah melakukan tindakan.

Baca Juga: Edan!! Jumlah Kapal Asing di Natuna Tembus Seribu per Hari

"Kalau 1.000 kapal kelihatan banyak, 1.000 kapal itu banyak kapal lain, yang dagang, yang apa, yang lewat yah. Itu kapalnya harus dilihat kapalnya sebagai kapal apa, kapal dagang, kapal transportasi, kapal nelayan," kata dia di Kantor BPK, Jakarta, Senin (6/1/2020).

"Kalau kapal nelayan yang ada kan sudah kita ambil, buktinya Vietnam kita berhasil ambil tiga, berarti jumlah itu kelihatan, kalau ribuan kapal ya itu memang daerah terpadat, tempat lalu lalang," tegas Edhy.

Karena itu, dia meminta supaya berbagai data yang tersebar cepat di publik, khususnya yang berkaitan dengan perairan Natuna, harus dicermati mendalam terlebih dahulu. Supaya, data-data tersebut tidak menimbulkan persoalan baru dengan negara lain.

"Karena masalahnya kapal itu jenis apa, makanya kita jangan terpancing, terporovokasi, kita harus cool, kita sikapi ini. Yang jelas kedaulatan di atas segala-galanya. Pihak media juga ikut mendinginkan suasana," ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, data 1.000 kapal asing itu diperoleh melalui pemantauan sistem Monitoring Skylight pada April 2019. Sistem pemantauan itu menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh, SAR, dan optikal.

Sistem tersebut disebutkan mampu mengidentifikasi kapal-kapal secara langsung dan dapat memperkirakan tindakan pelanggaran hukum sekaligus. Sistem itu juga menemukan kapal-kapal asing yang berada dalam kondisi dark vessel atau tidak menyalakan Automatic Identification System, tetapi berada di perairan Natuna.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Perairan Natuna, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,657.22 3,620.54
British Pound GBP 1.00 17,841.70 17,662.81
China Yuan CNY 1.00 2,000.45 1,980.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,722.27 13,585.73
Dolar Australia AUD 1.00 9,445.04 9,349.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,766.72 1,749.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,188.04 10,082.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,227.60 15,074.73
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,381.45 3,345.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,453.28 12,328.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6291.657 5.609 676
2 Agriculture 1436.608 10.657 21
3 Mining 1542.693 -4.494 50
4 Basic Industry and Chemicals 966.382 5.957 77
5 Miscellanous Industry 1234.322 -7.163 51
6 Consumer Goods 2098.874 -5.440 56
7 Cons., Property & Real Estate 485.506 -6.182 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.606 -3.939 76
9 Finance 1373.834 9.964 92
10 Trade & Service 755.643 -3.048 168
No Code Prev Close Change %
1 INDO 142 191 49 34.51
2 LRNA 117 157 40 34.19
3 OMRE 600 750 150 25.00
4 MIDI 1,150 1,430 280 24.35
5 IKAI 55 64 9 16.36
6 FORU 99 115 16 16.16
7 FITT 74 85 11 14.86
8 JMAS 690 780 90 13.04
9 PAMG 104 116 12 11.54
10 CASS 540 600 60 11.11
No Code Prev Close Change %
1 CARS 195 145 -50 -25.64
2 AMAR 480 360 -120 -25.00
3 MARI 256 193 -63 -24.61
4 ARTA 418 320 -98 -23.44
5 PBRX 376 292 -84 -22.34
6 HKMU 268 210 -58 -21.64
7 KAYU 111 89 -22 -19.82
8 BKSW 173 140 -33 -19.08
9 LMAS 196 160 -36 -18.37
10 ASSA 735 610 -125 -17.01
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,690 1,695 5 0.30
2 TLKM 3,850 3,810 -40 -1.04
3 TOWR 785 785 0 0.00
4 BBRI 4,570 4,630 60 1.31
5 BBCA 34,250 34,375 125 0.36
6 NIKL 675 670 -5 -0.74
7 LUCK 444 450 6 1.35
8 KAEF 1,205 1,180 -25 -2.07
9 BMRI 7,550 7,725 175 2.32
10 INAF 735 740 5 0.68