Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:10 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,38% pada level 3.333.
  • 22:09 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,29% pada level 29.279.
  • 22:08 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,53% pada level 9.420.
  • 22:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,63% terhadap Poundsterling pada level 1,3132 USD/GBP.
  • 22:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1076 USD/EUR.
  • 22:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yen pada level 109,89 JPY/USD.
  • 22:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.558 USD/troy ounce.
  • 22:03 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,33 USD/barel.
  • 22:03 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,11 USD/barel.
  • 16:47 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,08% terhadap Dollar AS pada level 6,9048 CNY/USD.
  • 16:47 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,17% terhadap Dollar AS pada level 13.646 IDR/USD.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,20% pada level 3.253.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,28% pada level 3.060.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,27% pada level 28.341.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,10% pada level 7.618.

Natuna, Pemerintah Bisa Ambil Diplomasi Tegas ke China

Natuna, Pemerintah Bisa Ambil Diplomasi Tegas ke China - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Rakyat Indonesia protes terhadap cara pemerintah China yang mengklaim Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna dengan membiarkan kapal nelayan negara tersebut menangkap ikan. Cara ilegal China sudah menyinggung kedaulatan negara.

Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) menyebut kelakuan China sudah melanggar kedaulatan wilayah NKRI. Pelanggaran China mulai aktivitas penangkapan ikan secara ilegal sampai patrol Coast Guard China yang masuk kategori illegal, unreported, and unregulated (IUU).

 Baca Juga: Soal Kapal China di Natuna, Luhut: Kan Sudah Kita Minta Pergi

"Sepenuhnya, kami menolak atas klaim historis China atas ZEE wilayah Natuna. Dan semua aktivitasnya tidak pernah memiliki dasar hukum dan tidak pernah diakui UNCLOS 1982," kata Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Addin Jauharuddin, dalam keterangannya, Senin (6/1/2020).

Dia menekankan, Laut Natuna sudah lama masuk wilayah NKRI yang ditetapkan United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) atau Konvensi Hukum Laut PBB pada 1982. Sikap tegas yang sudah disuarakan Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri harus didukung.

"Mendukung sepenuhnya Pemerintah Indonesia untuk tidak mengakui nine dash-line karena penarikan garis tersebut bertentangan dengan UNCLOS," jelasnya.

Addin menyebut cara China dengan Nine dash-line China merupakan garis yang digambar di peta pemerintah China tak bisa diterima. Maka itu, peran otoritas pemerintah RI serta TNI mesti didukung dalam menjaga Natuna.

"Kami mendukung sepenuhnya peran TNI untuk menjaga kedaulatan NKRI. Salah satunya melalui Komando Armada I TNI AL untuk terus melakukan patroli dan menjaga semua teritorial NKRI dari semua aktivitas ilegal Negara luar," tuturnya.

Terkait persoalan ini, ia mewakili KNPI menyarankan langkah diplomasi, tetapi tegas terhadap pemerintah China. Dalam kerja sama bilateral, China memang mitra strategis. Namun, untuk kedaulatan NKRI, pemerintah juga harus bisa bersikap.

"Kami meminta kepada pemerintah melalui Kemlu RI untuk melakukan langkah-langkah diplomasi tegas dengan pemerintah China untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI, menghormati hukum laut PBB 1981, menjaga stabilitas kawasan," tuturnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Perairan Natuna, NKRI, China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.85 3,626.71
British Pound GBP 1.00 17,932.17 17,752.38
China Yuan CNY 1.00 1,991.11 1,970.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,746.39 13,609.61
Dolar Australia AUD 1.00 9,399.78 9,304.89
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.03 1,751.36
Dolar Singapura SGD 1.00 10,182.51 10,078.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,231.00 15,078.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,373.35 3,337.32
Yen Jepang JPY 100.00 12,500.13 12,372.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6233.453 -4.700 676
2 Agriculture 1393.817 5.439 21
3 Mining 1482.196 -25.902 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.012 -0.286 77
5 Miscellanous Industry 1220.702 -4.992 51
6 Consumer Goods 2072.040 0.419 57
7 Cons., Property & Real Estate 471.929 -3.296 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.009 -9.075 76
9 Finance 1373.955 5.301 92
10 Trade & Service 750.211 1.380 168
No Code Prev Close Change %
1 DMND 915 1,370 455 49.73
2 AMIN 288 360 72 25.00
3 LTLS 500 615 115 23.00
4 PRDA 3,000 3,690 690 23.00
5 BISI 830 1,015 185 22.29
6 INDR 2,000 2,350 350 17.50
7 KIOS 338 396 58 17.16
8 PTIS 86 100 14 16.28
9 INTD 202 234 32 15.84
10 NIRO 121 140 19 15.70
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 168 113 -55 -32.74
2 GMFI 158 114 -44 -27.85
3 DYAN 97 72 -25 -25.77
4 PICO 1,190 895 -295 -24.79
5 PEGE 202 152 -50 -24.75
6 ASBI 298 230 -68 -22.82
7 FPNI 110 88 -22 -20.00
8 AKSI 620 510 -110 -17.74
9 BAJA 87 72 -15 -17.24
10 SDPC 120 104 -16 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 800 830 30 3.75
2 LUCK 600 630 30 5.00
3 MNCN 1,750 1,720 -30 -1.71
4 ENVY 436 492 56 12.84
5 PURE 216 246 30 13.89
6 ANTM 795 770 -25 -3.14
7 TCPI 6,750 6,700 -50 -0.74
8 BBRI 4,670 4,710 40 0.86
9 KAYU 91 80 -11 -12.09
10 TLKM 3,890 3,860 -30 -0.77