Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kritisi Naturalisasi Sungai Anies Baswedan, Pakar UGM: Tidak Proper

Kritisi Naturalisasi Sungai Anies Baswedan, Pakar UGM: Tidak Proper - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Program naturalisasi sungai yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dinilai justru menyebabkan terjadinya sumbatan di sungai. Sumbatan tersebut disebut pakar hidrologi UGM, Rachmad Jayadi, menyebabkan air tak lancar dan berpotensi banjir.

Rachmad menjelaskan, naturalisasi di Jakarta berbeda dengan kesuksesan di Singapura. Dia menyebut, kondisi sungai di Singapura berbeda dengan di Jakarta. Di Singapura, naturalisasi sungai dilakukan di hulu bukan di hilir seperti di Jakarta.

Baca Juga: Konsep Jokowi Vs Anies Soal Ciliwung, Menteri Basuki: Naturalisasi atau Normalisasi Sama

"Beliau (Anies Baswedan) lupa yang dilakukan di Singapura, bukan di hilir. Kalau di hulu masih mungkin karena di hulu belum ada persoalan kiriman air terakumulasi. Kalau di hilir, sama saya membumpeti (menyumbat sungai). Kalau dinaturalisasi, kan jadinya (aliran sungai) lebih pelan. Kalau kata orang Jawa, bukannya tidak benar, tetapi tidak pener atau tidak proper," jelas Rachmad

belum lama ini.

Rachmad menjelaskan, secara natural tanpa adanya pemukiman warga di sepanjang pinggir sungai, sungai tetap akan mengalami penyempitan. Hal ini karena sedimentasi sungai. Adanya pemukiman di sepanjang pinggir sungai, sambung Rachmad, akan makin mempercepat terjadinya penyempitan sungai. Untuk mengembalikan kondisi air sungai ini, dia menilai, ada dua alternatif cara.

"Alternatifnya ada dua, yakni mengembalikan sungai secara natural sebelum adanya pembangunan di wilayah tersebut. Atau, menggunakan cara artifisial atau buatan untuk membuat aliran sungai normal," papar Rachmad.

Rachmad menerangkan, jika naturalisasi sungai seperti kebijakan Anies Baswedan diterapkan, ada konsekuensi. Konsekuensinya, yaitu membuat lahan terbuka hijau di sepanjang aliran sungai.

"Karena kalau di pinggirnya di buat (lahan terbuka) hijau, itu kecepatan airnya tidak bisa besar, jadi konsekuensi harus lebar. Kalau lebar permasalahannya tambah," urai Rachmad.

Rachmad menambahkan, kondisi Jakarta saat ini harus ada kompromi supaya normalisasi sungai tidak menimbulkan masalah ekonomi. Namun, aliran sungai tetap cepat meskipun aliran sungai sempit.

"Supaya cepat apa? Tidak dikembalikan ke natural, tetapi harus artifisial. Harus dipakaikan pelindung, diberi dinding yang licin, supaya air mengalir lebih cepat," ujar Rachmad.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Anies Baswedan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Sungai Ciliwung, Universitas Gadjah Mada (UGM)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00