Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,3061 USD/GBP.
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1030 USD/EUR.
  • 13:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Yen pada level 109,04 JPY/USD.
  • 13:13 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.580 USD/troy ounce.
  • 13:12 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,36 USD/barel.
  • 13:11 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,90 USD/barel.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 1,12% di akhir sesi I.

Siap, Ratusan Kapal Nelayan Siap Menuju Natuna Pekan Depan

Siap, Ratusan Kapal Nelayan Siap Menuju Natuna Pekan Depan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kumpulan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia atau ANNI menyatakan siap bertolak ke lautan Natuna guna membantu TNI mengamankan lautan Indonesia. Langkah tersebut diambil setelah kapal-kapal asing dari China melanggar ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) Indonesia di laut Natuna.

Ketua Umum ANNI, Riyono menyatakan siap memberangkatkan sedikitnya 500 kapal nelayan berukuran besar di atas 100 GT untuk menjaga kedaulatan RI. Kapal-kapal tersebut berasal dari berbagai daerah.

Baca Juga: Mahfud MD Tak Buka Keran Negosiasi dengan China Soal Natuna, Puan Justru Sarankan Diplomasi Damai

"Kita siap berangkat pekan depan ke Natuna. Selain melakukan penangkapan ikan, sekaligus menjadi mata-mata negara dalam rangka mengamankan batas teritorial NKRI," kata Riyono.

Kapal-kapal nelayan berukuran besar itu, lanjut Riyono, berasal dari sejumlah daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur yakni Tegal, Pati, Rembang, Brebes, Lamongan, hingga Madura. Pengerahan kekuatan nelayan itu, menurut Riyono, merupakan upaya mendukung langkah pemerintah untuk protes keras sekaligus aksi dengan patroli dan sebagai bentuk gertakan kepada nelayan dan kapal China yang memasuki wilayah Natuna. 

"Kami akan menggalang kekuatan nelayan Indonesia seperti HNSI, KTNA, dan organisasi nelayan lokal untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dalam bentuk pengerahan kapal-kapal nelayan besar ke Natuna, kemudian nelayan akan berdemo ke Kedubes China menyuarakan kejengkelan nelayan atas sikap arogan China," kata Riyono.

Bagi ANNI, perang urat saraf antara Indonesia dan China atas klaim lautan Natuna yang terus memanas harus disikapi dengan serius. Terlebih, kapal nelayan China yang dikawal kapal pengawas China, menurut para nelayan, kini terus melakukan provokasi di lautan Natuna dengan melakukan aktivitas baik keamanan atau perikanan tangkap.

Bahkan, selain konflik batas teritorial ternyata kapal nelayan China pakai pukat harimau. "Kedaulatan laut adalah harga mati bagi bangsa kita, kami para aktivis kelautan dan nelayan Indonesia siap serbu Natuna untuk membantu TNI menjaga kedaulatan NKRI," lanjutnya.

Selain itu, para nelayan yang tergabung juga telah berdialog bersama Menko Polhukam Mahfud MD untuk memberikan dukungan agar nelayan bisa berpatisipasi dalam menjaga Laut Natuna.

"Prinsipnya nelayan siap membantu pemerintah, 500 kapal siap menuju Natuna. Insyaallah pekan depan kita semua bergerak," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Laut Natuna Utara, China (Tiongkok), Nelayan, Mahfud MD

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,645.97 3,609.41
British Pound GBP 1.00 17,864.79 17,684.32
China Yuan CNY 1.00 1,972.21 1,952.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,680.06 13,543.94
Dolar Australia AUD 1.00 9,307.91 9,212.59
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,759.56 1,742.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,095.24 9,993.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,091.84 14,940.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,365.74 3,330.61
Yen Jepang JPY 100.00 12,560.89 12,432.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00