Portal Berita Ekonomi Selasa, 28 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:45 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,3057 USD/GBP.
  • 23:44 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1019 USD/EUR.
  • 23:43 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yen pada level 180,99 JPY/USD.
  • 23:42 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 1,56% pada level 3.244.
  • 23:41 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 1,47% pada level 28.564.
  • 23:40 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 1,80% pada level 9.146.
  • 23:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.582 USD/troy ounce.
  • 23:38 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,97 USD/barel.
  • 23:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,74 USD/barel.
  • 18:31 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,24% terhadap Dollar AS pada level 13.615 IDR/USD.
  • 18:28 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 2,03% pada level 23.343.

Jangan Dibiarkan! Tingkah China Bisa Kuasai Sumber Daya Alam di Natuna

Jangan Dibiarkan! Tingkah China Bisa Kuasai Sumber Daya Alam di Natuna - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Mantan Panglima TNI yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Purnawirawan Agus Suhartono mengingatkan bangsa Indonesia soal tindakan China di Perairan Natuna. Agus mengatakan, klaim perikanan tradisional oleh Negeri Tirai Bambu tersebut tidak hanya menyangkut perikanan saja nantinya.

"Manakala ini berhasil mereka perjuangkan, sumber daya alam yang ada di laut tersebut akan diklaim mereka juga," kata Agus.

Baca Juga: Soal Natuna, Mahfud: Kita Sudah Tahu Tiongkok Memang Begitu

Pernyataan tersebut diucapkannya dalam acara perbincangan di salah satu televisi swasta pada Selasa, 7 Januari 2020. Oleh karena itu, Agus meminta bangsa Indonesia harus berpikir jauh. Ketika China berjuang mempertahankan klaim mereka, tidak hanya perikanan, tapi sumber daya alam di bawahnya juga akan bisa dalam penguasaan mereka.

"Mereka berjuang sesuai keyakinanya mereka. Kalau masyarakat internasional bisa menerima itu, perjuangan mereka berhasil. Namun, masyarakat internasional tidak mengakui itu," kata Agus lagi.

Agus pun mendorong pemerintah RI untuk terus melakukan diplomasi. Dan memohon kepada China untuk menyadari hal tersebut sehingga tidak menimbulkan konflik di lapangan. "Karena sekali lagi titik kritis di lapangan. Manakala anak-anak yang mengoperasikan kapal emosi tidak stabil, suatu saat bisa salah mengambil tindakan," ujarnya.

Agus menambahkan, untuk saat ini pemerintah harus berkonsentrasi pada penanganan kapal ikan yang melanggar. Sebab, indikasi yang melanggar adalah kapal ikannya.

Kemudian, ketika upaya penegakan hukum di laut terhadap kapal ikan tersebut di-back-up oleh kapal-kapal coast guard atau kapal perang China, upaya pengusiran perlu harus dilaksanakan. Menurutnya, langkah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dengan mengerahkan beberapa pasukan termasuk kapal dan pesawat tempur sudah tepat.

"Tentu semua sudah diperhitungkan berdasarkan kalkulasi Panglima TNI," tutur Agus.

Seperti diketahui, kapal nelayan dan coast guard China memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Perairan Natuna. Namun, China punya klaim sendiri atas perairan tersebut. Mereka mengklaim perairan Natuna masuk ke wilayah mereka dengan dasar sembilan garis putus-putus yang muncul di peta Dinasti Qing.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Laut Natuna Utara, China (Tiongkok), NKRI, Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,645.97 3,609.41
British Pound GBP 1.00 17,864.79 17,684.32
China Yuan CNY 1.00 1,972.21 1,952.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,680.06 13,543.94
Dolar Australia AUD 1.00 9,307.91 9,212.59
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,759.56 1,742.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,095.24 9,993.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,091.84 14,940.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,365.74 3,330.61
Yen Jepang JPY 100.00 12,560.89 12,432.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6133.208 -110.901 675
2 Agriculture 1340.323 -33.345 21
3 Mining 1435.283 -41.883 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.567 -43.428 77
5 Miscellanous Industry 1176.233 -37.933 51
6 Consumer Goods 2041.978 -21.111 57
7 Cons., Property & Real Estate 463.802 -9.451 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.560 -25.517 76
9 Finance 1366.311 -12.338 92
10 Trade & Service 731.689 -9.459 167
No Code Prev Close Change %
1 PKPK 62 83 21 33.87
2 CSRA 444 550 106 23.87
3 ARTO 3,290 4,000 710 21.58
4 IBFN 312 374 62 19.87
5 BOGA 1,355 1,560 205 15.13
6 GLOB 350 400 50 14.29
7 MYTX 56 64 8 14.29
8 PAMG 145 164 19 13.10
9 LUCK 565 635 70 12.39
10 SIPD 900 995 95 10.56
No Code Prev Close Change %
1 OMRE 1,100 825 -275 -25.00
2 PICO 740 555 -185 -25.00
3 PDES 900 680 -220 -24.44
4 AMIN 356 272 -84 -23.60
5 LPIN 298 234 -64 -21.48
6 TFCO 525 424 -101 -19.24
7 BMSR 110 89 -21 -19.09
8 NASA 560 454 -106 -18.93
9 DMND 1,350 1,095 -255 -18.89
10 REAL 416 338 -78 -18.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 825 840 15 1.82
2 MNCN 1,690 1,645 -45 -2.66
3 INAF 925 915 -10 -1.08
4 LUCK 565 635 70 12.39
5 ANTM 785 750 -35 -4.46
6 BBRI 4,740 4,650 -90 -1.90
7 TCPI 7,000 6,500 -500 -7.14
8 BUMI 56 51 -5 -8.93
9 PGAS 1,880 1,815 -65 -3.46
10 JSKY 182 166 -16 -8.79