Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pengamat: Coba AJak China Duduk Dulu!

Pengamat: Coba AJak China Duduk Dulu! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini mengimbau Pemerintah Indonesia untuk mengajak duduk Pemerintah China. Hal tersebut dilakukan menyusul keberadaan kapal China di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Dia mengatakan, hal tersebut akan menjadi bagian dari diplomasi Indonesia terkait Natuna dengan Pemerintah China. Namun, dia mengingatkan agar Pemerintah Indonesia membawa catatan sejarah yang jelas dan lengkap terkait klaim nusantara di perairan tersebut.

"Jadi, China juga akan sadar diri bahwa bukan mereka saja yang punya historikal klaim di sana," kata Connie Rahakundini di Jakarta, Selasa (8/1/2020).

Baca Juga: Soal Kapal China Kangkangi Natuna, Menlu Lebih Tegas Dibanding Prabowo

Dia mengatakan, Indonesia sebenarnya bisa melakukan klaim atas Perairan Natuna berdasarkan catatan sejarah. Dia menambahkan, sejarah mencatat bahwa kerajaan Jepara dulu sangat kuat di mana semua kapal dari kawasan itu pasti masuk melalui Jepara.

"Belum lagi Ternate dan Tidore serta Majapahit. Jadi, ada perjalanan ke sana," katanya.

Namun, dia mengatakan, yang perlu diingat pemerintah adalah China juga memiliki catatan baik terkait klaim sejarah di Laut China Selatan. Dia mengatakan, Dinasti Han sudah mempunyai catatan dan buku tentang perairan tersebut berkenaan dengan bagaimana kepulauan mereka di lokasi itu.

"Ini yang patut dicatat bahwa China itu punya catatan yang baik dan ini menjadi pelajaran bagi Indonesia, punyakah kita record itu?" katanya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Perairan Natuna, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00