Portal Berita Ekonomi Selasa, 28 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:45 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,3057 USD/GBP.
  • 23:44 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1019 USD/EUR.
  • 23:43 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yen pada level 180,99 JPY/USD.
  • 23:42 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 1,56% pada level 3.244.
  • 23:41 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 1,47% pada level 28.564.
  • 23:40 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 1,80% pada level 9.146.
  • 23:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.582 USD/troy ounce.
  • 23:38 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,97 USD/barel.
  • 23:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,74 USD/barel.
  • 18:31 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,24% terhadap Dollar AS pada level 13.615 IDR/USD.
  • 18:28 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 2,03% pada level 23.343.

Mau Nunggu Sampai 2083? Katanya di Tahun Itu Bintang Paling Terang di Langit Bakal Muncul

Mau Nunggu Sampai 2083? Katanya di Tahun Itu Bintang Paling Terang di Langit Bakal Muncul - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Para astronom memperkirakan bahwa pada 2083 mendatang, atau bahkan dalam waktu lebih cepat, penampakan bintang yang menyala terang di langit akan tampak. Mereka menyatakan cahaya ini akan menyaingi bintang paling terang di langit saat ini, seperti Sirius atau bahkan Venus.

Berdasarkan informasi, bintang tersebut bukan bintang baru, melainkan sisa-sisa ledakan antara dua bintang dengan kecerahan sementara. Bintang tersebut adalah V Sagittae. Saat ini V Sagittae ini  adalah bintang yang sangat redup di konstelasi Sagitta. Sulit dilihat, bahkan melalui teleskop berukuran sedang.

Sulit membayangkan bahwa menjelang akhir abad ini, bintang itu akan menjadi bintang paling terang di galaksi Bima Sakti ketika meledak. Hal itu diungkapkan Astronom dari Universitas Negeri Louisiana Bradley Schaefer dalam pertemuan Asosiasi Astronom Amerika di Honolulu.

Baca Juga: Kumpulan Bintang Muda Ditemukan di Dekat Galaksi Bima Sakti, Dari Mana Asalnya?

Dia mengatakan V Sge merupakan sistem bintang yang mencakup bintang regular di orbit dan memiliki bintang katai putih. Sistem bintang ini dikenal sebagai Variabel Cataclycmic atau CV. CV akan mempengaruhi bintang normal yang kehilangan massanya karena katai putih. Bintang normal 3,9 kali lebih besar dari katai putih.

Orbitnya akan berubah dan menyebabkan para bintang bergerak semakin dekat satu sama lain, dan menyebabkan ledakan yang tak terhindarkan.

"Dalam semua CV lainnya yang diketahui, katai putih lebih besar daripada bintang normal yang mengorbit, jadi V Sge benar-benar unik," kata Schaefer seperti dilansir CNN, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga: Duh, Satelit Pembuka Jalan untuk Meneliti Planet di Luar Tata Surya Milik NASA Hilang

Selama beberapa dekade ke depan, bintang yang dimaksud akan mencerahkan dengan cepat. Bahkan pada 2083 mendatang, laju pertambahannya akan naik dan meledakan massa pada tingkat yang sangat tinggi.

“Pada hari-hari terakhir kematian ini- spiral, semua massa dari bintang pendamping akan jatuh ke katai putih, menciptakan angin super-masif dari bintang yang bergabung," katanya.

Secara umum, katai putih adalah suatu bentuk yang tersisa setelah bintang seperti matahari mati, di mana biasanya sisa dari hal itu bisa seukuran Bumi. Ketika bintang seperti matahari mencapai akhir masanya dan membakar seluruh bahan bakarnya, ia akan meledak sekitar setengah dari massanya.

"V Sge akan tampak sangat terang di langit malam," kata Schaefer.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Luar Angkasa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,645.97 3,609.41
British Pound GBP 1.00 17,864.79 17,684.32
China Yuan CNY 1.00 1,972.21 1,952.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,680.06 13,543.94
Dolar Australia AUD 1.00 9,307.91 9,212.59
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,759.56 1,742.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,095.24 9,993.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,091.84 14,940.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,365.74 3,330.61
Yen Jepang JPY 100.00 12,560.89 12,432.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6133.208 -110.901 675
2 Agriculture 1340.323 -33.345 21
3 Mining 1435.283 -41.883 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.567 -43.428 77
5 Miscellanous Industry 1176.233 -37.933 51
6 Consumer Goods 2041.978 -21.111 57
7 Cons., Property & Real Estate 463.802 -9.451 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.560 -25.517 76
9 Finance 1366.311 -12.338 92
10 Trade & Service 731.689 -9.459 167
No Code Prev Close Change %
1 PKPK 62 83 21 33.87
2 CSRA 444 550 106 23.87
3 ARTO 3,290 4,000 710 21.58
4 IBFN 312 374 62 19.87
5 BOGA 1,355 1,560 205 15.13
6 GLOB 350 400 50 14.29
7 MYTX 56 64 8 14.29
8 PAMG 145 164 19 13.10
9 LUCK 565 635 70 12.39
10 SIPD 900 995 95 10.56
No Code Prev Close Change %
1 OMRE 1,100 825 -275 -25.00
2 PICO 740 555 -185 -25.00
3 PDES 900 680 -220 -24.44
4 AMIN 356 272 -84 -23.60
5 LPIN 298 234 -64 -21.48
6 TFCO 525 424 -101 -19.24
7 BMSR 110 89 -21 -19.09
8 NASA 560 454 -106 -18.93
9 DMND 1,350 1,095 -255 -18.89
10 REAL 416 338 -78 -18.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 825 840 15 1.82
2 MNCN 1,690 1,645 -45 -2.66
3 INAF 925 915 -10 -1.08
4 LUCK 565 635 70 12.39
5 ANTM 785 750 -35 -4.46
6 BBRI 4,740 4,650 -90 -1.90
7 TCPI 7,000 6,500 -500 -7.14
8 BUMI 56 51 -5 -8.93
9 PGAS 1,880 1,815 -65 -3.46
10 JSKY 182 166 -16 -8.79