Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:18 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.760 IDR/USD.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,50% pada level 3.182.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,31% pada level 3.039.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,09% pada level 27.308.
  • 15:45 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,50% pada level 7.399.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 23.386.
  • 15:43 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,49% pada level 2.162.

Mau Nunggu Sampai 2083? Katanya di Tahun Itu Bintang Paling Terang di Langit Bakal Muncul

Mau Nunggu Sampai 2083? Katanya di Tahun Itu Bintang Paling Terang di Langit Bakal Muncul - Warta Ekonomi

Para astronom memperkirakan bahwa pada 2083 mendatang, atau bahkan dalam waktu lebih cepat, penampakan bintang yang menyala terang di langit akan tampak. Mereka menyatakan cahaya ini akan menyaingi bintang paling terang di langit saat ini, seperti Sirius atau bahkan Venus.

Berdasarkan informasi, bintang tersebut bukan bintang baru, melainkan sisa-sisa ledakan antara dua bintang dengan kecerahan sementara. Bintang tersebut adalah V Sagittae. Saat ini V Sagittae ini  adalah bintang yang sangat redup di konstelasi Sagitta. Sulit dilihat, bahkan melalui teleskop berukuran sedang.

Sulit membayangkan bahwa menjelang akhir abad ini, bintang itu akan menjadi bintang paling terang di galaksi Bima Sakti ketika meledak. Hal itu diungkapkan Astronom dari Universitas Negeri Louisiana Bradley Schaefer dalam pertemuan Asosiasi Astronom Amerika di Honolulu.

Baca Juga: Kumpulan Bintang Muda Ditemukan di Dekat Galaksi Bima Sakti, Dari Mana Asalnya?

Dia mengatakan V Sge merupakan sistem bintang yang mencakup bintang regular di orbit dan memiliki bintang katai putih. Sistem bintang ini dikenal sebagai Variabel Cataclycmic atau CV. CV akan mempengaruhi bintang normal yang kehilangan massanya karena katai putih. Bintang normal 3,9 kali lebih besar dari katai putih.

Orbitnya akan berubah dan menyebabkan para bintang bergerak semakin dekat satu sama lain, dan menyebabkan ledakan yang tak terhindarkan.

"Dalam semua CV lainnya yang diketahui, katai putih lebih besar daripada bintang normal yang mengorbit, jadi V Sge benar-benar unik," kata Schaefer seperti dilansir CNN, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga: Duh, Satelit Pembuka Jalan untuk Meneliti Planet di Luar Tata Surya Milik NASA Hilang

Selama beberapa dekade ke depan, bintang yang dimaksud akan mencerahkan dengan cepat. Bahkan pada 2083 mendatang, laju pertambahannya akan naik dan meledakan massa pada tingkat yang sangat tinggi.

“Pada hari-hari terakhir kematian ini- spiral, semua massa dari bintang pendamping akan jatuh ke katai putih, menciptakan angin super-masif dari bintang yang bergabung," katanya.

Secara umum, katai putih adalah suatu bentuk yang tersisa setelah bintang seperti matahari mati, di mana biasanya sisa dari hal itu bisa seukuran Bumi. Ketika bintang seperti matahari mencapai akhir masanya dan membakar seluruh bahan bakarnya, ia akan meledak sekitar setengah dari massanya.

"V Sge akan tampak sangat terang di langit malam," kata Schaefer.

Terlebih menurut dia, saat ini orang-orang di seluruh dunia dapat mengetahui bahwa mereka akan melihat sebuah bintang yang menakjubkan. Dan bersinar sebagai yang paling terang di langit selama sekitar satu bulan.

Lebih jauh planet-planet dan asteroid terdekat akan dilahap oleh ledakan itu. Hingga akhirnya hanya katai putih panas yang tertinggal. Namun demikian pasangan bintang biner juga akan menjadi berbeda.

Hal tersebut akan berpengaruh pada ledakan yang membuat perbedaan kecerahan, utamanya ketika dua bintang menjadi satu. Kecerahan puncak diperkirakan akan berlangsung sekitar sebulan.

Baca Juga: NASA Temukan Fenomena Awan Terbakar, Apa Itu?

Meskipun tampak redup bagi awam, nyatanya V Sge telah mencerahkan skala waktu dari 1890 hingga sekarang. Bahkan, foto arsip dan data baru memungkinkan para astronom untuk membuat penemuan dari hal tersebut.

Astronom LSU, Juhan Frank mengatakan bahwa V Sge secara eksponensial mendapatkan luminositas dengan skala waktu dua kali lipat untuk 89 tahun. Selain itu pencerahan yang dimaksud juga dapat menghasilkan laju massa yang jatuh dari bintang pengiring normal yang meningkat secara eksponensial.

Akan tetapi, waktu perkiraan pada 2083 memiliki faktor ketidakpastian.Artinya dapat terjadi antara 2067 dan 2099. Hal ini dikarenakanpara astronom dan Lembaga antariksa belum memiliki pengukuran skala waktu yang sempurna untuk peningkatan kecerahan sistem bintang.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Luar Angkasa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93