Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,05% pada level 2.984.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,52% pada level 3.196.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,32% pada level 7.409.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,33% di akhir sesi II.
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,49% di akhir sesi I.

Perlebar Sayap Bisnis di Luar Negeri, Indra Karya Gandeng Perusahaan Asal Jepang

Perlebar Sayap Bisnis di Luar Negeri, Indra Karya Gandeng Perusahaan Asal Jepang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Indra Karya (Persero) yang bergerak di bidang usaha jasa Konsultan Engineering terintegrasi milik negara memperluas pangsa pasar Internasional, khususnya Asia. Awal Tahun 2020 ini, Indra Karya menggandeng CTI Engineering International yang merupakan konsultan engineering asal Jepang.

Hal ini dipertegas dengan penandatanganan komitmen nota kesepahaman (MoU) dan kerja sama yang ditandatangani pada Kamis (9/1/2020) di CTI-Head Quarter Tokyo-Jepang. Para Pihak bersepakat untuk bersama, bekerja sama memperkuat pasar di Asia di sektor bidang usaha konsultan engineering terintegrasi.

Baca Juga: Investasi ke Perusahaan Ramah Lingkungan Banyak Penggemarnya, BNI AM Ambil Kesempatan

Direktur Utama Indra Karya, Milfan Rantawi mengatakan, dirinya melakukan kerja sama ini lantaran pihaknya melihat potensi serta peluang dalam bidang ini. Menurutnya, perkembangan industri bisnis usaha bidang jasa konsultan karya masih cukup menjanjikan, di mana di Asia dan dunia pada umumnya industri konsultan masih didominasi oleh konsultan yang berasal dari Jepang, Korea, Tiongkok, dan India.

Milfan kembali menuturkan, bila melihat data yang ada, potensi bisnis di sektor industri konsultan ini cukup besar. Hal itu jika melihat masifnya pertumbuhan dan perkembangan proyek infrastruktur yang didukung oleh Jepang antara lain di enam negara ekonomi terbesar ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Nilai proyek infrastruktur Jepang di enam negara ini saja mencapai US$ 367 miliar. Adapun, nilai proyek infrastruktur yang didukung China mencapai US$255 miliar (Data Fitch 2019) dan diproyeksi akan terus tumbuh sebesar 5-10% tiap tahunnya.

"Kerja sama dengan CTI-E ini merupakan kerja sama strategis, implementasi bisnis dari kerja sama antarnegara. Hal ini sangat baik bagi Indra Karya untuk meningkatkan profesionalisme dan mematangkan kapasitas Indra Karya untuk Go Asian ke depannya," jelas Milfan.

Diketahui, terdapat beberapa kesepakatan mendasar yang ditandatangani antara PT Indra Karya (Persero) dan CTI-E International, Jepang yang akan digarap bersama selama periode 2 tahun ke depan, yaitu:

1. Sharing knowledge antarkorporasi dan On The Job Training untuk meningkatkan kapabilitas SDM Indra Karya di CTI-Center, Tokyo Jepang;

2. Reciprocal dan kerja sama strategis join operation konsultan engineering di negara Asia, pertama di Filipina. Indra Karya akan diajak bertindak sebagai Konsultan Internasional dengan billing rate US$15.000/person/months; dan

3. Bersama membangun kerja sama efektif di bidang usaha engineering pada beberapa proyek pekerjaan strategis di Indonesia, sektor Sumber Daya Air (SDA) dan Non SDA dengan teknologi terbaru dan dengan pola alih teknologi ke depannya.

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Indra Karya, salah satu perusahaan ahli pengelolaan Air yang dimiliki Indonesia. Dalam waktu dekat, kita akan memulai kerja sama di Filipina untuk bersama memperkuat pasar Asia," jelas President Director CTI-E International, Takahiro Mishina.

Sebagai tambahan informasi, pada pertengahan tahun 2019 lalu, PT Indra Karya (Persero) juga telah menandatangani kerjas ama dengan Wapcos Ltd, konsultan engineering asal India untuk inisiasi beberapa pekerjaan di Nepal, India, dan Ghana.

Baca Juga

Tag: Bisnis, PT Indra Karya (Persero)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Indra Karya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,664.68 3,628.02
British Pound GBP 1.00 17,863.57 17,684.46
China Yuan CNY 1.00 1,966.09 1,946.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,744.38 13,607.62
Dolar Australia AUD 1.00 9,189.49 9,096.69
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.61 1,751.84
Dolar Singapura SGD 1.00 9,882.36 9,782.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,879.67 14,730.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,315.09 3,278.94
Yen Jepang JPY 100.00 12,525.64 12,398.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5867.523 0.578 682
2 Agriculture 1295.344 1.210 22
3 Mining 1412.579 2.722 49
4 Basic Industry and Chemicals 859.155 2.813 77
5 Miscellanous Industry 1075.455 -0.736 51
6 Consumer Goods 1905.760 -1.806 57
7 Cons., Property & Real Estate 452.187 5.208 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.798 -5.088 78
9 Finance 1339.874 0.637 92
10 Trade & Service 700.446 -3.960 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 105 178 73 69.52
2 ERTX 111 140 29 26.13
3 AYLS 284 354 70 24.65
4 SSTM 382 476 94 24.61
5 MREI 4,200 5,225 1,025 24.40
6 GLOB 274 340 66 24.09
7 KOIN 115 135 20 17.39
8 SHID 3,400 3,930 530 15.59
9 STTP 5,800 6,600 800 13.79
10 TFAS 117 131 14 11.97
No Code Prev Close Change %
1 MINA 164 108 -56 -34.15
2 OCAP 191 126 -65 -34.03
3 YPAS 498 374 -124 -24.90
4 AKSI 480 362 -118 -24.58
5 NZIA 488 380 -108 -22.13
6 TOPS 86 67 -19 -22.09
7 LUCK 570 456 -114 -20.00
8 ITIC 2,750 2,300 -450 -16.36
9 BRAM 4,960 4,260 -700 -14.11
10 INRU 720 625 -95 -13.19
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 885 880 -5 -0.56
2 LUCK 570 456 -114 -20.00
3 BHIT 63 62 -1 -1.59
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 KPIG 126 127 1 0.79
6 TLKM 3,640 3,610 -30 -0.82
7 DADA 173 151 -22 -12.72
8 TCPI 6,450 6,675 225 3.49
9 MNCN 1,505 1,505 0 0.00
10 BBRI 4,550 4,470 -80 -1.76