Portal Berita Ekonomi Kamis, 27 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:11 WIB. Pelindo II - Pelindo II melakukan perombakan pejabat struktural.
  • 11:53 WIB. GMF - GMF AeroAsia akan menambah kapasitas perawatan engine 3 kali lipat.
  • 11:15 WIB. WSBP - Saham Waskita Beton melaju positif sepanjang periode berjalan 2019.
  • 10:59 WIB. BRI Agro - BRI Agro berharap kontribusi investor ritel lebih besar.
  • 10:27 WIB. Kanada - Dollar Kanada mencapai nilai tukar tertinggi terhadap US$ dalam 5 bulan terakhir.
  • 10:12 WIB. KRAS - Krakatau Steel tengah menyiapkan dan mengkaji strategi restrukturisasi.
  • 09:14 WIB. BTN - BTN mengantongi dana sebesar Rp4,1 triliun dari obligasi.
  • 08:54 WIB. Traveloka - Traveloka & SPH Ventures berinvestasi dalam pendanaan Series B kepada PouchNation.
  • 08:36 WIB. Listrik - Pemprov Bali akan segera menghapus pembangkit listrik fosil.
  • 07:35 WIB. Gelombang panas - Eropa sedang dilanda gelombang panas
  • 07:22 WIB. Uang kripto - Bitcoin melewati US$13.000, tertinggi selama 18 bulan.

KIARA Desak Pemerintah Tingkatkan Penyerapan KUR Perikanan

KIARA Desak Pemerintah Tingkatkan Penyerapan KUR Perikanan - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan mendesak pemerintah meningkatkan penyerapan kredit usaha rakyat sektor perikanan yang dinilai masih kecil jika dibandingkan dengan proporsi penyaluran secara keseluruhan.

"Kecilnya penyerapan KUR di sektor perikanan disebabkan sosialisasi yang tidak komplet kepada masyarakat perikanan, utamanya kelompok nelayan skala kecil," kata Sekretaris Jenderal Kiara Abdul Halim ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Menurut Abdul Halim, masih rendahnya penyerapan KUR perikanan juga disebabkan tidak ada mekanisme yang meyakinkan kelompok nelayan, termasuk perempuan keluarga nelayan, terkait pola pengembalian KUR.

Hal itu, ujar dia, karena KUR dinilai masih sebatas aktivitas perbankan dalam menyalurkan dana kredit.

Untuk itu, ia mendesak agar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar tidak lepas tangan dan melakukan pendampingan.

"Pendampingan secara terus-menerus agar usaha yang dijalankan menguntungkan dan kelompok mampu mengembalikan pinjamannya," katanya.

Abdul Halim juga menegaskan agar KKP berorientasi bukan semata-mata meningkatkan persentase KUR di sektor perikanan, tetapi bagimana KUR menjadi sarana peningkatan kesehahteraan masyarakat perikanan, khususnya yang berskala kecil/tradisional.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Rabu (26/3) mengatakan, realisasi penyaluran KUR Sektor Kelautan dan Perikanan (KP) hingga akhir Desember 2013 telah mencapai Rp809,7 miliar dengan jumlah sebanyak 10.130 debitur.

Namun, Sharif mengakui bahwa kredit yang disalurkan untuk sektor kelautan dan perikanan hanya sekitar 0,5 persen dari jumlah kredit nasional yang mencapai Rp138,5 triliun. "Realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan masih jauh di bawah jumlah realisasi KUR untuk sektor perdagangan," ucapnya.

Ia menjelaskan, rendahnya realisasi itu antara lain karena perbankan menganggap usaha di sektor kelautan dan perikanan merupakan usaha beresiko tinggi, serta keterbatasan akses masyarakat terhadap perbankan dan informasi.

Selain itu, ujar dia, pihak perbankan juga ternyata masih mensyaratkan agunan tambahan KUR mikro walaupun pemerintah sudah tidak mensyaratkan hal itu lagi.

KKP sudah mengambil sejumlah langkah strategis seperti menugaskan dinas kelautan dan perikanan provinsi ikut mempersiapkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) sektor kelautan dan perikanan, serta menjaring kelompok UKMK baru melalui sosialisasi.

"Selain itu, KKP juga akan mendorong Komite Kebijakan Penjaminan Kredit Pembiayaan kepada UKMK agar lebih mengarahakan dan meningkatkan pelaksanaan KUR ke sektor kelautan dan perikanan, dan meminta perbankan untuk merelaksasi peraturan perkreditan," tuturnya. (Ant)

Foto: Ist.

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,800.17 3,762.20
British Pound GBP 1.00 18,077.39 17,893.03
China Yuan CNY 1.00 2,072.03 2,051.38
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,251.00 14,109.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,971.42 9,869.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,824.13 1,805.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.56 10,417.16
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,194.84 16,027.82
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.22 3,397.71
Yen Jepang JPY 100.00 13,197.81 13,062.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6310.489 -9.956 637
2 Agriculture 1444.560 -18.174 21
3 Mining 1720.524 -8.943 46
4 Basic Industry and Chemicals 768.415 -4.669 71
5 Miscellanous Industry 1260.652 -13.406 48
6 Consumer Goods 2400.059 -5.060 52
7 Cons., Property & Real Estate 485.825 -0.706 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1195.202 4.199 74
9 Finance 1290.876 -0.482 90
10 Trade & Service 803.233 1.052 159
No Code Prev Close Change %
1 POLU 288 432 144 50.00
2 MTWI 82 110 28 34.15
3 BPTR 91 116 25 27.47
4 POSA 450 560 110 24.44
5 TRIM 140 170 30 21.43
6 BKDP 55 64 9 16.36
7 ISAT 2,350 2,710 360 15.32
8 HDFA 136 153 17 12.50
9 PKPK 83 92 9 10.84
10 DYAN 124 137 13 10.48
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 2,080 1,750 -330 -15.87
2 KONI 448 382 -66 -14.73
3 ALKA 438 380 -58 -13.24
4 KICI 310 270 -40 -12.90
5 ASRM 2,280 2,000 -280 -12.28
6 SIPD 900 800 -100 -11.11
7 GOLD 500 454 -46 -9.20
8 GTBO 187 170 -17 -9.09
9 HITS 700 645 -55 -7.86
10 BUMI 130 120 -10 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 INDY 1,675 1,660 -15 -0.90
2 ERAA 1,835 1,915 80 4.36
3 PGAS 2,020 2,140 120 5.94
4 PTBA 3,060 2,990 -70 -2.29
5 MNCN 985 1,050 65 6.60
6 SMBR 1,090 1,050 -40 -3.67
7 ADRO 1,330 1,360 30 2.26
8 MAMI 102 103 1 0.98
9 TLKM 4,010 3,980 -30 -0.75
10 TAMU 520 565 45 8.65