Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:52 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.557 USD/troy ounce.
  • 16:51 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,17 USD/barel.
  • 16:50 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,96 USD/barel.
  • 16:49 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3055 USD/GBP.
  • 16:48 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Euro pada level 1,1089 USD/EUR.
  • 16:47 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,08% terhadap Dollar AS pada level 6,9048 CNY/USD.
  • 16:47 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,17% terhadap Dollar AS pada level 13.646 IDR/USD.
  • 16:38 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yen pada level 109,95 JPY/USD.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,20% pada level 3.253.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,28% pada level 3.060.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,27% pada level 28.341.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,10% pada level 7.618.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,08% di akhir sesi II.
  • 15:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,70% pada level 24.031.
  • 15:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,23% pada level 2.267.

Kemenkeu: Kasus Jiwasraya Itu Unik

Kemenkeu: Kasus Jiwasraya Itu Unik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Isa Rachmatarwata, menuturkan bahwa kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya unik. Sebab, mereka menawarkan produk asuransi yang tidak lazim ditemui di perusahaan asuransi pada umumnya, yaitu JS Saving Plan.

Produk tersebut memungkinkan pemegang polis dapat mencairkan polis hanya dalam hitungan satu tahun. "Di situ yang kemudian membuat case Jiwasraya unik, tidak seperti case asuransi pada umumnya," kata Isa belum lama ini.

Baca Juga: Tenang... Jiwasraya Tak Pengaruhi Investor Asing, Kok

Secara ideal, Isa menjelaskan, perusahaan asuransi harus memberikan proteksi sampai periode polis berakhir. Kewajiban ini berlaku sekalipun perusahaan tersebut "sakit" atau merugi. Artinya, penyelesaian kasus tidak dapat dilakukan dengan mem-break polis di tengah jalan dan membayar secara tunai.

Namun, keberadaan produk JS Saving Plan membuat kewajiban tersebut sulit dilakukan. Isa menyebutkan, produk ini merupakan produk yang lebih sarat investasi dibandingkan proteksi. Oleh karena itu, ketika Jiwasraya sedang "sakit" seperti saat ini, intensi regulator yang pada umumnya dapat mempertahankan polis supaya berjalan sampai akhir tidak dapat dilakukan.

Selazimnya, Isa menggambarkan, apabila perusahaan asuransi tersebut dapat disehatkan kembali, polis harus dipertahankan di perusahaan tersebut. Jika memang tidak cukup kuat atau mampu mempertahankan polis-polisnya, mereka bisa saja mengalihkan polis ke perusahaan asuransi lain dengan persetujuan regulator.

Dengan kondisinya yang unik, Isa mengatakan, penyelesaian permasalahan Jiwasraya perlu dilakukan secara mendalam. "Tentu harus dikaji betul," ucapnya.

Saat ini, Isa mengatakan, Kemenkeu bersama dengan Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melihat opsi solusi mengatasi isu Jiwasraya. Pilihan terkuat adalah menyelesaikannya dengan skema business to business (B2B).

Pemerintah melalui Kementerian BUMN kini sedang berusaha menjual anak perusahaan Jiwasraya ke investor strategis untuk mendapatkan dana. Nantinya, Isa mengatakan, dana tersebut diterima Jiwasraya dan dapat dipakai untuk mengalihkan polis asuransi ke perusahaan lain ataupun langsung membayar klaim.

Apabila jumlah dana yang didapatkan kurang, pemerintah masih memiliki solusi lain, yakni membentuk konsorsium asuransi. "Kalau mereka nanti bisa leverage modal, mereka mungkin saja mengambil beberapa polis dari asuransi Jiwasraya, kemudian meneruskan polis sampai akhir masa polis," kata Isa.

Isa memastikan, langkah-langkah solusi yang lebih konkret lainnya akan disampaikan oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN pada bulan ini. Ia memastikan, penambahan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak dipertimbangkan sebagai salah satu opsi solusi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani masih enggan berkomentar banyak mengenai perkembangan Jiwasraya. Salah satunya terkait potensi dampak sistemik yang muncul akibat gagal bayar Rp12,4 triliun. Potensi tersebut disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Sri mengatakan, pihaknya masih ingin bertemu dengan BPK terlebih dahulu. "Saya sudah baca di koran, nanti saya akan lihat yang disampaikan beliau mengenai aspek-aspek temuan tadi," katanya beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan, dampak sistemis adalah suatu kondisi sulit yang ditimbulkan suatu bank, lembaga keuangan bukan bank, dan/atau gejolak pasar keuangan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Isa Rachmatarwata

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Istimewa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.85 3,626.71
British Pound GBP 1.00 17,932.17 17,752.38
China Yuan CNY 1.00 1,991.11 1,970.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,746.39 13,609.61
Dolar Australia AUD 1.00 9,399.78 9,304.89
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.03 1,751.36
Dolar Singapura SGD 1.00 10,182.51 10,078.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,231.00 15,078.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,373.35 3,337.32
Yen Jepang JPY 100.00 12,500.13 12,372.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6233.453 -4.700 676
2 Agriculture 1393.817 5.439 21
3 Mining 1482.196 -25.902 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.012 -0.286 77
5 Miscellanous Industry 1220.702 -4.992 51
6 Consumer Goods 2072.040 0.419 57
7 Cons., Property & Real Estate 471.929 -3.296 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.009 -9.075 76
9 Finance 1373.955 5.301 92
10 Trade & Service 750.211 1.380 168
No Code Prev Close Change %
1 DMND 915 1,370 455 49.73
2 AMIN 288 360 72 25.00
3 LTLS 500 615 115 23.00
4 PRDA 3,000 3,690 690 23.00
5 BISI 830 1,015 185 22.29
6 INDR 2,000 2,350 350 17.50
7 KIOS 338 396 58 17.16
8 PTIS 86 100 14 16.28
9 INTD 202 234 32 15.84
10 NIRO 121 140 19 15.70
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 168 113 -55 -32.74
2 GMFI 158 114 -44 -27.85
3 DYAN 97 72 -25 -25.77
4 PICO 1,190 895 -295 -24.79
5 PEGE 202 152 -50 -24.75
6 ASBI 298 230 -68 -22.82
7 FPNI 110 88 -22 -20.00
8 AKSI 620 510 -110 -17.74
9 BAJA 87 72 -15 -17.24
10 SDPC 120 104 -16 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 800 830 30 3.75
2 LUCK 600 630 30 5.00
3 MNCN 1,750 1,720 -30 -1.71
4 ENVY 436 492 56 12.84
5 PURE 216 246 30 13.89
6 ANTM 795 770 -25 -3.14
7 TCPI 6,750 6,700 -50 -0.74
8 BBRI 4,670 4,710 40 0.86
9 KAYU 91 80 -11 -12.09
10 TLKM 3,890 3,860 -30 -0.77