Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:47 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,08% terhadap Dollar AS pada level 6,9048 CNY/USD.
  • 16:47 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,17% terhadap Dollar AS pada level 13.646 IDR/USD.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,20% pada level 3.253.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,28% pada level 3.060.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,27% pada level 28.341.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,10% pada level 7.618.
  • 15:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,70% pada level 24.031.
  • 15:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,23% pada level 2.267.

Penyelamatan Jiwasraya Bisa Terganggu kalau Politiknya Gaduh

Penyelamatan Jiwasraya Bisa Terganggu kalau Politiknya Gaduh - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengamat BUMN dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, mengatakan bahwa perlunya upaya bersama dalam menyelamatkan kondisi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Abra menilai masing-masing pemangku kepentingan melakukan tugasnya secara maksimal.

Abra mengatakan OJK harus tampil menjelaskan dan menenangkan para nasabah bahwa masalah ini bisa terselesaikan. Sementara, Kementerian BUMN perlu secara rutin memberikan penjelasan langkah strategis apa yang sedang dilakukan untuk pemulihan.

Baca Juga: Tengok Kasus Bank Century, Hati-Hati Soal Pansus Jiwasraya

"Dari aspek politik, jangan terlalu gaduh dan melebar ke mana-mana sehingga membuat nasabah dan investor makin khawatir dan panik seolah-olah nantinya akan terjadi kebangkrutan di Jiwasraya," ujar Abra belum lama ini.

Abra tidak menyarankan adanya pembentukan panitia khusus (pansus), melainkan cukup dengan panitia kerja (panja) antara Komisi XI dan Komisi VI DPR yang menaungi bidangnya masing-masing. Pasalnya, kata Abra, Kejagung hingga BPK tengah melakukan penyelidikan dan meminta waktu sekitar 50 hari.

"Jadi beri kesempatan mereka mengungkap skandal ini dengan tenang sehingga konsentrasinya tidak terganggu dengan kegaduhan politik," ucap Abra.

Abra menilai DPR bisa melakukan dialog dengan OJK, Kementerian BUMN, dan Jiwasraya dalam konteks penyelesaian kewajiban terhadap nasabah dalam jangka pendek melalui rapat dengar pendapat maupun panja di komisi DPR yang terkait.

"Harapannya ada pemulihan kepercayaan publik terhadap industri asuransi, khususnya asuransi jiwa sehingga keberlanjutan bisnis Jiwasraya juga terwujud," kata Abra.

Di sisi lain, lanjut Abra, kondisi yang menimpa Jiwasraya bisa menjadi momentum bagi Kementerian BUMN melakukan 'bersih-bersih' secara komprehensif. Sebab, polemik Jiwasraya dikhawatirkan membuat citra negatif bagi BUMN yang lain. Abra mengatakan kasus Jiwasraya melibatkan cukup banyak nasabah dari luar negeri, dalam hal ini Korea Selatan (Korsel), dan menjadi sorotan internasional, khususnya di Korsel yang dikhawatirkan menjadi sentimen bagi negara lain.

"Kita khawatir ketika tata kelola BUMN (Jiwasraya) disorot, ini juga akan distigmakan BUMN lain tata kelolannya sama," ucap Abra.

Dalam skala industri asuransi, khususnya asuransi jiwa, Abra mengutip data OJK per semester I 2019 di mana pertumbuhannya justru negatif sebesar minus 10 persen.

"Sudah tumbuh negatif ditambah kasus Jiwasraya meledak, khawatir prospek industri asuransi, terutama asuransi jiwa akan makin berat ke depan, OJK harus punya peranan lebih besar kembalikan kepercayaan publik," ungkap Abra.

Meski begitu, Abra berharap Kementerian BUMN memberikan penjelasan yang tegas tentang kondisi yang terjadi di Jiwasraya agar tak menjadi preseden buruk bagi BUMN lain.

"Jangan sampai ini membuat para pejabat di BUMN khawatir ketika mereka lakukan aksi korporasi dan mengalami kerugian lalu dianggap melakukan penyimpangan, perlu diperjelas murni kerugian karena bisnis atau ada sesuatu modus mencari rente," kata Abra menambahkan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Galih Pradipta

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.85 3,626.71
British Pound GBP 1.00 17,932.17 17,752.38
China Yuan CNY 1.00 1,991.11 1,970.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,746.39 13,609.61
Dolar Australia AUD 1.00 9,399.78 9,304.89
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.03 1,751.36
Dolar Singapura SGD 1.00 10,182.51 10,078.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,231.00 15,078.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,373.35 3,337.32
Yen Jepang JPY 100.00 12,500.13 12,372.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6233.453 -4.700 676
2 Agriculture 1393.817 5.439 21
3 Mining 1482.196 -25.902 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.012 -0.286 77
5 Miscellanous Industry 1220.702 -4.992 51
6 Consumer Goods 2072.040 0.419 57
7 Cons., Property & Real Estate 471.929 -3.296 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.009 -9.075 76
9 Finance 1373.955 5.301 92
10 Trade & Service 750.211 1.380 168
No Code Prev Close Change %
1 DMND 915 1,370 455 49.73
2 AMIN 288 360 72 25.00
3 LTLS 500 615 115 23.00
4 PRDA 3,000 3,690 690 23.00
5 BISI 830 1,015 185 22.29
6 INDR 2,000 2,350 350 17.50
7 KIOS 338 396 58 17.16
8 PTIS 86 100 14 16.28
9 INTD 202 234 32 15.84
10 NIRO 121 140 19 15.70
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 168 113 -55 -32.74
2 GMFI 158 114 -44 -27.85
3 DYAN 97 72 -25 -25.77
4 PICO 1,190 895 -295 -24.79
5 PEGE 202 152 -50 -24.75
6 ASBI 298 230 -68 -22.82
7 FPNI 110 88 -22 -20.00
8 AKSI 620 510 -110 -17.74
9 BAJA 87 72 -15 -17.24
10 SDPC 120 104 -16 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 800 830 30 3.75
2 LUCK 600 630 30 5.00
3 MNCN 1,750 1,720 -30 -1.71
4 ENVY 436 492 56 12.84
5 PURE 216 246 30 13.89
6 ANTM 795 770 -25 -3.14
7 TCPI 6,750 6,700 -50 -0.74
8 BBRI 4,670 4,710 40 0.86
9 KAYU 91 80 -11 -12.09
10 TLKM 3,890 3,860 -30 -0.77