Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,03% di awal sesi I.
  • 08:44 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,26% pada level 3.022
  • 08:42 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,57% pada level 27.450
  • 08:41 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yuan pada level 7,0304 CNY/USD
  • 08:19 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,25% pada level 3.190
  • 08:18 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,15% terhadap Dollar AS pada level 1.730 IDR/USD
  • 08:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 112,08 JPY/USD
  • 08:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2884 USD/GBP 
  • 08:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Euro pada level 1,0792 USD/EUR
  • 08:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,31 USD/barel
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,78 USD/barel
  • 08:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.620 USD/troy ounce
  • 08:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,41% pada level 23.580
  • 08:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,86% pada level 2.176
  • 08:01 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,38% pada level 3.373

Gagal, Jokowi Sudah Gagal...

Gagal, Jokowi Sudah Gagal... - Warta Ekonomi

Pengamat Hubungan Internasional Dinna Wisnu menyatakan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Natuna telah gagal membuat China gentar. 

Hal tersebut diaktakan terkait kembalinya kapal nelayan dan coast guard China ke perairan Natuna Utara usai kedatangan Jokowi. 

Menurut dia, China sudah memprediksi Indonesia tidak ingin berperang. "Penggentaran yang dilakukan oleh Pak Jokowi, ini kan upaya penggentaran ternyata tidak berhasil. Karena China sudah bisa mengukur Indonesia pakemnya atau pada dasarnya tidak ingin ada perang," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Baca Juga: Amien Rais: Pak Jokowi, Tolong Jangan Wariskan Masalah, Jangan!!

Baca Juga: Pak Jokowi, Buruan Tangkap Perampok Jiwasraya dan Asabri!

Lanjutnya, ia menuturkan Indonesia tak mau perang dengan negara komunis tersebut terlihat dari cara Jokowi merespon situasi di Natuna. Menurutnya, Jokowi terkesan bersayap dalam memberi tanggapan.

Sambugnya, Jokowi, ingin tetap menjaga hubungan baik dengan China dengan tidak membuat pernyataan yang secara tegas menuding China melanggar. Seperti, Jokowi tidak tegas menyatakan China melanggar atau tidak melanggar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Natuna Utara.

Lebih lanjut, ia pun meminta pemerintah Indonesia untuk tidak memandang China seperti dua tahun silam, yakni saat China dan ASEAN sepakati kerangka kode etik Laut China Selatan. Saat itu memang Indonesia dan ASEAN berharap China memenuhi janjinya paling lambat tiga tahun terhadap kesepakatan itu.

"Sekarang sudah tahun berapa, hampir selesai tuh laps waktunya. Dan dengan secara fisik mereka melakukan itu terbukti niat baiknya tidak ada," jelasnya. 

"Jadi itu harus secara tegas bisa kita sampaikan sebenarnya. Tidak perlu muter-muter gitu ya kalau kenyataannya dia tidak menyepakati yang dia tunjukkan dalam forum ASEAN," tukas dia. 

Namun, di sisi lain, ia menyebut tindakan China masuk ke ZEE Indonesia adalah untuk menguji kesetiaan negara kawasan ASEAN, khususnya Indonesia.

Sebab, katanya, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kerjasama di bidang infrastruktur dengan China.

"Kita diuji kesetiaan kita. Bahasa saya kesetiaan karena China kalau memberi bantuan dia selalu minta balik 'kami bisa kasih saya apa?'. Pamrihnya itu langsung keliatan," ujarnya.

Baca Juga

Tag: Perairan Natuna, Joko Widodo (Jokowi), internasional, China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,680.49 3,643.67
British Pound GBP 1.00 17,831.59 17,652.80
China Yuan CNY 1.00 1,969.31 1,948.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,803.68 13,666.33
Dolar Australia AUD 1.00 9,176.69 9,082.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,775.78 1,758.07
Dolar Singapura SGD 1.00 9,877.41 9,777.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,909.35 14,756.90
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,305.48 3,270.24
Yen Jepang JPY 100.00 12,406.69 12,282.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5942.487 13.696 682
2 Agriculture 1293.152 -6.644 22
3 Mining 1454.898 23.213 49
4 Basic Industry and Chemicals 882.997 -1.692 77
5 Miscellanous Industry 1101.999 2.541 51
6 Consumer Goods 1937.534 15.529 57
7 Cons., Property & Real Estate 455.876 -2.662 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1017.481 -0.941 78
9 Finance 1349.188 3.336 92
10 Trade & Service 704.200 -0.648 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 50 67 17 34.00
2 PTIS 72 95 23 31.94
3 DNAR 208 256 48 23.08
4 PSDN 148 180 32 21.62
5 ERTX 110 132 22 20.00
6 BRAM 4,260 5,100 840 19.72
7 DEAL 118 140 22 18.64
8 INTD 200 236 36 18.00
9 PRAS 140 165 25 17.86
10 PCAR 238 272 34 14.29
No Code Prev Close Change %
1 GHON 1,680 1,350 -330 -19.64
2 RELI 185 150 -35 -18.92
3 PDES 875 725 -150 -17.14
4 MREI 5,900 5,000 -900 -15.25
5 INDO 130 112 -18 -13.85
6 PBRX 440 384 -56 -12.73
7 EPMT 2,100 1,850 -250 -11.90
8 JMAS 650 575 -75 -11.54
9 PRIM 328 292 -36 -10.98
10 MTPS 320 286 -34 -10.62
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,490 1,475 -15 -1.01
2 MKNT 50 50 0 0.00
3 TOWR 875 880 5 0.57
4 BBCA 33,475 32,975 -500 -1.49
5 ASPI 300 304 4 1.33
6 BBRI 4,480 4,560 80 1.79
7 KPIG 124 125 1 0.81
8 PGAS 1,530 1,555 25 1.63
9 MDKA 1,260 1,300 40 3.17
10 TLKM 3,620 3,630 10 0.28