Portal Berita Ekonomi Rabu, 29 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.568 USD/troy ounce.
  • 16:05 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,20 USD/barel.
  • 16:05 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,12 USD/barel.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,3018 USD/GBP.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Euro pada level 1,1002 USD/EUR.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 109,08 JPY/USD.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,03% di akhir sesi II. 
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.634 IDR/USD.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,82% pada level 27.160.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,04% pada level 3.180.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,37% pada level 7.508.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,71% pada level 23.379.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,39% pada level 2.185.

'Tengilnya' Kapal China di Laut Natuna

'Tengilnya' Kapal China di Laut Natuna - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kedaulatan maritim Indonesia atas Zona Ekonomi Eksklusif-nya (ZEE) di Laut Natuna belakangan ini tengah diuji dengan hadirnya kapal-kapal asing asal China. Kapal-kapal mereka secara ilegal berseliweran di ZEE Indonesia, yang sejauh hingga 200 mil dari titik pantai pulau terluar Kepulauan Natuna.

Ini terlihat saat armada kapal patroli Indonesia akhir pekan lalu berpatroli di ZEE perairan utara Kepulauan Natuna. Tiga kapal milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli pada Sabtu 11 Januari 2020.

Baca Juga: Sentuh ZEE, 3 KRI Usir Kapal China di Natuna

Di lautan itu, mereka mendeteksi 49 kapal nelayan pukat asing yang diduga mengambil kekayaan dalam laut secara ilegal di ZEE Indonesia. Ternyata tidak hanya itu, kelompok patroli tersebut bertemu dengan enam kapal Coast Guard China dan satu kapal pengawas perikanan China. Bertemu dengan kelompok patroli TNI, kapal-kapal China itu bergeming. Mereka bahkan tampak "berbuat ulah".

Momen menegangkan terjadi saat Kapal Coast Guard China-5302 memotong haluan KRI Usman Harun-359 pada jarak 60 yards, atau sekitar 55 meter. Kendati cukup menegangkan, tidak ada laporan adanya insiden yang serius atas manuver kapal-kapal China itu. 

Sebelumnya, pekan lalu pihak TNI sempat menyatakan tidak ada lagi kapal China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjend TNI Sisriadi, mengungkapkan TNI AU telah melakukan pengamatan di wilayah perairan Natuna dan hasilnya sudah tak ada lagi kapal asing di perairan tersebut.

"Dengan pengamatan dari TNI AU melalui udara, mereka artinya kapal-kapal China yang melakukan illegal fishing mereka sudah keluar dari ZEE kita pascakunjungan Presiden ke Natuna," kata Sisriadi di Jakarta beberapa waktu lalu.

TNI, lanjut Sisriadi, tetap menggelar operasi di wilayah perairan Natuna dan itu merupakan operasi rutin TNI. Untuk intensitas operasinya menyesuaikan dengan kondisi perkembangan keamanan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Deputi V (Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia) Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardhani menilai bahwa persoalan dengan China di perairan sekitar Natuna tidak akan pernah bisa selesai selama tidak ada kesepahaman yang sama.

Menurutnya, setiap tahun konflik itu akan terus terjadi. Namun yang paling penting, kata dia, pemerintah hadir di sana untuk menyejahterakan rakyat. Itu dikatakan, menyikapi masih adanya kapal China yang memasuki perairan ZEE itu.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Laut Natuna Utara, Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.45 3,615.72
British Pound GBP 1.00 17,837.48 17,658.64
China Yuan CNY 1.00 1,975.40 1,955.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,702.17 13,565.83
Dolar Australia AUD 1.00 9,272.26 9,177.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,761.95 1,744.40
Dolar Singapura SGD 1.00 10,098.89 9,992.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,094.31 14,942.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,357.96 3,321.30
Yen Jepang JPY 100.00 12,548.92 12,420.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6113.045 1.861 676
2 Agriculture 1346.334 4.232 21
3 Mining 1441.300 -4.108 49
4 Basic Industry and Chemicals 907.928 -5.151 77
5 Miscellanous Industry 1186.872 0.894 51
6 Consumer Goods 2048.897 12.584 57
7 Cons., Property & Real Estate 465.478 -2.148 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1074.184 6.212 77
9 Finance 1356.286 -1.534 92
10 Trade & Service 732.687 -0.036 167
No Code Prev Close Change %
1 PURA 105 178 73 69.52
2 ERTX 95 128 33 34.74
3 OCAP 120 160 40 33.33
4 GHON 1,000 1,250 250 25.00
5 PDES 850 1,050 200 23.53
6 SHID 2,680 3,140 460 17.16
7 LPIN 210 240 30 14.29
8 DAYA 262 298 36 13.74
9 ASBI 260 294 34 13.08
10 TMPO 140 155 15 10.71
No Code Prev Close Change %
1 KIOS 360 282 -78 -21.67
2 BKSW 165 130 -35 -21.21
3 NASA 484 396 -88 -18.18
4 SIPD 995 835 -160 -16.08
5 BMSR 115 98 -17 -14.78
6 ARTA 340 300 -40 -11.76
7 ESIP 268 238 -30 -11.19
8 PTIS 90 80 -10 -11.11
9 KOIN 141 126 -15 -10.64
10 REAL 328 294 -34 -10.37
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 850 845 -5 -0.59
2 MNCN 1,605 1,630 25 1.56
3 LUCK 720 725 5 0.69
4 PURA 105 178 73 69.52
5 JSKY 157 164 7 4.46
6 BTPS 4,780 4,570 -210 -4.39
7 BBRI 4,620 4,620 0 0.00
8 PGAS 1,810 1,795 -15 -0.83
9 BBCA 33,950 33,925 -25 -0.07
10 TLKM 3,830 3,900 70 1.83