Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:39 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,79% pada level 3.071
  • 09:38 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 1,52% pada level 28.360
  • 09:37 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 1,13% pada level 3.242
  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,33% terhadap Yuan pada level 6,8882 CNY/USD
  • 08:11 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,04% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD 
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,20 USD/barel
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,74 USD/barel
  • 08:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.561 USD/troy ounce 
  • 08:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 110,19 JPY/USD
  • 08:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2999 USD/GBP
  • 08:00 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1093 USD/EUR
  • 07:54 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,11% pada level 24.060
  • 07:53 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,06% pada level 2.263

Istana: Konflik dengan China Soal Natuna Tak Akan Selesai

Istana: Konflik dengan China Soal Natuna Tak Akan Selesai - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Deputi V (Hukum, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia) Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardhani, mengaku bahwa persoalan dengan China di perairan sekitar Natuna tidak akan pernah bisa selesai. Selama tidak ada kesepahaman yang sama.

Menurutnya, setiap tahun konflik itu akan terus terjadi. Namun yang paling penting, kata dia, pemerintah hadir di sana untuk menyejahterakan rakyat. Itu dikatakan, menyikapi masih adanya kapal China yang memasuki perairan Zona Ekonomi Ekslusif atau ZEE pasca ketegangan beberapa pekan lalu. Hingga kemudian Presiden Joko Widodo menyambangi pulau yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan (LCS) itu.

Baca Juga: 'Tengilnya' Kapal China di Laut Natuna

"Perkara tadi dibilang kapal China yang masuk, dan lain-lain, saya rasa kejadian itu selalu berulang setiap tahun, tiap saat. Hal itu karena kita ada perbedaan klaim. China merasa bahwa itu wilayahnya, kita merasa itu adalah wilayah kita yang diakui UNCLOS 1982," kata Jaleswari di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Indonesia memiliki indikator yang jelas mengenai batas itu. Sementara, China tetap mengklaim walau ditolak oleh semua negara. Persoalan ini juga sempat terjadi pada 2016. Bahkan, antara China dengan Filipina pun, kata dia, juga terjadi klaim-klaim.

Menurut Jaleswari, jika ditanya apakah perseteruan dengan China terkait batas di ZEE Natuna, tidak akan bisa diselesaikan. Setiap saat, kata dia, peristiwa ini akan berlangsung terus. Meskipun, Indonesia dipastikan tidak akan menyerah mengingat kedaulatan adalah harga mati dan tidak bisa ditawar lagi.

"Ini akan susah ketika kita memiliki ukuran perbedaan soal ukuran-ukuran itu. Jadi, soal klaim-klaim dan lain-lain sepanjang Indonesia dan China tidak pernah satu ukuran atau satu untuk melihat klaim itu tidak akan bertemu. Dan itu wajar saja," jelasnya.

Seperti instruksi Presiden Jokowi, lanjut dia, yang terpenting sekarang adalah bagaimana negara hadir terutama dalam menyejahterakan rakyat di sana agar para nelayan yang mencari ikan di perairan tersebut aman dan tidak terganggu oleh situasi yang ada saat ini.

"Terpenting bagaimana kita amankan wilayah kita, bagaimana kita lindungi nelayan kita, dan bagaimana penguasaan efektif dilakukan dengan kehadiran negara terus-menerus di Natuna baik soal kesejahteraan dan keamanan," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Laut Natuna Utara, Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,658.88 3,622.09
British Pound GBP 1.00 17,846.92 17,667.98
China Yuan CNY 1.00 1,992.90 1,972.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,726.29 13,589.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,416.23 9,315.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,765.87 1,748.28
Dolar Singapura SGD 1.00 10,177.42 10,072.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,226.57 15,073.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,375.87 3,339.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,484.12 12,356.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6245.043 -46.614 675
2 Agriculture 1416.471 -20.137 21
3 Mining 1515.967 -26.726 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.755 -7.627 77
5 Miscellanous Industry 1224.607 -9.715 51
6 Consumer Goods 2082.610 -16.264 56
7 Cons., Property & Real Estate 480.841 -4.665 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1088.720 -7.886 76
9 Finance 1366.432 -7.402 92
10 Trade & Service 750.830 -4.813 168
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 AMAR 360 450 90 25.00
3 LUCK 450 560 110 24.44
4 PICO 1,225 1,500 275 22.45
5 MYTX 55 66 11 20.00
6 LMAS 160 191 31 19.38
7 INPP 850 990 140 16.47
8 KICI 204 230 26 12.75
9 FITT 85 95 10 11.76
10 CSRA 376 420 44 11.70
No Code Prev Close Change %
1 SONA 6,000 4,800 -1,200 -20.00
2 RELI 166 134 -32 -19.28
3 KAYU 89 72 -17 -19.10
4 KBLV 294 240 -54 -18.37
5 SDRA 850 700 -150 -17.65
6 PORT 595 510 -85 -14.29
7 CARS 145 125 -20 -13.79
8 PADI 133 115 -18 -13.53
9 LMPI 97 84 -13 -13.40
10 IKAI 64 56 -8 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,695 1,745 50 2.95
2 TOWR 785 785 0 0.00
3 ANTM 840 795 -45 -5.36
4 LUCK 450 560 110 24.44
5 TLKM 3,810 3,810 0 0.00
6 BBCA 34,375 34,175 -200 -0.58
7 TCPI 6,850 6,700 -150 -2.19
8 PGAS 2,020 1,965 -55 -2.72
9 BBRI 4,630 4,660 30 0.65
10 WSKT 1,445 1,375 -70 -4.84