Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:47 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,08% terhadap Dollar AS pada level 6,9048 CNY/USD.
  • 16:47 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,17% terhadap Dollar AS pada level 13.646 IDR/USD.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,20% pada level 3.253.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,28% pada level 3.060.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,27% pada level 28.341.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,10% pada level 7.618.
  • 15:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,70% pada level 24.031.
  • 15:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,23% pada level 2.267.

Selat Hormuz Terganggu, Bagaimana Pasar Minyak Dunia?

Selat Hormuz Terganggu, Bagaimana Pasar Minyak Dunia? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan adanya gangguan di Selat Hormuz, rute pengiriman utama di kawasan Teluk. Gangguan ini juga akan berdampak pada pasar minyak global.

Kepada CNBC, analis Dave Ernsberger dari S&P Global mengatakan bahwa gangguan apa pun terhadap Selat Hormuz, titik sempit paling vital di Timur Tengah, dapat menjadi peristiwa black swan terbesar di pasar minyak dunia. Selat Hormuz adalah chokepoint atau titik sempit minyak paling penting di dunia, pintu gerbang bagi hampir sepertiga dari seluruh minyak mentah dan produk minyak bumi yang dibawa kapal-kapal tanker.

Baca Juga: Saudi Segera Lindungi Fasilitas Minyak Setelah Serangan di Irak

Selat Hormuz memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab (UEA). Letaknya di antara Teluk Oman dan Teluk Persia. Pada titik tersempit, lebar Selat Hormuz hanya mencapai 54 km. Selat ini satu-satunya jalur untuk mengirim minyak keluar dari Teluk Persia.

Menurut Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat, pada 2018 terdapat sekitar 21 juta barel minyak diangkut setiap hari melalui jalur air.

"Jika kita melihat suhu politik berubah dan ada yang mulai mengganggu lalu lintas ini, akan menjadi semacam peristiwa yang membuat pasar panik, kondisi yang belum pernah kita lihat selama 10 atau 15 tahun," ungkap Ernsberger, dikutip RT, Minggu (12/1/2020).

Ketika ditanya apa yang akan menjadi peristiwa black swan terbesar untuk pasar minyak, analis ini mengatakan, "Tanpa ragu, ada satu hal yang ada di pikiran semua orang." Peristiwa black swan mengacu pada kejadian langka dan tak terduga yang memiliki konsekuensi cukup parah untuk pasar keuangan.

"Peristiwa ini muncul dalam gambaran minggu ini. Semua orang tahu Selat Hormuz itu chokepoint yang rentan, titik rentan yang dalam kondisi politik semacam ini benar-benar dapat berperan," katanya.

Hal sama diungkapkan analis investasi di Tribeca Investment Partners, James Eginton. Ia mengatakan, para pelaku pasar energi makin khawatir konflik AS-Iran berdampak pada pasokan minyak mentah regional.

Menurutnya, langkah Iran untuk mematikan sepenuhnya pasokan minyak mentah di Selat Hormuz akan membuat harga minyak mentah melambung.

"Jika Iran memblokir Selat Hormuz, pengiriman minyak akan meningkat hingga US$100 per barel. Selama beberapa hari ke depan, jika Iran mulai berusaha memblokir Selat Hormuz, harga minyak akan jauh lebih tinggi,” kata Eginton.

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Iran, Minyak, internasional, Selat Hormuz

Penulis: Lili Lestari

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Reuters/Raheb Homavandi/File Photo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.85 3,626.71
British Pound GBP 1.00 17,932.17 17,752.38
China Yuan CNY 1.00 1,991.11 1,970.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,746.39 13,609.61
Dolar Australia AUD 1.00 9,399.78 9,304.89
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.03 1,751.36
Dolar Singapura SGD 1.00 10,182.51 10,078.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,231.00 15,078.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,373.35 3,337.32
Yen Jepang JPY 100.00 12,500.13 12,372.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6233.453 -4.700 676
2 Agriculture 1393.817 5.439 21
3 Mining 1482.196 -25.902 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.012 -0.286 77
5 Miscellanous Industry 1220.702 -4.992 51
6 Consumer Goods 2072.040 0.419 57
7 Cons., Property & Real Estate 471.929 -3.296 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.009 -9.075 76
9 Finance 1373.955 5.301 92
10 Trade & Service 750.211 1.380 168
No Code Prev Close Change %
1 DMND 915 1,370 455 49.73
2 AMIN 288 360 72 25.00
3 LTLS 500 615 115 23.00
4 PRDA 3,000 3,690 690 23.00
5 BISI 830 1,015 185 22.29
6 INDR 2,000 2,350 350 17.50
7 KIOS 338 396 58 17.16
8 PTIS 86 100 14 16.28
9 INTD 202 234 32 15.84
10 NIRO 121 140 19 15.70
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 168 113 -55 -32.74
2 GMFI 158 114 -44 -27.85
3 DYAN 97 72 -25 -25.77
4 PICO 1,190 895 -295 -24.79
5 PEGE 202 152 -50 -24.75
6 ASBI 298 230 -68 -22.82
7 FPNI 110 88 -22 -20.00
8 AKSI 620 510 -110 -17.74
9 BAJA 87 72 -15 -17.24
10 SDPC 120 104 -16 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 800 830 30 3.75
2 LUCK 600 630 30 5.00
3 MNCN 1,750 1,720 -30 -1.71
4 ENVY 436 492 56 12.84
5 PURE 216 246 30 13.89
6 ANTM 795 770 -25 -3.14
7 TCPI 6,750 6,700 -50 -0.74
8 BBRI 4,670 4,710 40 0.86
9 KAYU 91 80 -11 -12.09
10 TLKM 3,890 3,860 -30 -0.77