Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:38 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka negatif 0,14% pada level 3.276.
  • 09:37 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,20% pada level 3.081.
  • 09:37 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,22% pada level 24.093.
  • 09:35 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,08% pada level 2.274.
  • 09:34 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,10% pada level 29.026.
  • 09:34 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,3001 USD/GBP.
  • 09:33 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1097 USD/EUR.
  • 09:32 WIB. Valas - Yuan tertahan terhadap Dollar AS pada level 6,8595 CNY/USD.
  • 09:32 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.654 IDR/USD.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 110,20 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.557 USD/troy ounce.
  • 09:29 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,62 USD/barel.
  • 09:29 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,15 USD/barel.
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,30% di awal sesi I.

Jangan Terjebak Iming-iming Harga Murah Impor Gas, Jangan! Bahaya!

Jangan Terjebak Iming-iming Harga Murah Impor Gas, Jangan! Bahaya! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PKS menolak rencana pemerintah melakukan impor gas untuk menekan harga jual ke kalangan industri. Menurut Wakil Ketua FPKS DPR RI, Mulyanto, impor bukan solusi tepat untuk mengatasi harga jual gas yang dinilai masih tinggi.

Pemerintah, kata Mulyanto, jangan terjebak oleh permainan spekulan impor yang mengiming-imingi harga murah di awal, tapi justru akan merusak tata kelola gas dalam negeri.

"Untuk jangka pendek opsi impor mungkin terkesan menarik karena pihak produsen menjanjikan harga lebih murah. Tapi kita tidak bisa jamin harga ini bisa berlaku untuk jangka waktu yang lama," tegas Mulyanto.

Baca Juga: Berkongsi dengan Ahok, Moeldoko: Gak Perlu Presiden, Mafia Migas Biar Saya yang Gigit!

Daripada mengimpor gas, kata Mulyanto, sebaiknya pemerintah melakukan efisiensi produksi dan transportasi. Sejauh ini tingginya harga gas ke kalangan industri justru disebabkan oleh tingginya harga produksi di hulu dan transportasi.

"Pemerintah jangan hanya mencari manfaat jangka pendek. Kalau impor gas dilakukan bukan tidak mungkin justru akan mengganggu keberadaan kilang-kilang gas yang berproduksi selama ini," ujar Mulyanto.

Selain efisiensi, Mulyanto juga mendesak pemerintah untuk menambah kuota Domestic Market Obligation (DMO). Hal ini perlu untuk menjamin ketersediaan gas bagi kalangan industri dan masyarakat. Apalagi paradigma kebijakan energi kita kan menjadikan gas bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi gas sebagai sumber daya untuk mendorong pembangunan.

Baca Juga: Indonesia Mau Impor LNG, Apa Ini Mainan Baru Mafia Migas?

"Kita dukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan DMO gas untuk menurunkan harga jual gas. Tapi kalau impor, kita akan tolak," tegas Anggota Komisi VII, DPR RI ini.

Menurut Mulyanto, saat ini saja defisit neraca berjalan Indonesia sudah besar akibat impor minyak olahan, yang berkontribusi mencapai 30% dari total defisit transaksi berjalan. Angka ini dipastikan akan naik jika ditambah adanya impor gas.

Baca Juga

Tag: Gas, Migas, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Nova Wahyudi

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,656.40 3,619.63
British Pound GBP 1.00 17,940.84 17,756.89
China Yuan CNY 1.00 1,997.38 1,977.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,716.24 13,579.76
Dolar Australia AUD 1.00 9,469.69 9,368.68
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,764.94 1,747.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,189.61 10,086.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,282.63 15,129.21
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,377.55 3,341.48
Yen Jepang JPY 100.00 12,447.81 12,322.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6291.657 5.609 676
2 Agriculture 1436.608 10.657 21
3 Mining 1542.693 -4.494 50
4 Basic Industry and Chemicals 966.382 5.957 77
5 Miscellanous Industry 1234.322 -7.163 51
6 Consumer Goods 2098.874 -5.440 56
7 Cons., Property & Real Estate 485.506 -6.182 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.606 -3.939 76
9 Finance 1373.834 9.964 92
10 Trade & Service 755.643 -3.048 168
No Code Prev Close Change %
1 INDO 142 191 49 34.51
2 LRNA 117 157 40 34.19
3 OMRE 600 750 150 25.00
4 MIDI 1,150 1,430 280 24.35
5 IKAI 55 64 9 16.36
6 FORU 99 115 16 16.16
7 FITT 74 85 11 14.86
8 JMAS 690 780 90 13.04
9 PAMG 104 116 12 11.54
10 CASS 540 600 60 11.11
No Code Prev Close Change %
1 CARS 195 145 -50 -25.64
2 AMAR 480 360 -120 -25.00
3 MARI 256 193 -63 -24.61
4 ARTA 418 320 -98 -23.44
5 PBRX 376 292 -84 -22.34
6 HKMU 268 210 -58 -21.64
7 KAYU 111 89 -22 -19.82
8 BKSW 173 140 -33 -19.08
9 LMAS 196 160 -36 -18.37
10 ASSA 735 610 -125 -17.01
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,690 1,695 5 0.30
2 TLKM 3,850 3,810 -40 -1.04
3 TOWR 785 785 0 0.00
4 BBRI 4,570 4,630 60 1.31
5 BBCA 34,250 34,375 125 0.36
6 NIKL 675 670 -5 -0.74
7 LUCK 444 450 6 1.35
8 KAEF 1,205 1,180 -25 -2.07
9 BMRI 7,550 7,725 175 2.32
10 INAF 735 740 5 0.68