Portal Berita Ekonomi Sabtu, 18 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:22 WIB. Gold Spot - 1.545 USD/troy ounce (13/1), 1.549 USD/troy ounce (14/1), 1.555 USD/troy ounce (15/1), 1.552 USD/troy ounce (16/1), 1.557 USD/troy ounce (17/1).
  • 09:20 WIB. Brent Oil - 64,20 USD/barel (13/1), 64,49 USD/barel (14/1), 64,00 USD/barel (15/1), 64,62 USD/barel (16/1), 65,10 USD/barel (17/1).
  • 09:18 WIB. WTI Oil - 58,08 USD/barel (13/1), 58,23 USD/barel (14/1), 57,81 USD/barel (15/1), 58,52 USD/barel (16/1), 58,78 USD/barel (17/1).
  • 09:15 WIB. USD/CNY - 6,8937 (13/1), 6,8841 (14/1), 6,8909 (15/1), 6,8789 (16/1), 6,8597 (17/1).
  • 09:13 WIB. USD/IDR - 13.668 (13/1), 13.670 (14/1), 13.665 (15/1), 13.630 (16/1), 13.637 (17/1).
  • 09:11 WIB. USD/JPY - 109,94 (13/1), 109,98 (14/1), 109,89 (15/1), 110,16 (16/1), 110,14 (17/1).
  • 09:09 WIB. GBP/USD - 1,2990 (13/1), 1,3018 (14/1), 1,3038 (15/1), 1,3079 (16/1), 1,3010 (17/1).
  • 09:06 WIB. EUR/USD - 1,1135 (13/1), 1,1128 (14/1), 1,1151 (15/1), 1,1137 (16/1), 1,1091 (17/1).
  • 09:05 WIB. Straits Times - 3.251 (13/1), 3.270 (14/1), 3.256 (15/1), 3.278 (16/1), 3.281 (17/1).
  • 09:02 WIB. IHSG - 6.296 (13/1), 6.325 (14/1), 6.283 (15/1), 6.286 (16/1), 6.291 (17/1).
  • 08:59 WIB. KOSPI - 2.229 (13/1), 2.238 (14/1), 2.230 (15/1), 2.248 (16/1), 2.250 (17/1).
  • 08:57 WIB. Hang Seng - 28.954 (13/1), 28.885 (14/1), 28.773 (15/1), 28.883 (16/1), 29.056 (17/1).
  • 08:54 WIB. Shanghai Composite - 3.115 (13/1), 3.106 (14/1), 3.090 (15/1), 3.074 (16/1), 3.075 (17/1).
  • 08:50 WIB. Nikkei 225 - 24.025 (14/1), 23.916 (15/1), 23.933 (16/1), 24.041 (17/1).
  • 08:45 WIB. FTSE 100 - 7.617 (13/1), 7.622 (14/1), 7.642 (15/1), 7.609 (16/1), 7.674 (17/1).

Pindah Ibu Kota, Pemerintah Harus Pikirkan Nasib BMN

Pindah Ibu Kota, Pemerintah Harus Pikirkan Nasib BMN - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah harus secara hati-hati melakukan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemerintah harus memikirkan Barang Milik Negara (BMN) yang ditinggalkan.

Adanya gagasan untuk memanfaatkan BMN sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau gagasan lainnya yang akan dilakukan harus selalu memperhatikan Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah yang menyatakan bahwa pemanfaatan dan pengelolaan BMN seperti gedung-gedung pemerintah yang berlokasi di Jakarta sepenuhnya berada di bawah kendali Menteri Keuangan.

Baca Juga: Ibu Kota Baru RI Bakal Dapat Contekan dari Korsel

Demikian diungkapkan praktisi hukum dari firma hukum Dentons HPRP, Giovanni Mofsol Muhammad. Menurutnya, pemerintah pusat hanya bisa meminjamkan atau menyewakan BMN kepada pemerintah daerah untuk jangka waktu 5 tahun untuk kemudian dapat diperpanjang hanya satu kali. Untuk bentuk-bentuk pemanfaatan lainnya, pemerintah pusat dapat bekerja sama baik dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta atau BUMN.

"Jadi memang bisa dimanfaatkan menjadi RTH, tetapi tidak serta-merta. Karena kendali BMN berada dibawah Menteri Keuangan, tentunya perlu ada kesepakatan pemanfaatan antara Kementerian Keuangan dengan Pemerintah Provinsi," jelas Giovanni.

Penggunaan atau pemanfaatan BMN sendiri secara umum diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pasal 1 angka 10 UU 1/2004 mendefinisikan BMN sebagai semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja  Negara (APBN) atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.

Terbatasnya jangka peminjaman BMN kepada pemerintah daerah ini tentu menjadi halangan signifikan pemanfaatan BMN yang akan ditinggalkan pemerintah pusat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apalagi, jika Pemprov DKI ingin mengubah BMN yang sudah tidak terpakai di Jakarta menjadi RTH yang tentunya merupakan sebuah proyek jangka panjang.

"Harus dipikirkan bagaimana BMN yang ditinggalkan ini bisa terus produktif, apakah untuk pemerintah daerah, atau swasta, atau untuk kepentingan umum di jangka panjang, tetapi tanpa melanggar batasan sebagaimana disebutkan di atas," lanjut Giovanni.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sendiri pernah mengusulkan bahwa aset-aset BMN dijual melalui lelang untuk membantu membiayai proses pemindahan ibu kota, atau pemanfaatan BMN secara langsung, yakni aset-aset milik negara di ibu kota lama bisa dimanfaatkan oleh swasta.  Dengan begitu, negara akan mendapat pendapatan dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Giovanni menilai bahwa salah satu pemecahan dari permasalahan ini adalah dengan menghibahkan BMN yang ditinggalkan ke pemerintah daerah. Hal ini dimungkinkan berdasarkan PP 27/2014, di mana hibah atas BMN dapat dilakukan atas dasar berbagai pertimbangan, di antaranya untuk kepentingan budaya dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Namun, mekanisme hibah ini tidak akan menghasilkan dana yang dibutuhkan oleh Pemerintah Pusat untuk membangun ibu kota baru.

Sekali lagi, semua alternatif solusi ini harus dikaji dan diputuskan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Agar apapun kesepakatan yang diraih oleh pemerintah pusat dan daerah, BMN tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program-program pemerintah daerah sekaligus juga membantu kebutuhan dana pemerintah pusat untuk membangun ibu kota baru.

"Dan tentunya perlu didukung oleh seperangkat ketentuan peraturan baru yang memayungi langkah yang akan diambil," tandasnya.

Baca Juga

Tag: Pemindahan Ibu Kota, Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,656.40 3,619.63
British Pound GBP 1.00 17,940.84 17,756.89
China Yuan CNY 1.00 1,997.38 1,977.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,716.24 13,579.76
Dolar Australia AUD 1.00 9,469.69 9,368.68
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,764.94 1,747.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,189.61 10,086.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,282.63 15,129.21
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,377.55 3,341.48
Yen Jepang JPY 100.00 12,447.81 12,322.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6291.657 5.609 676
2 Agriculture 1436.608 10.657 21
3 Mining 1542.693 -4.494 50
4 Basic Industry and Chemicals 966.382 5.957 77
5 Miscellanous Industry 1234.322 -7.163 51
6 Consumer Goods 2098.874 -5.440 56
7 Cons., Property & Real Estate 485.506 -6.182 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.606 -3.939 76
9 Finance 1373.834 9.964 92
10 Trade & Service 755.643 -3.048 168
No Code Prev Close Change %
1 INDO 142 191 49 34.51
2 LRNA 117 157 40 34.19
3 OMRE 600 750 150 25.00
4 MIDI 1,150 1,430 280 24.35
5 IKAI 55 64 9 16.36
6 FORU 99 115 16 16.16
7 FITT 74 85 11 14.86
8 JMAS 690 780 90 13.04
9 PAMG 104 116 12 11.54
10 CASS 540 600 60 11.11
No Code Prev Close Change %
1 CARS 195 145 -50 -25.64
2 AMAR 480 360 -120 -25.00
3 MARI 256 193 -63 -24.61
4 ARTA 418 320 -98 -23.44
5 PBRX 376 292 -84 -22.34
6 HKMU 268 210 -58 -21.64
7 KAYU 111 89 -22 -19.82
8 BKSW 173 140 -33 -19.08
9 LMAS 196 160 -36 -18.37
10 ASSA 735 610 -125 -17.01
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,690 1,695 5 0.30
2 TLKM 3,850 3,810 -40 -1.04
3 TOWR 785 785 0 0.00
4 BBRI 4,570 4,630 60 1.31
5 BBCA 34,250 34,375 125 0.36
6 NIKL 675 670 -5 -0.74
7 LUCK 444 450 6 1.35
8 KAEF 1,205 1,180 -25 -2.07
9 BMRI 7,550 7,725 175 2.32
10 INAF 735 740 5 0.68