Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:42 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,52 USD/barel.
  • 16:41 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,81 USD/barel.
  • 16:40 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.557 USD/troy ounce.
  • 16:40 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Yen pada level 109,95 JPY/USD.
  • 16:39 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,22% terhadap Dollar AS pada level 13.669 IDR/USD.
  • 16:38 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,53% terhadap Dollar AS pada level 6,90 CNY/USD.
  • 16:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Poundsterling pada level 1,3030 USD/GBP.
  • 16:35 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Euro pada level 1,1086 USD/EUR.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,81% pada level 27.985.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,41% pada level 3.052.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,05% pada level 3.245.
  • 16:29 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,02% pada level 7.573.
  • 14:21 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,91% pada level 23.864.
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,01% pada level 2.239.

Indonesia Berpeluang Diuntungkan Berkat Pemboikotan Minyak Sawit Malaysia oleh India

Indonesia Berpeluang Diuntungkan Berkat Pemboikotan Minyak Sawit Malaysia oleh India - Warta Ekonomi
WE Online, New Delhi -

Para importir minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di India telah sepakat untuk menghentikan semua pembelian sawit dari pemasok utama mereka di Malaysia. Kebijakan itu dirilis setelah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik penerapan Undang-Undang Kewarganegaraan baru India yang dinilai diskriminatif terhadap warga muslim.

Meski boikot ini dianggap akan merugikan Malaysia secara finansial, namun PM Mahathir nampaknya akan terus menyuarakan penentangannya terhadap kebijakan India yang dianggap mendiskriminasi warga beragama Islam.

Baca Juga: Terus Dapatkan Perlawanan, UU Kewarganegaraan 'Anti Muslim' India Digugat

Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Malaysia dengan India memburuk karena pada Oktober 2019 Mahathir Mohamad menuduh pemerintah India menginvasi wilayah mayoritas muslim di Kashmir.

PM Malaysia berusia 94 tahun ini mengatakan akan mencari solusi untuk mengatasi kemungkinan kerugian bisnis akibat pelarangan minyak sawit mentah ini.

"Tentu saja kami khawatir karena kami menjual banyak minyak sawit ke India, tetapi di sisi lain kami harus jujur, ??dan jika ada yang salah, kami harus mengatakannya," ujar Mahathir kepada wartawan.

"Jika kita membiarkan sesuatu yang salah terus terjadi dan hanya memikirkan uang, maka saya pikir akan ada banyak hal salah lainnya yang mungkin kita dan orang lain lakukan."

India adalah importir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Pekan lalu, pemerintah India membuat aturan melarang impor minyak sawit dari Malaysia, yang merupakan produsen dan pengekspor minyak sawit terbesar dunia di samping Indonesia.

Baca Juga: Update Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Periode Januari 2020

Seperti dilansir dari Reuters, pemerintah India telah menginstruksikan para pedagang untuk menjauhi impor minyak sawit dari Malaysia. Pedagang dan pelaku industri India malah membeli minyak sawit mentah Indonesia meskipun membayar harga premium dibanding Malaysia.

Malaysia berpotensi merugi

Menurut Refinitiv, sebuah lembaga infastruktur keuangan dan penyedia data pasar, Malaysia mengekspor sekitar 3,9 juta ton minyak kelapa sawit ke India pada 2019.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Sawit, Minyak Sawit, Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil/CPO)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,658.88 3,622.09
British Pound GBP 1.00 17,846.92 17,667.98
China Yuan CNY 1.00 1,992.90 1,972.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,726.29 13,589.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,416.23 9,315.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,765.87 1,748.28
Dolar Singapura SGD 1.00 10,177.42 10,072.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,226.57 15,073.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,375.87 3,339.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,484.12 12,356.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6238.153 -6.890 675
2 Agriculture 1388.378 -28.093 21
3 Mining 1508.098 -7.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.298 -4.457 77
5 Miscellanous Industry 1225.694 1.087 51
6 Consumer Goods 2071.621 -10.989 56
7 Cons., Property & Real Estate 475.225 -5.616 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1100.084 11.364 76
9 Finance 1368.654 2.222 92
10 Trade & Service 748.831 -1.999 168
No Code Prev Close Change %
1 BAJA 65 87 22 33.85
2 GDST 68 91 23 33.82
3 KAYU 72 91 19 26.39
4 AMAR 450 560 110 24.44
5 PAMG 113 134 21 18.58
6 ASBI 256 298 42 16.41
7 SDRA 700 800 100 14.29
8 KBLV 240 270 30 12.50
9 BKSW 140 157 17 12.14
10 SINI 1,610 1,785 175 10.87
No Code Prev Close Change %
1 PADI 115 75 -40 -34.78
2 PTIS 131 86 -45 -34.35
3 AMIN 380 288 -92 -24.21
4 INDR 2,570 2,000 -570 -22.18
5 PICO 1,500 1,190 -310 -20.67
6 BISI 1,045 830 -215 -20.57
7 LTLS 615 500 -115 -18.70
8 PRDA 3,680 3,000 -680 -18.48
9 MYTX 66 54 -12 -18.18
10 SDPC 146 120 -26 -17.81
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 785 800 15 1.91
2 MNCN 1,745 1,750 5 0.29
3 LUCK 560 600 40 7.14
4 KAYU 72 91 19 26.39
5 TLKM 3,810 3,890 80 2.10
6 BBRI 4,660 4,670 10 0.21
7 TCPI 6,700 6,750 50 0.75
8 FIRE 232 248 16 6.90
9 PSAB 278 264 -14 -5.04
10 PPRO 56 60 4 7.14