Portal Berita Ekonomi Senin, 06 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:54 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,27% terhadap Poundsterling pada level 1,2236 USD/GBP.
  • 12:54 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Euro pada level 1,0828 USD/EUR.
  • 12:53 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,46% terhadap Yen pada level 109,05 JPY/USD.
  • 12:52 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.619 USD/troy ounce.
  • 12:52 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,65 USD/barel.
  • 12:51 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 27,67 USD/barel.
  • 11:33 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,23% di akhir sesi I.

Ogah Teknologinya Dipakai Perusahaan China, Trump Segera Rilis Aturan Ekspor Baru

Ogah Teknologinya Dipakai Perusahaan China, Trump Segera Rilis Aturan Ekspor Baru - Warta Ekonomi
WE Online, Bogor -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) bakal segera menerbitkan peraturan yang makin mengetatkan pemblokiran pengiriman barang luar negeri yang memuat teknologi AS kepada Huawei; demi memeras perusahaan telekomunikasi asal China tersebut.

Departemen Perdagangan AS menempatkan Huawei ke Daftar Hitam sejak Mei 2019 dengan dalih melindungi keamanan nasional. Daftar itu memungkinkan Pemerintah AS membatasi penjualan barang buatan AS pada Huawei, begitu pula dengan barang produksi asing yang mengandung teknologi AS.

"Di bawah peraturan saat ini, Pemerintah AS tak berhak mengatur rantai pasokan asing utama sehingga itu mendorong otoritas menyusun aturan baru untuk memperluas pemblokiran pengiriman teknologi kepada Huawei," begitu kata dua narasumber yang menolak disebutkan identitasnya, dikutip dari Reuters, Rabu (15/1/2020).

Baca Juga: Takut Ketinggalan Huawei dan Ericsson Soal Jaringan 5G, Nokia Mantap Ambil Langkah Ini

Peraturan bernama De Minimis itu dipertimbangkan untuk diperluas sejak November 2019 guna mengatur jumlah ekspor teknologi AS yang dimuat dalam produk luar negeri. Saat ini, AS hanya bisa memblokir ekspor produk teknologi ke China dari negara lain, bila produk itu mengandung lebih dari 25% teknologi AS.

Dua narasumber tadi menambahkan, "Departemen Perdagangan sudah menyusun aturan untuk menurunkan ambang ekspor itu menjadi 10%, berlaku khusus untuk Huawei."

Hal itu dilakukan demi mencegah ekspor barang-barang nirteknis, seperti produk elektronik konsumen, termasuk chip.

"Aturan sudah dikirim ke Kantor Manajemen dan Anggaran," begitu kata salah satu narasumber.

Jika lembaga pemerintah lain menandatangani langkah tersebut, aturan itu dapat dikeluarkan dalam hitungan minggu sebagai aturan final. Takkan ada kesempatan bagi publik untuk memberi masukan.

Sementara itu, para pelaku bisnis AS meminta otoritas mengizinkan mereka menjual barang-barang berteknologi rendah yang dibuat di luar negeri dengan teknologi AS kepada Huawei. Permintaan itu dilakukan demi menghindari kerugian di kalangan bisnis AS.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, Teknologi, Ekspor, Amerika Serikat (AS)

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,424.03 4,379.43
British Pound GBP 1.00 20,364.20 20,151.69
China Yuan CNY 1.00 2,346.53 2,321.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,638.78 16,473.22
Dolar Australia AUD 1.00 10,014.88 9,910.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,145.86 2,124.45
Dolar Singapura SGD 1.00 11,548.29 11,432.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,996.50 17,810.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,811.86 3,765.31
Yen Jepang JPY 100.00 15,277.55 15,121.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80