Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ini Tiga Alasan Transaksi Digital Makin Digandrungi

Ini Tiga Alasan Transaksi Digital Makin Digandrungi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Transaksi pembayaran nontunai atau digital (cashless society) makin diminati dan digemari masyarakat Indonesia. Catatan Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa selama tahun 2019 telah terjadi 4,7 juta jumlah transaksi cashless dan 128 triliun volume transaksi cashless di Indonesia. Lalu apa alasan masyarakat kini mulai senang beralih ke transaksi digital?

Studi The Next Cashless Society yang dilakukan Ipsos Indonesia, perusahaan riset pemasaran independen, mengungkapkan bahwa ada tiga motivasi dan karakter yang membuat konsumen gemar menggunakan alat pembayaran digital.

Baca Juga: Beli BBM di SPBU Akan Diberlakukan Pembayaran Cashless

Pertama, konsumen tidak takut akan pembayaran nontunai (reassure). Kedua, konsumen menikmati pembayaran nontunai dan memperkaya hidup (encourage). Ketiga, konsumen beranggapan bahwa pembayaran nontunai adalah hal baru yang mengikuti perkembangan zaman (inspire).

Di segmen reassure, sebanyak 26% responden merasa yakin, aman, dan nyaman dalam menggunakan pembayaran nontunai dan sebanyak 19% menggunakan pembayaran nontunai karena efisiensi dan dapat mengontrol pengeluaran mereka.

Di segmen encourage, sebanyak 25% responden menggunakan pembayaran nontunai karena mereka menikmatinya dan hal tersebut dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan serta sebanyak 9% responden menggunakan pembayaran nontunai untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Di segmen inspire, sebanyak 11% respondennya adalah para pengguna baru yang menggunakan nontunai untuk mendapatkan berbagai keuntungan, serta 10% respondennya adalah konsumen yang menginginkan produk nontunai yang lebih mumpuni serta memudahkan.

"Dari hasil studi tersebut terlihat bahwa masyarakat kita saat ini sudah mulai terbiasa dengan pembayaran nontunai dalam kehidupan mereka sehari-harinya dengan berbagai motivasi di balik penggunaan nontunai tersebut dan menunjukkan bahwa di kedepannya jumlah pengguna layanan ini akan makin melesat. Hal ini harus disiapkan ekosistem yang makin mumpuni baik dari sisi pemerintah, infrastruktur, dan juga swasta," ujar Soeprapto Tan, Managing Director Ipsos Indonesia.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa konsumen tidak hanya menggunakan satu jenis dompet digital karena hanya sebanyak 21% yang menggunakan satu jenis dompet digital, sementara 28% menggunakan dua jenis, dan 47% menggunakan tiga jenis atau lebih. Dompet digital yang paling banyak digunakan adalah OVO dan Gopay.

"Penelitian juga mengungkapkan pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kartu nontunai, terungkap e-money dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan dalam bertransaksi dengan sebanyak 47% hanya memiliki satu kartu, 30% memiliki dua kartu, dan 23% memiliki tiga atau lebih kartu nontunai," tukasnya.

Penggunaan nontunai ini dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti berbelanja online, membayar tagihan listrik, membayar makanan di restoran, membayar penggunaan alat transportasi, menonton bioskop, dan berbagai layanan perbankan digital.

Baca Juga

Tag: Digital Economy, Cashless Society, Cashless, Dompet Digital, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: DBS Bank Indonesia

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,656.40 3,619.63
British Pound GBP 1.00 17,940.84 17,756.89
China Yuan CNY 1.00 1,997.38 1,977.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,716.24 13,579.76
Dolar Australia AUD 1.00 9,469.69 9,368.68
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,764.94 1,747.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,189.61 10,086.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,282.63 15,129.21
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,377.55 3,341.48
Yen Jepang JPY 100.00 12,447.81 12,322.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6291.657 5.609 676
2 Agriculture 1436.608 10.657 21
3 Mining 1542.693 -4.494 50
4 Basic Industry and Chemicals 966.382 5.957 77
5 Miscellanous Industry 1234.322 -7.163 51
6 Consumer Goods 2098.874 -5.440 56
7 Cons., Property & Real Estate 485.506 -6.182 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.606 -3.939 76
9 Finance 1373.834 9.964 92
10 Trade & Service 755.643 -3.048 168
No Code Prev Close Change %
1 INDO 142 191 49 34.51
2 LRNA 117 157 40 34.19
3 OMRE 600 750 150 25.00
4 MIDI 1,150 1,430 280 24.35
5 IKAI 55 64 9 16.36
6 FORU 99 115 16 16.16
7 FITT 74 85 11 14.86
8 JMAS 690 780 90 13.04
9 PAMG 104 116 12 11.54
10 CASS 540 600 60 11.11
No Code Prev Close Change %
1 CARS 195 145 -50 -25.64
2 AMAR 480 360 -120 -25.00
3 MARI 256 193 -63 -24.61
4 ARTA 418 320 -98 -23.44
5 PBRX 376 292 -84 -22.34
6 HKMU 268 210 -58 -21.64
7 KAYU 111 89 -22 -19.82
8 BKSW 173 140 -33 -19.08
9 LMAS 196 160 -36 -18.37
10 ASSA 735 610 -125 -17.01
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,690 1,695 5 0.30
2 TLKM 3,850 3,810 -40 -1.04
3 TOWR 785 785 0 0.00
4 BBRI 4,570 4,630 60 1.31
5 BBCA 34,250 34,375 125 0.36
6 NIKL 675 670 -5 -0.74
7 LUCK 444 450 6 1.35
8 KAEF 1,205 1,180 -25 -2.07
9 BMRI 7,550 7,725 175 2.32
10 INAF 735 740 5 0.68