Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:10 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,38% pada level 3.333.
  • 22:09 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,29% pada level 29.279.
  • 22:08 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,53% pada level 9.420.
  • 22:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,63% terhadap Poundsterling pada level 1,3132 USD/GBP.
  • 22:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1076 USD/EUR.
  • 22:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yen pada level 109,89 JPY/USD.
  • 22:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.558 USD/troy ounce.
  • 22:03 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,33 USD/barel.
  • 22:03 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,11 USD/barel.
  • 16:47 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,08% terhadap Dollar AS pada level 6,9048 CNY/USD.
  • 16:47 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,17% terhadap Dollar AS pada level 13.646 IDR/USD.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,20% pada level 3.253.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,28% pada level 3.060.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,27% pada level 28.341.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,10% pada level 7.618.

Stagnan, BCA Cuma Bidik Kredit Tumbuh 9 Persen Tahun Ini

Stagnan, BCA Cuma Bidik Kredit Tumbuh 9 Persen Tahun Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membidik pertumbuhan kredit tahun ini dapat mencapai 9 persen. Target ini sedikit menurun dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit BCA sepanjang 2019 yang sebesar 9,3 persen.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengaku belum berani membidik target agresif tahun ini. Pasalnya, perseroan masih melihat kondisi dan permintaan pembiayaan di awal-awal tahun.

Baca Juga: 37 Cabang Tutup karena Banjir, Tapi Lihat Dulu Nih Apiknya Gerak Saham BCA! Sampai-Sampai. . . .

"Di awal kita nggak berani terlalu optimis, tapi kalau permintaan besar, seperti tahun kemarin industri tumbuh 6 persen kita bisa 9,3 persen. Tahun sebelumnya juga industri 11 persen, kita 13 persen," ujar Jahja saat ditemui dalam acara PTIJK 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dia menilai pada tahun ini sektor pertambangan belum bisa menjadi andalan dalam mendongkrak kredit karena pertumbuhannya masih lemah. Kendati demikian, sektor atau industri lain pertumbuhannya cukup merata.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan pertumbuhan kredit pada 2019 tumbuh 6,08%, melambat dibandingkan 2018 yang mencapai 11%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, perlambatan pertumbuhan kredit disebabkan oleh melemahnya permintaan komoditas. Selain itu, banyak perusahaan yang akhirnya menggunakan pendanaan bukan dari pinjaman kredit perbankan melainkan mencari pendanaan di luar negeri.

"Ada hal fundamental karena operasi kita banyak menggunakan dana dari offshore karena biayanya yang lebih murah," kata Wimboh.

OJK mencatat, pendanaan dari luar negeri sepanjang 2019 meroket 133,6% dibandingkan 2018 menjadi Rp130,4 triliun. Adapun pertumbuhan kredit tahun lalu masih ditopang oleh sektor konstruksi tumbuh 14,6 % dan rumah tangga yang mencapai 14,6%. Sejalan dengan itu, kredit investasi meningkat 13,2% yang menunjukkan potensi pertumbuhan sektor riil ke depan. 

Baca Juga

Tag: PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.85 3,626.71
British Pound GBP 1.00 17,932.17 17,752.38
China Yuan CNY 1.00 1,991.11 1,970.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,746.39 13,609.61
Dolar Australia AUD 1.00 9,399.78 9,304.89
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.03 1,751.36
Dolar Singapura SGD 1.00 10,182.51 10,078.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,231.00 15,078.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,373.35 3,337.32
Yen Jepang JPY 100.00 12,500.13 12,372.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6233.453 -4.700 676
2 Agriculture 1393.817 5.439 21
3 Mining 1482.196 -25.902 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.012 -0.286 77
5 Miscellanous Industry 1220.702 -4.992 51
6 Consumer Goods 2072.040 0.419 57
7 Cons., Property & Real Estate 471.929 -3.296 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.009 -9.075 76
9 Finance 1373.955 5.301 92
10 Trade & Service 750.211 1.380 168
No Code Prev Close Change %
1 DMND 915 1,370 455 49.73
2 AMIN 288 360 72 25.00
3 LTLS 500 615 115 23.00
4 PRDA 3,000 3,690 690 23.00
5 BISI 830 1,015 185 22.29
6 INDR 2,000 2,350 350 17.50
7 KIOS 338 396 58 17.16
8 PTIS 86 100 14 16.28
9 INTD 202 234 32 15.84
10 NIRO 121 140 19 15.70
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 168 113 -55 -32.74
2 GMFI 158 114 -44 -27.85
3 DYAN 97 72 -25 -25.77
4 PICO 1,190 895 -295 -24.79
5 PEGE 202 152 -50 -24.75
6 ASBI 298 230 -68 -22.82
7 FPNI 110 88 -22 -20.00
8 AKSI 620 510 -110 -17.74
9 BAJA 87 72 -15 -17.24
10 SDPC 120 104 -16 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 800 830 30 3.75
2 LUCK 600 630 30 5.00
3 MNCN 1,750 1,720 -30 -1.71
4 ENVY 436 492 56 12.84
5 PURE 216 246 30 13.89
6 ANTM 795 770 -25 -3.14
7 TCPI 6,750 6,700 -50 -0.74
8 BBRI 4,670 4,710 40 0.86
9 KAYU 91 80 -11 -12.09
10 TLKM 3,890 3,860 -30 -0.77