Portal Berita Ekonomi Sabtu, 06 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:58 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,06% pada level 9.814.
  • 10:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,15% pada level 27.110.
  • 10:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,64% pada level 3.193.
  • 10:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.685 USD/troy ounce.
  • 10:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,30 USD/barel.
  • 10:53 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,55 USD/barel.

Desember 2019 Ekspor Pertanian Tertingggi, Mentan Syahrul: Peran Negara Sejahterakan Rakyat

Desember 2019 Ekspor Pertanian Tertingggi, Mentan Syahrul: Peran Negara Sejahterakan Rakyat
WE Online, Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Syahrul Yasin Limpo (SYL) berhasil memacu kinerja ekspor. Buktinya, melansir data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor komoditas pertanian pada bulan Desember 2019 naik 24,35 persen disebabkan oleh meningkatnya ekspor buah-buahan tahunan, tanaman obat aromatik, dan rempah-rempah.

Secara tahunan, BPS pun merilis ekspor komoditas pertanian juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Beberapa komoditas yang meningkat adalah buah-buahan tahunan, sarang burung, hasil kayu, serta ekspor biji kakao. Ekspor minyak kelapa sawit pun tercatat mengalami kenaikan dan berkontribusi mendongkrat ekspor industri pengolahan.

Baca Juga: Sepanjang Desember 2019, Kenaikan Ekspor Sektor Pertanian Paling Tinggi

Tentang kinerja ekspor pertanian yang baik ini, Mentan Syahrul menegaskan, cemerlangnya kinerja ekspor yang dirilis BPS membuktikan bahwa esensi peran negara dalam memajukan kesejahteraan rakyat terwujud. Negara berhasil memfasilitasi ekspor komoditas lokal dan memproteksi terjadinya impor.

"Tugas Negara adalah proteksi (perlindungan) untuk tujuan kepentingan rakyat. Tak mungkin mewujudkn ide kesejahteraan tanpa tindakan Negara," kata Syahrul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Oleh karena itu, SYL menekankan ke depan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi serta ekspor pertanian. Salah satu kebijakan tegas yang dijalankan adalah melakukan perlindungan terhadap lahan pertanian sehingga tidak memberikan ruang sedikit pun adanya alih fungsi lahan. Bahkan, mungkin memolisikan atau menyeret ke ranah hukum para pihak yang melakukan alih fungsi lahan sawah.

"Ini patut direspons positif oleh semua pihak. Itu bentuk kehadiran negara yang dibutuhkan untuk langkah protektif. Terkait harapan untuk menjamin keberlanjutan pengembangan sektor pertanian dan memelihara swasembada atau kemandirian pangan. Dengan begitu, ekspor pangan pun makin naik dan petani ikut sejahtera," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bada Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebutkan peningkatan ekspor pada bulan Desember 2019 disebabkan oleh tumbuhnya ekspor ekspor minyak dan gas (migas) sebesar 12,09% mom menjadi US$ 1,16 miliar dan ekspor nonmigas yang naik 3,10% mom menjadi US$ 13,31 miliar.

"Bila dilihat dari sektoral, peningkatan tertinggi terjadi pada sektor pertanian dengan pertumbuhan 24,35 persen dengan nilai ekspor sebesar US$ 370 juta. Beberapa komoditas pertanian yang naik adalah ekspor buah-buahan tahunan, hasil hutan kayu, tanaman obat aromatik, dan rempah-rempah, serta mutiara hasil budidaya," ujarnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menjelaskan, kenaikan ekspor pertanian di bulan Desember 2019 tersebut membuktikan program peningkatan produksi dan ekspor yang dicanangkan Mentan SYL mulai menunjukan dampak positif. SYL, kata dia, terus menggenjot lalu lintas ekspor melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

"Kenaikan ekspor juga dipengaruhi oleh dibukanya akses pasar dan insentif berbagai program peningkatan. Semua upaya ini dilakukan agar pemangku kepentingan mampu bekerja secara baik. Hasilnya banyak komoditas pertanian yang mengalami kenaikan. Di antaranya adalah sarang burung walet, kopi, rumput laut, serta produk lain dari perkebunan," jelas Kuntoro.

Baca Juga

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Syahrul Yasin Limpo, Ekspor, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Grati-Eks)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kementan.

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66