Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.603 USD/troy ounce.
  • 21:00 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,71 USD/barel.
  • 20:59 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,88 USD/barel.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 16:07 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,01% terhadap Dollar AS pada level 13.695 IDR/USD.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,46% pada level 27.655.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,07% pada level 2.210.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,89% pada level 23.400.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,32% pada level 2.975.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,54% pada level 3.213.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,89% pada level 7.447.

Senin Depan, 30.000 Massa Pastikan Bakal Kepung DPR

Senin Depan, 30.000 Massa Pastikan Bakal Kepung DPR - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhammad Rusdi, mengatakan bahwa sedikitnya 30 ribu massa akan menggelar aksi damai menolak RUU Omnibus Law di gedung DPR RI, Senin (20/1/2020) pekan depan. Aksi dilakukan di DPR lantaran pemerintah akan segera menyerahkan draft RUU Omnibus Law kepada lembaga legislatif untuk dikaji.

"Ada 30 ribu massa akan bergerak menuju gedung DPR. Sikap kami jelas, kami akan semaksimal mungkin untuk menolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja," kata Rusdi dalam Konferensi Pers di Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Baca Juga: Lewat Omnibus Law, Jokowi Sebut Dana Asing Banjiri RI US$20 Miliar

Baca Juga: Petisi Aktivis 98: Pak Jokowi, Dengar Jeritan Kami, Jangan Dengar Pembisik yang Bikin Blunder!

Rusdi mengatakan, aksi damai juga akan dilakukan serentak anggota KSPI di berbagai ibu kota provinsi Indonesia. Seluruhnya akan melakukan penolakan secara keras agar para anggota dewan tidak menyetujui draft RUU Omnibus Law yang dirancang oleh pemerintah.

Rusdi melanjutkan, pemerintah saat ini menginginkan agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat hingga dari posisi saat ini stabil 5 persen. Sementara, postur perekonomian nasional masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga sekitar 55 persen. Sisanya, disumbang dari investasi, ekspor-impor, serta belanja pemerintah.

Dari hasil kajian yang dilakukan KSPI, RUU Omnibus Law hanya akan mereduksi hak-hak pekerja dan memperlemah daya beli kaum buruh. Alhasil, mimpi meningkatkan pertumbuhan ekonomi bisa jadi tertahan akibat pelemahan daya beli masyarakat yang disebabkan sendiri oleh pemerintah.

Baca Juga: Curhatan Getir Nasabah Jiwasraya: Kita seperti Anak Ayam Kehilangan Induk, Harus ke Mana Lagi?

"Seolah ingin menciptakan lapangan kerja. Semangatnya ekosistem yang seimbang dan menghilangkan hambatan investasi. Kami khawatir, yang dianggap hambatan itu ya upah, pesangon, jaminan sosial, hingga status pekerja," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Eksekutif KSPI sekaligus Sekjen Serikat Pekerja Metal Indonesia, Riden Hatam Aziz mengatakan, pihaknya mendukung dan sangat setuju jika pemerintah ingin meningkatkan investasi riil. Sebab, upaya industrialisasi di Indonesia hanya bisa dilakukan jika adanya investasi yang ditanamkan para investor.

"Yang kami tidak mau adalah kalau investasi masuk justru anak bangsa yang terpuruk. Hanya jadi penonton, bahkan para pekerja pun terancam," katanya.

Riden mengatakan, puluhan ribu pekerja bakal mengehentikan seluruh kegiatan produksi di pabrik-pabrik tempat mereka bekerja jika pemerintah dan DPR tidak membatalkan RUU Omnibus Law yang telah dirancang. Ia meyakini, para buruh akan bergerak mengikuti arahan demi memperjuangkan hak-hak tenaga kerja.

"Aksi kami tertib dan damai. Ini cara kami ketika lobi, dialog, dan konsep-konsep kami tidak pernah didengar dan direspons. Kami akan hentikan produksi di pabrik-pabrik," kata dia.

Baca Juga

Tag: Omnibus Law, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Demonstrasi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,675.67 3,638.90
British Pound GBP 1.00 17,921.27 17,740.22
China Yuan CNY 1.00 1,968.67 1,948.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,785.59 13,648.42
Dolar Australia AUD 1.00 9,230.83 9,136.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,774.23 1,756.55
Dolar Singapura SGD 1.00 9,903.44 9,804.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,889.82 14,740.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.03 3,281.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,532.35 12,404.27
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5928.791 41.829 682
2 Agriculture 1299.796 3.897 22
3 Mining 1431.685 6.913 49
4 Basic Industry and Chemicals 884.689 9.587 77
5 Miscellanous Industry 1099.458 20.831 51
6 Consumer Goods 1922.005 13.971 57
7 Cons., Property & Real Estate 458.538 -0.304 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1018.422 4.633 78
9 Finance 1345.852 10.608 92
10 Trade & Service 704.848 1.905 168
No Code Prev Close Change %
1 INDO 97 130 33 34.02
2 FORU 81 105 24 29.63
3 ASPI 240 300 60 25.00
4 SQMI 191 238 47 24.61
5 BACA 280 344 64 22.86
6 TIRA 212 258 46 21.70
7 SIPD 825 1,000 175 21.21
8 GHON 1,400 1,680 280 20.00
9 LION 410 490 80 19.51
10 MLPT 336 388 52 15.48
No Code Prev Close Change %
1 MINA 71 50 -21 -29.58
2 TOPS 67 50 -17 -25.37
3 ERTX 147 110 -37 -25.17
4 AYLS 272 204 -68 -25.00
5 MTSM 206 156 -50 -24.27
6 YPAS 382 298 -84 -21.99
7 JMAS 820 650 -170 -20.73
8 GTBO 124 100 -24 -19.35
9 INTD 240 200 -40 -16.67
10 AKPI 400 350 -50 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,495 1,490 -5 -0.33
2 TOWR 875 875 0 0.00
3 MKNT 50 50 0 0.00
4 PURA 204 206 2 0.98
5 TELE 197 179 -18 -9.14
6 TLKM 3,620 3,620 0 0.00
7 BBRI 4,400 4,480 80 1.82
8 PGAS 1,505 1,530 25 1.66
9 ADRO 1,330 1,305 -25 -1.88
10 ANTM 690 705 15 2.17