Portal Berita Ekonomi Senin, 06 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,83% pada level 22.714.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 5,71% pada level 3.332.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,30% pada level 2.687.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,93% pada level 6.276.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.490 IDR/USD.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 107,54 JPY/USD.
  • 16:08 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.777 USD/troy ounce.
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,30% di akhir sesi II.

Kriminalisasi Jaksa Chuck Dikisahkan dalam Sebuah Novel 'Titik Dalam Kurung'

Kriminalisasi Jaksa Chuck Dikisahkan dalam Sebuah Novel 'Titik Dalam Kurung'
WE Online, Jakarta -

Tragedi kriminalisasi jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno dikisahkan Agus Dwi Prasetyo dalam sebuah novel berjudul 'Titik Dalam Kurung'. Kehadiran novel besutan penerbit REQ Book ini pun mendapat apresiasi dari Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad.

 

Suparji menilai, apa yang dituliskan dalam novel tersebut bukanlah sebuah imajinasi belaka. "Satu kata, mengerikan! Karena isi novel ini menggambarkan kehidupan penegak hukum, khususnya jaksa berprestasi yang diterkam penguasa rezim yang serakah," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

 

Ia menambahkan, jika novel 'Titik Dalam Kurung' bisa dikatakan sebagai bukti tidak adanya kontrak hukum yang baik di Kejaksaan. Bahkan, lanjutnya, Kejagung yang diharapkan ada reformasi kultural dan struktural, ternyata tidak ada perubahan sama sekali.

 

Baca Juga: Lokataru Kritisi Burhanuddin Soal Kasus Chuck

 

Senada, Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar berpendapat novel ini merupakan bukti bahwa prestasi ataupun gebrakan Chuck telah membuat mantan Jaksa Agung M Prasetyo dan para pengikutnya marah besar. Ia pun menilai hal wajar bagi penulis yang terinspirasi dari kasus Jaksa Chuck untuk membuat sebuah buku.

 

Sebab, persoalan yang menimpa Jaksa Chuck merupakan noda hitam dalam sejarah kepemimpinan Prasetyo. "Yang sebetulnya ramai soal pak Chuck ini adalah soal kasus kriminalisasinya. Dia adalah ‘the biggest story of Prasetyo’s anger' yang kebetulan menjabat sebagai Jaksa Agung saat itu," ujarnya.

 

Haris menambahkan jika Jaksa Chuck menjadi korban kemarahan HM Prasetyo. Itu disebabkan karena hanya Chuck yang berani melawan Prasetyo demi memperjuangkan keadilan, hati nurani dan sumpah jabatannya, maka akhirnya  ia harus disingkirkan.

 

"Kriminalisasi Chuck adalah satu bentuk kemarahan besar Prasetyo dalam masa kepemimpinannya di institusi kejaksaan. Jadi banyak orang di lingkaran kejaksaan bilang, mereka tidak mau seperti Chuck. Cuma di sisi lain, mereka juga bilang, hanya Chuck yang berani melawan Prasetyo. Berani menolak," kata dia.                

 

Di sisi lain, pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai buku 'Titik Dalam Kurung' menjadi kritik bagi negara. Negara dianggap berbahaya bagi para penulis yang menelurkan karya sensitif.

 

"Ini sebenarnya kritik yang sangat dalam bagi negara ini. Artinya penulis saja menyatakan kalau ada nama yang sama dari kejadian nyata, itu hanya faktor kebetulan," kata Emrus dalam diskusi.              

 

Dia menilai, tulisan di dalam buku merupakan kisah nyata. Namun, penulis mengemas tulisan dengan cara berbeda. Penulis, menurut Emrus, sampai memakai nama lain untuk mengaburkan kisah sesungguhnya.        

 

Baca Juga: Panik Eksaminasi Kasus Chuck, Haris: Kejagung Harus Belajar Lagi KUHP dan KUHAP

 

"Itu menunjukkan negara tidak memberi kebebasan. Sampai penulis buku mengemas sedemikian rupa agar tidak muncul persoalan, padahal ini fakta dan para pemangku kebijakan tidak boleh tinggal diam,” kata dia.

 

Kasus yang menimpa Chuck, lanjutnya, merupakan bukti bahwa tidak hanya masih ada permasalahan administrasi negara di Kejagung. Namun sebenarnya masih ada yang lain.

 

"Kalau kita pakai teori gunung es, bagaimana sesungguhnya yang terjadi di belakang atau di dalamnya? Karena 'mereka' itu ketika duduk di suatu jabatan, baik di kejaksaan atau instansi tertentu seolah -olah institusi tersebut miliknya dan yakin ia akan menjabat sampai akhir hayat," lanjut Emrus.

 

Kondisi tersebut membuat penegakan hukum di Indonesia, sangat masih menyedihkan karena masih banyak permainan yang sering terjadi. "Yang menyedihkan, adalah saat hakim atau jaksa mengambil keputusan memakai ujaran “Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa”, kedaulatan Tuhan sengaja dipakai untuk korupsi atau mengkriminalisasi orang yang tak bersalah, mau jadi apa republik ini?," ujarnya.

Baca Juga

Tag: Chuck Suryosumpeno, Buku

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Ist

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,897.77 3,858.57
British Pound GBP 1.00 18,246.90 18,058.10
China Yuan CNY 1.00 2,071.43 2,050.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,619.74 14,474.27
Dolar Australia AUD 1.00 10,172.42 10,063.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,886.39 1,867.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,498.92 10,390.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,477.91 16,312.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,415.83 3,377.89
Yen Jepang JPY 100.00 13,571.98 13,435.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89