Portal Berita Ekonomi Sabtu, 06 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:58 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,06% pada level 9.814.
  • 10:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,15% pada level 27.110.
  • 10:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,64% pada level 3.193.
  • 10:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.685 USD/troy ounce.
  • 10:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,30 USD/barel.
  • 10:53 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,55 USD/barel.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Kunjung Selesai, Roy Suryo: Proyek Kecebong Ugal-Ugalan

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Kunjung Selesai, Roy Suryo: Proyek Kecebong Ugal-Ugalan
WE Online, Jakarta -

Politikus Demokrat Roy Suryo mencuit terkait proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Dia menyebut Selasa hari ini, 21 Januari 2020, merupakan tahun keempat setelah peletakan batu pertama.

Roy menyindir proyek yang disebut seharusnya beroperasi pada 2019 kini belum tampak. Bahkan, proyek ini justru bikin banjir. Ia tak menampik memang pemerintah saat ini masih melakukan  proses pembebasan lahan. Namun, faktanya saat ini targetnya sudah meleset jauh dari yang seharusnya beroperasi pada 2019.

Ia pun menyebut proyek kereta ini sebagai Kecebong alias 'Kereta Cepat Bohong-bohongan'.

"Hari ini tepat 4th Peletakan Batu Pertama PEMBAGUNAN (tulisan di Prasasti Aslinya) KC Jkt-Bdg (21/01/16). Namun KCIC/Kereta Cepat Indonesia China yg disebut2 beroperasi 2019 tsb kini masih belum ada & Malahan bikin Banjir. Pantas disebut KECEBONG (KEreta CEpat BOoNG2-an)," demikian cuit Roy di akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2, yang dikutip Selasa, 21 Januari 2020.

Baca Juga: Ternyata Banjir Tol Cikampek Gara-Gara Proyek Kereta Cepat Bukan Hoaks!!

Ia menambahkan jika proyek tersebut sudah melenceng dari target, malah justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Terbukti dengan kejadian banjir besar yang terjadi di Karawang.

"Sudah meleset jauh dari janjinya dulu. Beroperasi 2019. Belum lagi disebut-sebut proyek yang dikerjakan China Railway ini sama sekali tanpa Amdal. Makanya banjir besar di Karawang tempo hari diakibatkan proyek Kecebong ini," ujar Roy dikutip dari VIVAnews.

Beberapa jam setelah cuitan pertama, Roy kembali mengunggah komentar. Ia menekankan dampak jika proyek dikerjakan secara ugal-ugalan tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Sindiran Roy karena proyek tersebut sudah berjalan namun kini malah rakyat jadi korban.

"Tweeps, Ini Twit soal KECEBONG tsb bbrp waktu lalu, beginilah Kalau Proyek dikerjakan secara Ugal2-an, Tidak berkoordinasi dgn Pemerintah Daerah, bahkan disebut2 Tidak ada AMDAL-nya (?). Kalau sudah begini, Rakyat jadi Korban (lagi), belum tentu juga besok2nya akan naik KCIC itu," cuitan tambahan Roy.

Proyek kereta cepat koridor Jakarta-Bandung ditandai dengan ditekannya tombol peresmian oleh Presiden Joko Widodo. Saat itu, Jokowi memimpin peresmian di wilayah kebun teh Mandalawangi Maswati, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis, 21 Januari 2016.

Mantan Wali Kota Solo itu di sana juga sempat menandatangani prasasti. Sejumlah pejabat menteri Kabinet Kerja saat itu seperti Menteri BUMN Rini Soemarno ikut menemani sang kepala negara.

Baca Juga

Tag: Roy Suryo, Joko Widodo (Jokowi), Kereta Cepat, Partai Demokrat

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66