Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,36% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,25% terhadap Dollar AS pada level 13.694 IDR/USD.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,54% pada level 27.530.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,48% pada level 2.208.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,05% pada level 2.984.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,52% pada level 3.196.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,32% pada level 7.409.

Move On dari Garuda, Ini Strategi Baru Sriwijaya Air

Move On dari Garuda, Ini Strategi Baru Sriwijaya Air - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sriwijaya Air diketahui telah ‘putus’ dari Garuda Indonesia Group. Manajemen baru Sriwijaya Air pun akhirnya blak-blakan mengenai kondisi terkini perusahaannya.

Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, menceritakan kisah-kisah awal ‘perpisahan’ mereka, ia mengakui ada kendala berat pada aspek produksi. Menurutnya, peralatan produksi banyak berkurang jauh setelah tak lagi KSM dengan Garuda Indonesia Group.

"Awal November banyak sekali kendala, dari sisi alat produksi memang mengalami penurunan drastis," ungkapnya dalam acara media gathering di Sriwijaya Air Tower, Tangerang, Senin (20/1/20).

Meski  demikian, ia optimistis bisa mengembalikan kepercayaan pelanggan. Karena itulah berbagai langkah diambil untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kita berhasil mengembalikan jumlah alat produksi yang tadinya 9 pesawat, sekarang Sriwijaya 14 pesawat dan NAM Air 11 pesawat. Akhir Januari mudah-mudahan ada penambahan 3 lagi. Secara bertahap kita coba mengembalikan kepercayaan masyarakat," bebernya.

Ketiga pesawat tambahan itu saat ini masih dalam proses maintenance. Lalu, Sriwijaya Air memiliki jumlah armada sebanyak 24 pesawat, sedangkan maskapai dalam satu grup yakni NAM Air memiliki 16 pesawat. Namun, dari jumlah tersebut, tidak semua pesawat bisa digunakan karena banyak yang masih dalam proses maintenance.

Selain dari aspek produksi, dia mengaku bahwa citra perusahaan juga sempat merosot akibat pemutusan sepihak oleh GMF AeroAsia, anak usaha Garuda di bidang hanggar pesawat. Pihaknya pun berupaya memperbaiki citra tersebut.

Untungnya, dia bilang, segenap karyawan juga punya optimisme serupa. Hal ini membuat manajemen leluasa untuk melakukan aksinya.

"Dari sisi karyawan sendiri semuanya berjalan cukup baik, kondusif, karyawan mendukung independensi Sriwijaya air, kita kelola sendiri, ini adalah modal utama manajemen, karena kalau tidak ada dukungan penuh karyawan akan sangat sulit," urainya.

Sejalan dengan hal-hal tersebut, Sriwijaya Air pun mengincar milenial untuk meningkatkan market share rute penerbangan domestik. Sriwijaya mematok target menguasai 8% pasar domestic pada 2020 ini.

Pihaknya mengatakan target tersebut tidak terlalu muluk alias cukup realistis ketika melihat pangsa pasar Sriwijaya Air menurun jadi 7% pada tahun 2019 kemarin dibandingkan pada tahun 2018 yang mencapai 10%.

Dari segi tarif, Jefferson Irwin Jauwena menuturkan tidak ingin menerapkan perang tarif.

"Kami tidak menginginkan adanya perang tarif. Semua maskapai pasti ingin tetap terus beroperasi dengan kinerja keuangan yang sehat, untuk kemajuan industri penerbangan nasional," urainya.

Baca Juga

Tag: Sriwijaya Air

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,664.68 3,628.02
British Pound GBP 1.00 17,863.57 17,684.46
China Yuan CNY 1.00 1,966.09 1,946.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,744.38 13,607.62
Dolar Australia AUD 1.00 9,189.49 9,096.69
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.61 1,751.84
Dolar Singapura SGD 1.00 9,882.36 9,782.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,879.67 14,730.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,315.09 3,278.94
Yen Jepang JPY 100.00 12,525.64 12,398.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5886.962 19.439 682
2 Agriculture 1295.899 0.555 22
3 Mining 1424.772 12.193 49
4 Basic Industry and Chemicals 875.102 15.947 77
5 Miscellanous Industry 1078.627 3.172 51
6 Consumer Goods 1908.034 2.274 57
7 Cons., Property & Real Estate 458.842 6.655 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1013.789 6.991 78
9 Finance 1335.244 -4.630 92
10 Trade & Service 702.943 2.497 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 178 240 62 34.83
2 DWGL 190 256 66 34.74
3 MTSM 154 206 52 33.77
4 DEAL 86 110 24 27.91
5 DNAR 165 210 45 27.27
6 NZIA 380 454 74 19.47
7 DIGI 1,700 2,020 320 18.82
8 WAPO 82 96 14 17.07
9 ASBI 256 298 42 16.41
10 GMTD 16,375 19,000 2,625 16.03
No Code Prev Close Change %
1 MINA 108 71 -37 -34.26
2 FORU 107 81 -26 -24.30
3 AYLS 354 272 -82 -23.16
4 SOTS 290 228 -62 -21.38
5 OKAS 108 91 -17 -15.74
6 PICO 945 805 -140 -14.81
7 PANI 93 80 -13 -13.98
8 REAL 138 120 -18 -13.04
9 INDO 111 97 -14 -12.61
10 AMAR 346 304 -42 -12.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,505 1,495 -10 -0.66
2 TOWR 880 875 -5 -0.57
3 REAL 138 120 -18 -13.04
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 AYLS 354 272 -82 -23.16
6 DEAL 86 110 24 27.91
7 BBRI 4,470 4,400 -70 -1.57
8 TCPI 6,675 6,975 300 4.49
9 TLKM 3,610 3,620 10 0.28
10 PGAS 1,495 1,505 10 0.67